Search
  • Utang Luar Negeri per akhir kuartal II 2019 tersebut masih terkendali dengan struktur yang sehat, terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 195,5 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN ) sebesar 196,3 miliar dolar AS... http://bit.ly/2MkGXAY
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #TRUK -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Sektor infrastruktur dan aneka industri yang masing-masing bertambah +24 poin (+2,21%) dan +20 poin (+1,62%) menjadi penopang pergerakan indeks hari ini... http://bit.ly/2HJALPB
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #TRUK -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #TRUK -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Januari 2019 meningkat menjadi US$383,3 miliar, namun kondisi tersebut diklaim masih tetap terkendali dengan struktur yang sehat... https://goo.gl/6beyoF
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Adaro Energy (ADRO) membukukan laba bersih 2018 (FY18) lebih rendah dari perkiraan, karena tertekan biaya penurunan nilai (impairment) satu kali (one-off impairment costs) infrastruktur untuk OB dumping dan biaya transaksi akuisisi perusahaan di Australia, Kestrel... https://goo.gl/7CGxuR
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #TRUK -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #TRUK -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan melakukan Tender Wajib terhadap saham PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) sebanyak-banyaknya 9,04 persen dari modal disetor dan ditempatkan atau setara 28.438.700 lembar dengan harga Rp556 per unit... https://goo.gl/Lt93BQ
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #TRUK -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #TRUK -H1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • PT Valbury Sekuritas Indonesia
    Market Summary
    03 January 2019

    VIEW MARKET
    ...
    See More

    Sentimen pasar dari dalam negeri:
    Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit APBN 2018 di bawah 2%, atau terendah sejak tahun 2012. Hal ini dikarenakan belanja negara di pusat maupun daerah terealisir dengan baik dan pembiayaan mengalami kontraksi dengan defisit APBN sebesar 1,72% dari PDB, jauh lebih rendah dari proyeksi UU APBN 2018 sebesar 2,19%. Selain itu, penerimaan negara sudah melebihi 100%, dan belanja negara mencapai 97%.

    Hal lain yang menunjukan keberhasilan pemerintah, penerimaan negara tahun 2018 telah melebihi target atau mencapai 100,1% dari yang dicanangkan dalam APBN 2018 atau telah mencapai Rp1896.6 triliun. Tahun lalu, penerimaan negara hanya mencapai Rp1.655,8 triliun atau sekitar 95,4% dari target.

    Sementara itu, pada Desember 2018 tercatat inflasi sebesar 0,62% mom dan inflasi tahun kalender 3,13% yoy. Inflasi 2018 lebih kecil dibandingkan 2017 yang sebesar 3,61%. inflasi 2018 ini berada di bawah target pemerintah sebesar 3,5%. Sementara itu, Inflasi Desember terjadi akibat kenaikan harga bahan makanan 1,45% sehingga memberikan andil 0,29%. Sektor Transportasi, komunikasi, jasa keuangan tumbuh 1,28% dengan andil 0,24%.

    Sentimen pasar dari luar negeri :
    Serikat pekerja federal AS mengajukan gugatan terhadap pemerintahan Presiden AS Donald Trump dengan penutupan sebagian pemerintah yang dianggap merupakan tindakan yang secara ilegal memaksa lebih dari 400.000 karyawan federal untuk bekerja tanpa upah. Penutupan pemerintah terjadi karena permintaan Trump dana sebesar US$5 miliar untuk tembok perbatasan AS-Meksiko ditolak oleh Senat. Hingga hari kemarin permintaannya belum juga dipenuhi.

    Kabar lainnya, Trump menyatakan keinginannya untuk membuat kesepakatan dengan pemimpin fraksi Partai Demokrat mengenai pendanaan pembangunan tembok di perbatasan AS-Meksiko.

    Prediksi IHSG :
    Katalis positif data ekonomi Indonesia buat pasar masih terkendala oleh sentimen dari ekternal tentang ketidakpastian penutupan pemerintah AS. IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang menguat terbatas pada perdagngan saham hari ini.

    Perspektif tenikal
    Support Level : 6162/6143/6121
    Resistance Level : 6203/6225/6244
    Major Trend : Down
    Minor Trend : Up
    Pattern : Down to up

    TRADING IDEAS :
    These recommendations based on technical and only intended for one day trading

    PGAS: Trading Buy
    • Close 2210, TP 2250
    • Boleh buy di level 2160-2210
    • Resistance di 2250 & support di 2160
    • Waspadai jika tembus di 2160
    • Batasi resiko di 2140

    ADHI: Trading Buy
    • Close 1635, TP 1660
    • Boleh buy di level 1600-1635
    • Resistance di 1660 & support di 1600
    • Waspadai jika tembus di 1600
    • Batasi resiko di 1585

    PTPP : Trading Buy
    • Close 1910, TP 1945
    • Boleh buy di level 1845-1910
    • Resistance di 1945 & support di 1845
    • Waspadai jika tembus di 1845
    • Batasi resiko di 1835

    WSKT: Trading Buy
    • Close 1760, TP 1790
    • Boleh buy di level 1705-1760
    • Resistance di 1790 & support di 1705
    • Waspadai jika tembus di 1705
    • Batasi resiko di 1690

    WIKA: Trading Buy
    • Close 1715, TP 1755
    • Boleh buy di level 1665-1715
    • Resistance di 1755 & support di 1665
    • Waspadai jika tembus di 1665
    • Batasi resiko di 1650

    PPRO: Trading Buy
    • Close 121, TP 128
    • Boleh buy di level 113-121
    • Resistance di 128 & support di 113
    • Waspadai jika tembus di 113
    • Batasi resiko di 110

    Ket. TP : Target Price

    WATCHING ON SCREEN;
    JPFA, UNVR, BDMN, BBCA, ACES, INTP.

    (Disclaimer ON)

    Commodities Price: 3-Jan-19
    • Crude Oil-(barel) US$45.97 (-0.57)
    • Gold-(troy oz) US$1,288.90 (4.30)
    • Nickel-(ton) US$10,690.00 (-40.00)
    • Tin-(ton) US$19,475.00 (-10.00)
    • Coal (Newc)/ton US$101.10 (38.70)
    • CPO Mal/ton* MYR1,952.50 (-29.50)

    Foreign Exchange
    • USD/IDR* 14,457.50 (67.50)
    *running

    Agenda RUPS
    • BBRI - RUPSLB - 03 Jan 2019
    • BMRI - RUPSLB - 07 Jan 2019
    • MCOR - RUPSLB - 07 Jan 2019
    • SMCB - RUPSLB - 09 Jan 2019
    • GDYR - RUPSLB - 11 Jan 2019
    • PTIS - RUPSLB - 11 Jan 2019

    Agenda Ekonomi
    Kamis, 03/01/2019
    Time-C-Event-M-Survey-Prior
    20:30-US-Initial Jobless Claims-Dec-29-220k-216k
    20:30-US-Continuing Claims-Dec-22-na-1701k
    xx:xx-US-Advance Goods Trade Balance-Nov--$76.0b--$77.2b
    xx:xx-US-Wholesale Inventories MoM-Nov P-0.50%-0.80%
    xx:xx-US-Retail Inventories MoM-Nov-na-0.90%
    xx:xx-US-New Home Sales-Nov-568k-544k
    xx:xx-US-New Home Sales MoM-Nov-4.50%--8.90%
    16:00-EC-M3 Money Supply YoY-Nov-0.038-0.039
    13:00-ES-Industrial Production YoY-Nov-na-0.017

    Jumat, 04/01/2019
    Time-C-Event-M-Survey-Prior
    20:30-US-Change in Nonfarm Payrolls-Dec-180k-155k
    20:30-US-Unemployment Rate-Dec-3.70%-3.70%
    20:30-US-Labor Force Participation Rate-Dec-na-62.90%
    20:30-US-Underemployment Rate-Dec-na-7.60%
    08:45-CH-Caixin China PMI Composite-Dec-na-51.9
    08:45-CH-Caixin China PMI Services-Dec-53-53.8
    07:30-JN-Nikkei Japan PMI Mfg-Dec F-na-52.4
    16:00-EC-Markit Eurozone Services PMI-Dec F-51.4-51.4
    16:00-EC-Markit Eurozone Composite PMI-Dec F-51.3-51.3
    17:00-EC-PPI MoM-Nov--0.002-0.008
    17:00-EC-PPI YoY-Nov-0.042-0.049
    17:00-EC-CPI Core YoY-Dec A-0.01-0.01
    17:00-EC-CPI Estimate YoY-Dec-0.018-0.02
    14:45-FR-CPI EU Harmonized MoM-Dec P-0.001--0.002
    14:45-FR-CPI EU Harmonized YoY-Dec P-0.02-0.022
    14:45-FR-CPI MoM-Dec P-0.001--0.002
    14:45-FR-CPI YoY-Dec P-0.018-0.019
    15:50-FR-Markit France Services PMI-Dec F-49.7-49.6
    15:50-FR-Markit France Composite PMI-Dec F-49.4-49.3
    15:55-GE-Unemployment Change (000's)-Dec--13k--16k
    15:55-GE-Unemployment Claims Rate SA-Dec-0.05-0.05
    15:55-GE-Markit Germany Services PMI-Dec F-52.5-52.5
    15:55-GE-Markit/BME Germany Composite PMI-Dec F-52.2-52.2

    Tender Offer
    GHON, trading priode 21 Dec – 21 Jan 2019
    MPMX, trading priode 14 Jan – 12 Feb 2019

    Upcoming IPO
    Estika Tata Tiara, price 450-600, issued shares 376.86, listing date 10 Jan 2019
    Sentra Food Indonesia, price 115-150, issued shares 250.00, listing date 08 Jan 2019



    HEADLINE NEWS

    SRTG (+/-), telah menambah kepemilikan sahamnya di Merdeka Copper Gold (MDKA) dari sebelumnya 4,42% menjadi 20,756% melalui pembelian saham dari anak usaha perseroan yakni PT Trimitra Karya Jaya sebanyak 680.259.959 lembar dengan harga Rp2.940 per lembar atau total transaksi mencapai Rp1.999.964.279.460. Adapun tujuan dari transaksi ini adalah untuk restrukturisasi internal. Setelah transaksi ini maka SRTG memiliki secara langsung sebanyak 864.375.175 saham MDKA atau mewakili 20,756% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor MDKA dan PT Suwarna Artha Mandiri menguasai 3,16%.

    BEST (+/-), telah melakukan penjualan 10% saham atau sebanyak 70.340 lembar saham PT Daiwa Manunggal Logistik Properti kepada DH Asia Investment Jasmine dengan nilai transaksi mencapai Rp80.636.298.860. Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi dimana DH Asia Investment merupakan anak perusahaan tidak langsung dari Daiwa House Industry Co Ltd dan Daiwa House Industri Co Ltd merupakan pemegang 10% saham perseroan.

    INDS (+/-), anak usahanya yakni PT Indobaja Primamurni telah menghentikan penjualan flat bar kepada INDS. Hal tersebut dikarenakan Indobaja akan fokus di bisnis produksi alat-alat pertanian. Namun penghentian pasokan flat bar ini tidak mengganggu ketersediaan bahan baku bagi perseroan karena dipenuhi dari suplier lainnya yang selama ini juga memasok. Dikatakan bahwa tidak ada dampak secara finansial terhadap perseroan karena tidak memberikan dampak penjualan secara konsolidasi. Penjualan Indobaja Primamurni kepada perseroan terdapat jurnal eliminasi sedangkan laba bersih konsolidasi juga tidak berdampak signifikan.

    KBLM (+/-), memutuskan untuk membubarkan entitas anak perseroan yaitu PT Aruna Solar Indonesia dikarenakan tidak adanya kegiatan operasional. PT Aruna Solar Indonesia merupakan entitas anak KBLM yang bergerak di bidang jasa konstruksi dengan kepemilikan 99%. Dikatakan bahwa tidak ada dampak akibat penutupan anak usaha ini terhadap kegiatan operasional, hukum dan kondisi keuangan atau kelangsungan usaha KBLM.

    BNII (+), menargetkan penyaluran kredit 2019 tumbuh 10% hingga 11% YoY yang akan disokong sektor infrastruktur, makanan minuman serta tekstil. Guna mengimbangi penyaluran kredit, BNII menargetkan himpunan dana pihak ketiga (DPK) pada 2019 dapat tumbuh 7% hingga 9% dibandingkan pencapaian tahun 2018. Sementara untuk tahun 2018 pertumbuhan kredit BNII diestimasikan sekitar 6%-8% YoY. Per November 2018, penyaluran kredit BNII tercatat sebesar Rp 115,54 triliun atau tumbuh 7,09% YoY dari periode sama tahun 2017 Rp 107,89 triliun.

    ACES (+/-), pada tanggal 24 Desember 2018 hingga 28 Desember 2018 kembali melakukan pengalihan saham treasuri sejumlah 5.000 lot melalui BCA Sekuritas ke pasar. Jumlah dana yang telah diperoleh ACES dari transaksi tersebut sebesar Rp 735,84 juta. Dengan demikian, perusahaan telah menyelesaikan pengalihan kembali saham treasuri yang diperoleh dalam program buyback tahun 2013 sebanyak 482.570 lot.

    BBTN (+/-), berencana membentuk anak usaha di bidang manajer investasi (MI) dan asuransi pada tahun 2019 ini. Saat ini proses pembentukan anak usaha tersebut masih dalam tahap negosiasi setelah itu masih akan ada proses valuasi, Rencana pembentukan anak usaha melalui akuisisi sudah direncanakan sejak tahun 2018 lalu. Untuk rencana tersebut perseroan menyiapkan dana sebesar Rp 700 miliar. Selain asuransi dan manajer investasi, BBTN juga berniat membentuk anak usaha di bidang multifinance.

    APOL (+/-), melakukan peningkatan modal di beberapa entitas anak perusahaan yaitu PT Buana Samudra Pratama, PT Buana Jaya Pratama, PT Lotus Kaiousei Marine, PT Apol Sejahtera, PT Apol Cemerlang, PT Apol Bahtera, Arpeni Marine Co. Pte. Ltd dan Arpeni Shipping Co. Pte. Ltd, Grand Bulk Shipping Limited dan Mega Pacific Ocean Line Corporation. PT Buana Samudra Pratama sebelumnya memiliki modal dasar Rp 50 miliar dan modal disetor Rp 12,5 miliar dengan kepemilikan 99,96% dimiliki APOL dan 0,04% dimiliki PT Ayrus Prima. Kemudian ditingkatkan menjadi modal dasar Rp 100 miliar dan modal disetor Rp 89,21 dengan kepemilikan APOL sebesar 74,08%, PT Apol Stevedoring 4,2%, PT Pratama Surya Stevedoring 10,92% dan Ayrus Prima 0,01%. Peningkatan di PT Buana Jaya Pratama, modal dasar Rp 50 miliar dan modal disetor Rp 12,5 miliar dengan penguasaan APOL sebesar 11,12%, PT Surya Bahari Sejahtera 13,88%, PT APOL Lestari 62,33%, PT Lotis Jaya Marine 1,4% dan PT Ayrus Prima sebesar 0,07%. PT Lotus Kaiousei Marine juga ditingkatkan dari modal dasar Rp 10 miliar dan modal disetro Rp 2,5 miliar menjadi modal dasar Rp 100 miliar dan modal disetor Rp 62,92 miliar dengan kepemilikan APOL sebesar 99,96% dan Ayrus Prima sebesar 0,04%. Kemudian ada PT Apol Sejahtera yang modal dasarnya ditingkatkan dari Rp 10 miliar dan modal disetor Rp 2,5 miliar menjadi modal dasar Rp 100 miliar dan modal disetor Rp 95,53 miliar dengan penguasaan APOL sebesar 99,97% dan Ayrus Prima sebesar 0,03%. Sedangkan PT Apol Bahtera ditingkatkan dari modal dasar Rp 10 miliar dan modal disetor Rp 2,5 miliar menjadi modal dasar 100 miliar dan modal disetor Rp 87,97 miliar dengan 99,97% saham dikuasai APOL dan 0,03% dikuasai Ayrus Prima. Selain itu APOL juga meningkatkan modal Arpeni Marine Co.Pte. Ld dari SGD 1 juta menjadi SGD 8.86 juta dengan kepemilikan 100%. Arpeni Shipping Co. Pte. Ltd dari modal disetor SGD 100 ribu menjadi SGD 3,39 juta dengan kepemilikan 100%. Grand Bulk Shipping Limited dari modal disetor HKD 1 juta menjadi HKD 638,99 juta dengan kepemilikan 100% dan Mega Pacific Ocean Line Corporation dari US$ 1 menjadi US$ 52,96 juta dengan kepemilikan 100%.

    Sumber : Dari berbagai sumber diolah kembali
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • PETROSEA LEPAS SAHAMNYA DI KARIANGAU GAPURA TERMINAL ENERGI.
    IQPlus, (28/12) - PT Petrosea Tbk (PTR) tekah melakukan Perjanjian Jual Beli saham dengan PT Interport Mandiri Abadi (IMA) pada 21 Desember 2018 lalu.

    Menurut keterangan perseroan yang diperoleh Jumat disebutkan, perseroan telah melepas dan mengalihkan seluruh kepemilikan sahamnya di PT Kariangau Gapura Termina Energi (KGTE) atau sejumlah 1.250 lembar yang mewakili 25% dari saham KGTE.

    ...
    See More
    Adapun nilai transaksi pelepasan sbeesar Rp1.265.250.000.Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi dimana perseroan dan IMA merupakan anak perusahaan dari PT Indika Energy Tbk (INDY).

    Tujuan dari transaksi afiliasi ini disebutkan merupakan bagian dari restrukturisasi internal. (end)
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Saham-Saham Juara 2018

    KONTAN.CO.ID - Tahun 2018 sudah hampir berakhir. Sejumlah saham berhasil mendatangkan cuan luar biasa bagi investor.

    Salah satunya saham Indah Kiat Pulp & Paper (INKP). Bila dihitung sejak awal tahun hingga Rabu (26/12), saham ini mencetak cuan 116%. INKP menjadi saham dengan kinerja terbaik di indeks LQ45 dan IDX30, indeks yang beranggotakan saham kapitalisasi besar dengan likuiditas tinggi.
    ...
    See More

    Di urutan berikutnya, ada saham Bukit Asam (PTBA) yang mencetak return 74,39% dan saham Aneka Tambang (ANTM) dengan keuntungan 23,20%.

    Bila menyertakan saham kapitalisasi menengah dengan likuiditas bagus, saham Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) tercatat mencetak return tertinggi, dengan kenaikan 269%. Ini terlihat dari kinerja saham anggota indeks Kompas100 dan Bisnis27.

    Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menilai, saham-saham jawara tersebut terdongkrak oleh kinerja keuangan positif di tahun ini. Hasil kinerja tersebut direspons baik oleh pelaku pasar.

    Khusus industri kertas, menurut Reza, prospeknya masih bagus tahun depan. Sebab, ada potensi penggunaan kertas sebagai pengganti bahan kemasan yang belum ramah lingkungan. "INKP bisa jadi sasaran beli, karena pada harga yang masih cukup murah memiliki potensi yang besar," ujar Reza, Rabu (26/12). Saat ini, harga saham INKP setara price to earning ratio (PER) 6,20 kali. Sedang PER TKIM sebesar 6,81 kali.

    Tren kenaikan saham bisa berlanjut jika prospek industri didukung kondisi makroekonomi yang bagus. Menurut Aditya Perdana Putra, analis Semesta Indovest Sekuritas, jika pertumbuhan ekonomi tahun depan lebih baik dari 2018, maka sektor industri dasar, barang konsumsi, infrastruktur dan perbankan sangat menarik.

    Analis Panin Sekuritas William Hartanto juga melihat saham-saham jawara dari lima indeks itu punya fundamental bagus dan layak dijadikan investasi jangka panjang. Selain CPIN, dia menilai saham jawara lainnya, seperti PTBA dan PGAS, masih menarik.

    PGAS dan PTBA terdorong rencana holding BUMN yang akan membuat potensi dan jangkauan perusahaan semakin besar dan luas. William merekomendasikan CPIN, PTBA dan PGAS dengan target harga jangka menengah masing-masing di level Rp 7.200, Rp 4.500 dan Rp 2.400.

    Tapi William menilai INKP dan TKIM sudah naik terlalu tajam. Harga naik tinggi karena investor maupun fund manager baru menyadari fundamental kedua emiten kertas itu bagus. Alhasil, William menilai, sejumlah fund manager melakukan rebalancing dengan dengan mengoleksi INKP dan TKIM, sehingga harganya naik.

    Managing Director Head of Equity Capital Market Samuel International Harry Su juga menyebut saham INKP dan TKIM saat ini overvalued. "Prospek PTBA juga belum baik di kondisi harga minyak menurun. PGAS rentan turun saat ekonomi sedang turun, sebab volume distribusi gas akan melambat," ujar dia.

    *
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #TRUK -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #TRUK -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Hutama Karya akan fokus hanya ke konsesi dan mendelegasikan semua pekerjaan konstruksi ke anak usahanya. Hal ini dinilai positif untuk PT ADHI Karya Tbk (Tbk), terutama untuk neraca keuangan perseroan yang saat ini tercatat lebih baik... https://goo.gl/jM8Sgq

    #IPOTNews#KompasParaInvestor @ipotnews
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #TRUK -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • IHSG: 6081.87
    Indeks global pada perdagangan semalam melakukan konsolidasi setelah dalam 2 hari perdagangan sebelumnya mengalami penurunan yang cukup signifikan. Indeks Dow Jones dan Nasdaq ditutup menguat tipis setelah bergerak fluktuatif dalam teritorial positif – negatif. Selain itu, secara umum sentimen pasar global yang masih dinaungi kekhawatiran terhadap tutupnya pemerintahan AS, melemahnya harga minyak mentah dan The Fed yang masih berpeluang meningkatkan suku bunga lebih lanjut, mendorong sebagian investor global mengambil sikap wait and see. Faktor indeks global yang menguat tipis dan indeks kawasan regional yang cenderung mixed pagi ini, diperkirakan cenderung netral pengaruhnya terhadap indeks BEI hari ini.

    Aspek teknikal, indeks pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak netral sampai dengan menguat dan berpotensi melakukan rebound setelah pada dua sesi perdagangan sebelumnya sempat melemah. Range pergerakan indeks untuk hari ini diperkirakan akan berada di rentang 6000-6125.

    ...
    See More
    Rekomendasi Harian

    BBTN – BUY

    Harga melakukan rebound dengan membentuk candlestick bullish sehingga aksi beli dapat dilakukan dilevel Rp2,600 dengan target keuntungan dilevel Rp2,800.

    BMRI – BUY

    Harga melakukan rebound yang signfikan sehingga aksi beli dapat dilakukan dilevel Rp7,325 dengan target keuntungan dilevel Rp7,700.

    Berita Korporasi

    ARMY akan melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non HMETD) sebanyak 10% dari modal disetor Perseroan atau sebanyak 818,750,000 saham dengan harga pelaksanaan Rp293 per saham.

    ADRO akan membagikan dividen interim tahun 2018 sebesar US$0.00235 per saham dengan cum dividen di pasar reguler tanggal 26 Desember 2018.

    PPRE menargetkan pendapatan 2019 sebesar Rp4 - 4.5 triliun dan kontrak baru sebesar Rp5.5 – 5.9 triliun. Perseroan menganggarkan belanja modal 2019 sebesar Rp1 – 1.5 triliun untuk mencapai target kinerja 2019 tersebut.

    MEDC: Dua anak usaha Perseroan, PT Medco E&P Malaka dan PT Medco E&P Tomori Sulawesi mendapatkan pinjaman sebesar US$500 juta dari sindikasi 15 Bank.

    TBIG telah menyelesaikan akuisisi 51% saham PT Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) senilai Rp34.45 miliar. Perseroan akan melakukan tender offer saham publik , kecuali untuk saham yang dimiliki oleh PT Armanda Persada, PT Mulia Sukses Mandiri, Scavindo Ventures Ltd, Lancar Distrindo dan Sukses Prima Sakti.

    ALDO telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk rencana akuisisi 99% saham PT Eco Paper Indonesia (EPI). Dana untuk akuisisi akan diperoleh dari hasil rights issue (HMETD)

    PTPP memproyeksikan laba bersih 2018 tumbuh 8.96% menjadi Rp1.58 triliun vs 2017 sebesar Rp1.45 triliun. Laba bersih 2018 diperoleh dari proyeksi kontrak baru 2018 sebesar Rp43 triliun dan penjualan yang diprediksi Rp20 triliun.

    Info lengkap baca UOBKH retail monitor
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #TRUK -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #TRUK -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #TRUK -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #TRUK -H1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #TRUK -M15
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On

No results to show

No results to show

No results to show

Sponsored