Search
  • Sudah terlalu banyak bukti bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup membuat seorang investor saham menjadi lebih pakar. Di tahun 1998, Long Term Capital Management L.P., sebuah perusahaan hedge fund yang dikelola oleh sepasukan ahli matematika, ilmuwan komputer, dan dua ekonom pemegang hadiah nobel, dengan tertunduk kehilangan lebih dari 2 miliar dollar dalam hitungan minggu pada sebuah pertarungan besar bahwa pasar obligasi akan segera kembali normal.

    Namun, pasar obligasi terus-menerus menjadi semakin dan semakin abnormal dan LTCM telah berhutang begitu besar sehingga kejatuhannya hampir menjungkirbalikkan sistem keuangan global.

    Contoh nyata berikutnya, ketika musim semi tahun 1720, Sir Isaac Newton memiliki saham South Sea Company, saham yang paling hot di Inggris pada masa itu. Begitu melihat gejala pasar mulai tidak terkendali, sang ilmuan besar itu berkata bahwa ia "bisa menghitung gerakan benda-benda langit, tetapi ia tidak bisa mengalkulasi kegilaan orang". Newton memilih melepas saham South Sea-nya dan mendulang cuan 100%, yaitu sebesar 7.000 pound sterling.
    ...
    See More

    Namun hanya dalam beberapa bulan kemudian, sang mastro tersebut tergoda dan terhanyut oleh arus deras euforia pasar, Isaac Newton terjun kembali ke dalam pasar ketika harga sudah jauh lebih tinggi. Dan rugi 20.000 pound sterling. Sampai akhir hidupnya, ia melarang siapapun untuk menyebut kata "South Sea" di dekatnya (kedangkalan kecerdasan emosional tampak nyata di sini, sahammya yang disalahkan).

    Sir Isaac Newton adalah salah satu orang jenius yang pernah hidup di muka bumi, sebagaimana definisi kejeniusan menurut sebagian besar dari kita. Namun dalam pengertian Benjamin Graham, Newton sama sekali tidak mendekati cerdas, apalagi jenius sebagai investor. Dengan membiarkan hirukpikuk pasar menunggangi penilaiannya sendiri, ilmuan besar tersebut bertindak layaknya seorang spekulan saham dan sangat oportunitik.

    Singkatnya, jika sampai saat ini masih belum berhasil menjadi pemenang di pasar saham, itu bukan karena anda kurang cerdas. Seperti Sir Isaac Newton & LTCM, mereka gagal karena kenekatan berjudi dengan pasar dengan resiko yang lebih besar dari yang sanggup ditanggung, dan terlalu textbook dalam memahami dunia saham.

    Jika jatuh, bangkitlah. Jujur akui kekalahan, jangan menyerah dan jangan cari kambing hitam.

    Filsuf besar Confucius berkata : "Our greatest glory is not in never falling, but in rising every time we fall."

    #pembelajaran
    Sahampemenang
    Like - Comment - Share 1 2 1

    Share On

  • *_Berikut ini urutan negara2 yang investasi sahamnya paling menguntungkan 15 tahun.._*


    Total keuntungan saham di berbagai negara berdasarkan data yahoo finance untuk 15 tahun terakhir dari 1999 – 2014 jika diurutkan paling tinggi ke paling rendah adalah sebagai berikut :
    ...
    See More

    Indonesia 721.37%
    India 428.30%
    Rusia 358.89%
    Brazil 205.14%
    China 110.73%
    Korea Selatan 102.95%
    Singapore 50.88%
    Amerika Serikat 47.65%
    Jerman 43.35%
    Inggris 4.75%
    Jepang -10.69%

    Apakah tebakan anda sudah benar? Apakah anda masih terus mengeluhkan bahwa Indonesia kalah terus dari negara lain? Apakah anda masih yakin bahwa dana asing akan benar-benar hengkang dari Indonesia hanya karena suku bunga, perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan hal-hal yang anda baca di berita setiap harinya dan tidak kembali lagi?

    Apakah anda merasa perlu melakukan diversikasi ke saham luar negeri? Well melihat kenyataan di atas, sedikit banyak anda harus mengubah pandangan anda terhadap Indonesia dan bahkan merasa bangga dengan kinerja saham Indonesia.



    Apa yang bisa kita pelajari dari hal di atas?

    Pertama, bahwa uang selalu mengalir ke tempat yang mengalami pertumbuhan. Brazil, Rusia, China dan India atau dikenal dengan BRIC adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam 1 dekade terakhir ini. Pertumbuhan saham dari keempat negara tersebut juga mencerminkan hal itu. Indonesia sendiri dari tahun 1999 – 2014 juga terus mengalami pertumbuhan.
    Bahkan kenaikan sahamnya dalam 15 tahun juga merupakan yang tertinggi dibandingkan semua negara yang dibandingkan.

    Kedua, bahwa negara yang maju, sistem ekonomi baik, IT yang canggih, dan sistem pemerintahan demokratis belum tentu sama dengan hasil investasi saham yang tinggi. Ini juga merupakan fakta bagi anda yang selalu menyatakan bahwa Indonesia tertinggal dari negara tetangga dari berbagai sisi.
    Hal ini memang benar, akan tetapi semua hal tersebut tidak menjanjikan bahwa harga saham juga akan naik tinggi. Pada akhirnya kembali ke fundamental, harga saham akan naik jika keuntungan perusahaan juga meningkat.

    Ketiga, jangka waktu 15 tahun tidak merupakan jaminan bahwa investasi saham akan pasti untung. Buktinya investasi saham periode 15 tahun di Jepang malah turun -10.69%.

    Keempat, selama ini pembelajaran tentang investasi yang kita ketahui berasal dari textbook yang disusun berdasarkan kejadian dan kasus yang terjadi di negara asalnya yaitu Amerika Serikat. Perbedaan return yang tinggi tersebut menunjukkan bahwa apa yang terjadi di sana belum tentu juga terjadi disini. Oleh karena itu, kita tidak bisa menelan mentah-mentah semua hal yang ada dalam textbook.

    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On

  • Salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah menyiapkan mental kamu secara psychology, agar kamu tidak jatuh terpuruk dalam ketika situasi 'buruk' secara persepsi melanda. Ada banyak trader yang merugi, namun ada juga yang dengan mudahnya mendulang profit, sesederhana karena kesiapannya, bukan karena dana yang besar.

    Investasi di pasar modal tidak beresiko tinggi kok, RulaWoman. Selama kita tahu dan siap dengan psychology trading. Apa sajakah itu?

    ...
    See More
    1. Kenali dahulu, apakah kita trader, atau investor?

    Trader adalah orang yang memiliki waktu, keahlian dll untuk melihat chart setiap hari. Kalau investor, lebih untuk ke dalam jangka waktu yang lebih lama. Trader juga harus memiliki kemampuan yang lebih karena naik turunnya charts adalah kesempatan yang bisa dihitung untuk mendulang profit. Sementara Investor biasanya tidak memiliki waktu untuk melihat chartnya setiap hari.

    Keduanya sama-sama bisa memberikan profit yang sangat baik, bahkan mungkin malah sama. Kita hanya perlu tahu karakter mana yang cocok dengan kamu. Apakah kamu trader atau investor?

    2. Berapakah dana yang kamu gunakan?

    Penggunaan dana sebesar 5 juta rupiah, 50 juta rupiah dan 500 juta rupiah akan memberikan efek psikologi yang berbeda bagi setiap orang. Dan yang lebih penting lagi, apakah ini dana dingin atau bukan? Apakah kamu menghabiskan semua tabungan dengan berharap hasil maksimum dari trading atau tidak? Bagaimana dengan jangka waktu?

    RulaWoman, tentukan berapakah banyaknya uang yang akan kamu gunakan? Beberapa akan mengusulkan supaya kamu membatasi diri sebagai 'uang belajar' atau 'uang hilang' , sehingga segala kerugian yang mungkin timbul bisa kamu ikhlaskan karena kamu tahu itu adalah biaya yang harus kamu bayarkan sebagai proses belajar.

    Jujur, nggak seharusnya begitu juga sih. Asalkan kamu bisa bijak saja mengantisipasi dan menyikapi, kamu bisa kok nggak harus kehilangan uang di pasar modal.

    3. Bagaimanakah tujuan keuangan kamu?

    Tidak memiliki tujuan keuangan sama saja dengan memiliki kendaraan yang full bensin, GPS dan semua-muanya lengkap. Tapi karena kamu tidak tahu mau ke mana, maka kamu tidak akan pernah sampai di tujuan kamu, atau kendaraan kamu hanya bisa kamu biarkan terdiam di garasi.

    Tujuan keuangan itu penting dalam menentukan tolok ukur. Apa benar kamu sudah mendekati, atau mencapai target keuangan yang kamu miliki? Atau masih jauh, sehingga perlu direvisi? Tujuan keuangan kamu juga yang akan membuat kamu mengetahui apakah we are in the right track. Atau setidaknya kamu masih di jalan yang benar, nggak melenceng.

    4. Berapakah banyak waktu yang kamu gunakan untuk trading?

    Tentunya waktu belajar 2 jam per hari akan berbeda dengan mereka yang memiliki waktu belajar 4 hari. Kalau kamu hanya memiliki waktu yang terbatas tapi mengharapkan kamu bisa mendulang profit besar, itu bukan trading. Itu judi. Pelajari dan luangkan waktu. Please remember that investment takes time. Juga growth of profit.

    5. Apakah kamu ingin menjadikannya trading for a living atau masih mau part time?

    Segala sesuatu yang kamu lakukan part time dan full time pastinya berbeda. Kalau kamu masih berharap dengan terus bekerja sebagai karyawan dan di kantor kamu malah membuka chart kemudian berkata itu nggak apa-apa, well.. Kamu sama saja dengan telah melanggar kode etik. Dan itu namanya greedy. Greedy bukan temannya trader loh. Greedy temannya loser. Nggak heran kalau pilihan saham kamu pastinya saham gorengan dan nggak lama kemudian saham pilihannya nyangkut atau merugi.

    Investlah waktu dengan baik, baik untuk belajar saham untuk trading, atau untuk pekerjaan di kantor kalau kamu masih bekerja dengan orang lain. Rencanakan dengan baik, dan jadikanlah diri kita profesional.

    6. Sudah berapa lamakah kita trading?
    Seorang Peter Lynch pernah berkata kalau ia baru merasa nyaman setelah trading selama 3 tahun, dan benar-benar trading terenak baginya di tahun ke 4-5. Jadi kalau misalnya kamu merasa baru satu tahun pertama sudah merasa jago.. hehe.. Itu namanya Beginners Luck.

    Fath Alliansyah, Assitant VP dari salah satu sekuritas ternama di Jakarta, pernah berkata pada saya, bahwa pembelajaran yang terbesar seorang trader terjadi pada saat market crash. Jadi kalau kamu masih baru tading selama 1-2 tahun, dan kondisi market nyaman-nyaman saja, percayalah, the best is yet to come

    Hanya dari kesulitan seseorang baru bisa belajar banyak. Dan hanya dari sebuah kesulitanlah justru kamu bisa menjadi seorang yang ahli.

    Atau bahasa kerennya: A great sailor doesn't come from a still wave.

    7. Berapa banyakkah training tentang trading yang sudah kita ikuti?

    Setiap guru trading akan memiliki gayanya masing-masing yang cocok dengan mereka, yang bisa kamu pelajari. Baiknya kamu belajar dari beberapa orang guru, karena selain kamu bisa membandingkan, kamu juga akhirnya bisa menemukan gaya trading kamu sendiri.

    Semua guru pasti ada basic rules atau dasar trading yang sama. Namun pengembangannya berbeda-beda. Tinggal bagaimana kamu mengembangkan dan mengkombinasi sendiri jurus trading apa yang ampuh dan cocok buat kamu sendiri.

    8. Seberapa banyakkah ilmu pengetahuan yang kita miliki?

    Ilmu tentang trading itu banyak sekali dan tidak pernah habis. Semakin kamu mempelajarinya, semakin terasa sedikit ilmu yang dimiliki. Karena selain luas, tehnologi dan perkembangan ekonomi juga terus berevolusi. Jadi nggak akan ada satu teori yang sama berlaku terus menerus di dunia trading. Dan ini, asli keren.

    Perbanyak dan perkaya ilmu dengan banyak membaca, nantinya kamu akan menemukan sendiri gaya trading apa yang sesuai dengan diri dan karakter kamu. Karena yang namanya ilmu juga nggak akan pernah mubazir kok.

    9. Seberapa baikkah kemampuan analisa tehnikal dan fundamental kita?

    Kalau kamu masih jadi pengikut yang berpegang teguh dengan rekomendasi dari orang lain karena orang tersebut kamu anggap ahli, kenapa kemudian marah kalau ternyata profit tidak terjadi? Itu kan sama saja dengan kamu menyerahkan nasib kamu pada orang lain. Dan ini adalah tindakan yang tidak bijaksana.

    Income kamu, sukses tidaknya kamu, itu tergantung pada diri kamu sendiri, bukan orang lain. Kalaukamu masih merasa perlu bertanya di group atau pada siapapun tentang : saham yang naik besok apa? Terus berharap jadi milyuner di saham? Asli ngakak guling-guling saya.

    Semua saham ada karakternya, ada periodiknya, ada analisa tehnikal dan fundamental yang menjadi acuan. Pertanyaanya: bagaimanakah peran kamu dalam menganalisa?

    10. Bagaimanakah money management kamu?

    Dari semua hal yang saya sebut di atas, money management ini yang paling penting. Karena mental psychology mereka yang mempergunakan seluruh uang yang dimiliki akan berbeda dengan mereka yang mempergunakan dana dingin.

    Jadi kalau misalnya kamu mau serius dalam menjadikan trading sebagai bisnis penghasil income, lakukan ini:

    a. Pastikan pengeluaran dapur sudah terpenuhi dalam 12 bulan ke depan

    b. Sebelum memiliki income yang pasti dari saham, pastikan ada income cadangan lain dari tempat lain yang juga mendukung pemasukan kita

    c. Kita memiliki asuransi kesehatan

    d. Riset
    Trading dan memiliki penghasilan di saham itu bukan sesuatu yang mudah, namun bukan juga sesuatu yang mustahil. Menjadi master atau expert dan ahli dalam suatu bidang memerlukan waktu dan jam terbang yang tinggi. Seorang Valentino Rossi saja memulai karirnya bukan sebagai pengendara MotoGp, tapi ada step-stepnya yang harus kita lalui.
    Nggak ada yang instan di dunia ini kecuali mie instan dan makanan sachetan. Dan mohon diingat, semua yang instan juga nggak akan senikmat segala sesuatu yang we put soo much time and effort on it.
    Jadi sabar, dan percaya kalau apapun yang kita lalui, pasti akan membuah kan hasil.

    Msyaiful_arrahman Albanjari



    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On

  • Ketakutan Dan Keserakahan Akan Dominasi Kekalahan
    By: Parmadita "Psikologi"

    Sampai saat ini sudah ada ratusan, bahkan mungkin ribuan, artikel tentang trading dan investasi yang telah ditulis. Dengan munculnya berbagai macam instrumen keuangan baru setiap hari, kami merasa terdorong untuk mengumpulkan informasi pada elemen yang paling penting dari trading itu sendiri, yaitu efek emosional.
    ...
    See More
    Sebelum merinci elemen dasar mengenai emosi, kami akan memberi contoh gagasan dari dua orang publik figur tentang hal tersebut. Mereka tidak perlu memperkenalkan diri, sebab mereka telah cukup dikenal serta dihormati di seluruh dunia. Kami yakin Anda akan menyukai wawasan mereka dan menyerapnya ke dalam jiwa trading dan investasi Anda. Berikut sekilas mengenai wawasan kedua sosok tersebut:

    "Ketika berhadapan dengan orang, ingatlah Anda tidak berurusan dengan makhluk logika tapi makhluk emosi", Dale Carnegie (1888-1955).

    "Jangan lupa bahwa emosi yang kecil adalah kapten terbesar dari kehidupan dan kita hanya butuh mematuhi tanpa harus menyadarinya", Vincent van Gogh (1853-1890).

    Dua kutipan dari Carnegie dan van Gogh memperlihatkan betapa krusialnya emosi dalam kehidupan seseorang. Siapapun dan di manapun dia.Di dunia yang tampak diliputi oleh hal-hal logis, tanpa kita sadari, sering kali kita bersinggungan dengan hal-hal yang didominasi oleh emosi. Bahkan faktanya, tidak ada yang lebih menggerakkan diri kita daripada pemikiran kita yang bekerja tanpa kita sadari.
    Kebanyakan dari keputusan, tindakan, dan aksi kita terjadi akibat dorongan alam bawah sadar yang tidak diketahui asal usulnya. Salah satu contoh dari kehidupan nyata adalah tiba-tiba saja kita memiliki ide transaksi hari ini, atau tanpa diketahui asal usulnya Anda sudah memikirkan

    Di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia terdapat beberapa institusi kesehatan dan potensi manusia. Institusi-institusi tersebut merupakan organisasi penelitian dan pembelajaran, yang menggunakan Emotional Intelligence terhadap kepemimpinan seseorang. Salah satunya adalah perusahaan Fortune 500, yang merupakan sekolah bisnis top dunia.
    Menurut hasil studi mereka yang dilakukan terhadap lebih dari 160 individu berperforma tinggi di berbagai industri dan tingkat pekerjaan, memperlihatkan bahwa kecerdasan emosional dua kali lebih penting dalam memberikan kontribusi pada keberhasilan. Jika dibandingkan dengan kecerdasan otak dan keahlian belaka.
    Mengejutkan sekali bukan? Alangkah baiknya bila kecerdasan emosi tersebut diterapkan pada dunia trading dan investasi Terutama dengan dua emosi negatif yang mendominasi para pelaku trading dan investasi, yaitu: keserakahan dan rasa takut kehilangan.

    Sementara itu, penelitian yang dilakukan pada trader dan investor amatir mengungkapkan bahwa mereka akan menjadi serakah bila transaksi mereka mengalami kekalahan. Begitu juga apabila mereka menang. Para trader dan investor amatir tersebut akan merasa takut apa yang sudah mereka menangkan hilang kembali.
    Berdasarkan hasil riset tersebut, Anda bisa melakukan pelatihan psikologis sederhana yang bisa membantu mendisiplinkan reaksi dorongan jiwa Anda. Yaitu melalui analisis terhadap pengalaman Anda untuk bisa memahami keserakahan dan ketakutan Anda sendiri saat ber-trading dan berinvestasi.
    Semoga bermanfaat

    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On

  • Salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah menyiapkan mental kamu secara psychology, agar kamu tidak jatuh terpuruk dalam ketika situasi 'buruk' secara persepsi melanda. Ada banyak trader yang merugi, namun ada juga yang dengan mudahnya mendulang profit, sesederhana karena kesiapannya, bukan karena dana yang besar.

    Investasi di pasar modal tidak beresiko tinggi kok, RulaWoman. Selama kita tahu dan siap dengan psychology trading. Apa sajakah itu?

    ...
    See More
    1. Kenali dahulu, apakah kita trader, atau investor?

    Trader adalah orang yang memiliki waktu, keahlian dll untuk melihat chart setiap hari. Kalau investor, lebih untuk ke dalam jangka waktu yang lebih lama. Trader juga harus memiliki kemampuan yang lebih karena naik turunnya charts adalah kesempatan yang bisa dihitung untuk mendulang profit. Sementara Investor biasanya tidak memiliki waktu untuk melihat chartnya setiap hari.

    Keduanya sama-sama bisa memberikan profit yang sangat baik, bahkan mungkin malah sama. Kita hanya perlu tahu karakter mana yang cocok dengan kamu. Apakah kamu trader atau investor?

    2. Berapakah dana yang kamu gunakan?

    Penggunaan dana sebesar 5 juta rupiah, 50 juta rupiah dan 500 juta rupiah akan memberikan efek psikologi yang berbeda bagi setiap orang. Dan yang lebih penting lagi, apakah ini dana dingin atau bukan? Apakah kamu menghabiskan semua tabungan dengan berharap hasil maksimum dari trading atau tidak? Bagaimana dengan jangka waktu?

    RulaWoman, tentukan berapakah banyaknya uang yang akan kamu gunakan? Beberapa akan mengusulkan supaya kamu membatasi diri sebagai 'uang belajar' atau 'uang hilang' , sehingga segala kerugian yang mungkin timbul bisa kamu ikhlaskan karena kamu tahu itu adalah biaya yang harus kamu bayarkan sebagai proses belajar.

    Jujur, nggak seharusnya begitu juga sih. Asalkan kamu bisa bijak saja mengantisipasi dan menyikapi, kamu bisa kok nggak harus kehilangan uang di pasar modal.

    3. Bagaimanakah tujuan keuangan kamu?

    Tidak memiliki tujuan keuangan sama saja dengan memiliki kendaraan yang full bensin, GPS dan semua-muanya lengkap. Tapi karena kamu tidak tahu mau ke mana, maka kamu tidak akan pernah sampai di tujuan kamu, atau kendaraan kamu hanya bisa kamu biarkan terdiam di garasi.

    Tujuan keuangan itu penting dalam menentukan tolok ukur. Apa benar kamu sudah mendekati, atau mencapai target keuangan yang kamu miliki? Atau masih jauh, sehingga perlu direvisi? Tujuan keuangan kamu juga yang akan membuat kamu mengetahui apakah we are in the right track. Atau setidaknya kamu masih di jalan yang benar, nggak melenceng.

    4. Berapakah banyak waktu yang kamu gunakan untuk trading?

    Tentunya waktu belajar 2 jam per hari akan berbeda dengan mereka yang memiliki waktu belajar 4 hari. Kalau kamu hanya memiliki waktu yang terbatas tapi mengharapkan kamu bisa mendulang profit besar, itu bukan trading. Itu judi. Pelajari dan luangkan waktu. Please remember that investment takes time. Juga growth of profit.

    5. Apakah kamu ingin menjadikannya trading for a living atau masih mau part time?

    Segala sesuatu yang kamu lakukan part time dan full time pastinya berbeda. Kalau kamu masih berharap dengan terus bekerja sebagai karyawan dan di kantor kamu malah membuka chart kemudian berkata itu nggak apa-apa, well.. Kamu sama saja dengan telah melanggar kode etik. Dan itu namanya greedy. Greedy bukan temannya trader loh. Greedy temannya loser. Nggak heran kalau pilihan saham kamu pastinya saham gorengan dan nggak lama kemudian saham pilihannya nyangkut atau merugi.

    Investlah waktu dengan baik, baik untuk belajar saham untuk trading, atau untuk pekerjaan di kantor kalau kamu masih bekerja dengan orang lain. Rencanakan dengan baik, dan jadikanlah diri kita profesional.

    6. Sudah berapa lamakah kita trading?

    Seorang Peter Lynch pernah berkata kalau ia baru merasa nyaman setelah trading selama 3 tahun, dan benar-benar trading terenak baginya di tahun ke 4-5. Jadi kalau misalnya kamu merasa baru satu tahun pertama sudah merasa jago.. hehe.. Itu namanya Beginners Luck.

    Fath Alliansyah, Assitant VP dari salah satu sekuritas ternama di Jakarta, pernah berkata pada saya, bahwa pembelajaran yang terbesar seorang trader terjadi pada saat market crash. Jadi kalau kamu masih baru tading selama 1-2 tahun, dan kondisi market nyaman-nyaman saja, percayalah, the best is yet to come

    Hanya dari kesulitan seseorang baru bisa belajar banyak. Dan hanya dari sebuah kesulitanlah justru kamu bisa menjadi seorang yang ahli.

    Atau bahasa kerennya: A great sailor doesn't come from a still wave.

    7. Berapa banyakkah training tentang trading yang sudah kita ikuti?

    Setiap guru trading akan memiliki gayanya masing-masing yang cocok dengan mereka, yang bisa kamu pelajari. Baiknya kamu belajar dari beberapa orang guru, karena selain kamu bisa membandingkan, kamu juga akhirnya bisa menemukan gaya trading kamu sendiri.

    Semua guru pasti ada basic rules atau dasar trading yang sama. Namun pengembangannya berbeda-beda. Tinggal bagaimana kamu mengembangkan dan mengkombinasi sendiri jurus trading apa yang ampuh dan cocok buat kamu sendiri.

    8. Seberapa banyakkah ilmu pengetahuan yang kita miliki?

    Ilmu tentang trading itu banyak sekali dan tidak pernah habis. Semakin kamu mempelajarinya, semakin terasa sedikit ilmu yang dimiliki. Karena selain luas, tehnologi dan perkembangan ekonomi juga terus berevolusi. Jadi nggak akan ada satu teori yang sama berlaku terus menerus di dunia trading. Dan ini, asli keren.

    Perbanyak dan perkaya ilmu dengan banyak membaca, nantinya kamu akan menemukan sendiri gaya trading apa yang sesuai dengan diri dan karakter kamu. Karena yang namanya ilmu juga nggak akan pernah mubazir kok.

    9. Seberapa baikkah kemampuan analisa tehnikal dan fundamental kita?

    Kalau kamu masih jadi pengikut yang berpegang teguh dengan rekomendasi dari orang lain karena orang tersebut kamu anggap ahli, kenapa kemudian marah kalau ternyata profit tidak terjadi? Itu kan sama saja dengan kamu menyerahkan nasib kamu pada orang lain. Dan ini adalah tindakan yang tidak bijaksana.

    Income kamu, sukses tidaknya kamu, itu tergantung pada diri kamu sendiri, bukan orang lain. Kalaukamu masih merasa perlu bertanya di group atau pada siapapun tentang : saham yang naik besok apa? Terus berharap jadi milyuner di saham? Asli ngakak guling-guling saya.

    Semua saham ada karakternya, ada periodiknya, ada analisa tehnikal dan fundamental yang menjadi acuan. Pertanyaanya: bagaimanakah peran kamu dalam menganalisa?

    10. Bagaimanakah money management kamu?

    Dari semua hal yang saya sebut di atas, money management ini yang paling penting. Karena mental psychology mereka yang mempergunakan seluruh uang yang dimiliki akan berbeda dengan mereka yang mempergunakan dana dingin.

    Jadi kalau misalnya kamu mau serius dalam menjadikan trading sebagai bisnis penghasil income, lakukan ini:

    a. Pastikan pengeluaran dapur sudah terpenuhi dalam 12 bulan ke depan

    b. Sebelum memiliki income yang pasti dari saham, pastikan ada income cadangan lain dari tempat lain yang juga mendukung pemasukan kita

    c. Kita memiliki asuransi kesehatan

    d. Riset
    Trading dan memiliki penghasilan di saham itu bukan sesuatu yang mudah, namun bukan juga sesuatu yang mustahil. Menjadi master atau expert dan ahli dalam suatu bidang memerlukan waktu dan jam terbang yang tinggi. Seorang Valentino Rossi saja memulai karirnya bukan sebagai pengendara MotoGp, tapi ada step-stepnya yang harus kita lalui.
    Nggak ada yang instan di dunia ini kecuali mie instan dan makanan sachetan. Dan mohon diingat, semua yang instan juga nggak akan senikmat segala sesuatu yang we put soo much time and effort on it.
    Jadi sabar, dan percaya kalau apapun yang kita lalui, pasti akan membuah kan hasil.

    Repost
    Tq

    Like - Comment - Share 2 0 0

    Share On

  •  JANGAN TAKUT SALAH

    “Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan,
    sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru.”
    ...
    See More
    - Albert Einstein

    Jangan pernah takut dengan kesalahan. Manusia bukanlah malaikat. Sangat wajar jika di dalam kehidupan ini kita berbuat salah, yang paling penting kita bisa mengambil pembelajaran positif akibat kesalahan tersebut. Kesalahan bisa dijadikan sebagai  batu loncatan untuk mencapai kesuksesan ataupun sebagai penghambat kita untuk mencapai kesuksesan, semuanya tergantung dari respon dan pola pikir kita menghadapi kesalahan tersebut.

    Seorang pemenang percaya bahwa kesalahan membuatnya lebih dewasa, lebih bijaksana, lebih menguatkan jiwa, mental dan pikiran, lebih berkembang dan  fokus mencari solusi terbaik. Sedangkan pecundang akan sibuk mencari kambing hitam dibalik kesalahannya, sehingga jiwanya menjadi kerdil dan menarik kesalahan-kesalahan lain di dalam hidupnya. Kesalahan hanya memberi dampak 10 % bagi kehidupan, 90 % lainnya, tergantung dari respon kita terhadap kesalahan tersebut.

    Hidup adalah pilihan, anda berhak memilih untuk menjadi pecundang atau pemenang dalam kehidupan.   

    =====================


    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Bahan Pembelajaran Untuk Pemula, silahkan donwload dan dipelajari.

    Salam Sukses!!!
    File Type: pdf
    Like - Comment - Share 2 0 0

    Share On

No results to show

No results to show

No results to show

Sponsored