Search
  • #PGAS -H1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • BCAS Technical View 17 Jan 2019

    Stock pick

    1. IHSG (6413) - SOS (6355-6500)
    ...
    See More
    Hari ini IHSG masih akan berfluktuasi dengan potensi profit taking dan bergerak dalam range 6355-6500 dengan pertimbangan: Muncul Hanging man candle dengan RSI melemah dan SO berpotensi DX serta volume perdagangan menurun. Menguji resistance level terdekat di 6415-6460 dan menguji support level awal di 6373-6408.

    2. BBTN (2.750) – BOW (2.670-2.880)
    Muncul Inverted hammer candle dengan MA5 berpotensi GX diikuti kenaikan volume perdagangan namun RSI melemah dan SO berpotensi DX. Hari ini menguji support level terdekat di 2.670-2.720 dengan potensi rebound dan menguji resistance level awal 2.770-2.820. HOLD jika mampu break dan bertahan di atas 2.800. Stop loss jika break support level 2.670.

    3. DOID (615) - Spec BUY (550-715)
    Menguji Three white soldiers pattern candle dengan RSI menguat dan SO berpotongan GX diikuti kenaikan volume perdagangan. Hari ini menguji resistance level 625-665 namun rawan profit taking dan menguji support level awal 550-595. HOLD jika mampu break dan bertahan di 665. Stop loss jika break 550.

    4. HRUM (1.740) – Spec BUY (1.640-1.870)
    Muncul Bullish engulfing pattern candle dengan RSI menguat dan SO berpotongan GX diikuti kenaikan volume perdagangan. Hari ini menguji support level 1.640-1.720 dan menguji resistance level awal 1.760-1.800. HOLD jika mampu break dan bertahan di atas 1.800. Stop loss jika break support level 1.640.

    5. INDY (1.935) – Spec BUY (1.875-2.020)
    Muncul Inverted hammer candle dengan RSI menguat diikuti kenaikan volume perdagangan. Hari ini berpotensi menguji resistance level awal 1.950-2.020 namun rawan profit taking dan menguji support level 1.875-1.920. HOLD jika mampu break dan bertahan di atas 2.000-2.020. Stop loss jika break 1.875.

    6. KINO (2.930) – Spec BUY (2.860-3.010)
    Muncul Spinning top white candle dengan MACD berpotensi GX dan RSI menguat diikuti kenaikan volume perdagangan. Hari ini menguji resistance level 2.950-3.010 namun rawan profit taking dan menguji support level terdekat 2.870-2.910. Sell On Strength jika gagal break dan bertahan di atas 3.000. Stop loss jika break support level 2.860.

    7. PTBA (4.380) – Spec BUY (4.330-4.500)
    Menguji Three black crows pattern candle dengan volume perdagangan menurun namun RSI menguat. Hari ini menguji support level 4.330-4.360 dengan potensi rebound dan menguji resistance level awal di 4.400-4.450. HOLD jika mampu break dan bertahan di atas 4.450. Stop loss jika break 4.330.

    8. UNTR (26.050) – Spec BUY (25.275-27.150)
    Muncul Bullish harami pattern candle dengan RSI menguat namun volume perdagangan menurun. Hari ini menguji support level 25.275-25.850 dengan potensi rebound dan menguji resistance level awal 26.350-27.150. HOLD jika mampu break dan bertahan di atas 26.400-27.150. Stop loss jika break support level 25.275.

    9. WOOD (605) – Spec BUY (575-670)
    Muncul Inverted hammer candle dengan RSI meelemah dan volume perdagangan menurun namun MA5 berpotongan GX dan MACD berpotensi GX. Hari ini menguji resistance level awal di 620-670 dan menguji support level 580-600. HOLD jika mampu break dan bertahan di atas 630. Stop loss jika break 575.

    10. BMRI (7.800) - SOS (7.575-8.100)
    Muncul Northern star doji candle dengan volume perdagangan menurun namun RSI menguat dan SO berpotongan GX. Hari ini menguji resistance level terdekat di 7.875-8.100 namun rawan profit taking dan menguji support level terdekat 7.575-7.750. HOLD jika mampu break dan bertahan di atas 7.900-8.000. Stop loss jika break 7.575.

    11. KRAS (470) – SOS (458-484)
    Menguji Three white soldiers pattern candle dengan RSI menguat namun SO berada di area jenuh beli dan volume perdagangan menurun. Hari ini menguji resistance level awal 474-484 namun rawan profit taking dan menguji support level awal di 458-466. HOLD jika mampu break dan bertahan di atas 480-484. Stop loss jika break 458.

    Link Report : https://goo.gl/eVuw6W

    Watchlist
    ADHI, APIC, APLN, ASII, ASRI, AUTO, BABP, BBCA, BBNI, BDMN, BEST, BKSL, BNBA, BNII, BTPS, BWPT, CTTH, DYAN, ESSA, FINN, GZCO, HEXA, IKAI, IMAS, INCO, INDF, INDR, INTP, IPCM, JSMR, JTPE, KBLI, KRAS, KREN, LPKR, MAPI, MBAP, MPMX, MPRO, PGAS, PPRO, PZZA, RBMS, RISE, ROTI, SDMU, SGRO, SIDO, SMDR, SMGR, SMSM, SRIL, SMSM, TINS, TIRA, TLKM, TKIM, TOPS, WEGE, WSBP,

    Disclaimer On
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -H1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -H1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • IHSG: 6361.47
    Hari ini faktor global diperkirakan cenderung netral menyusul penutupan indeks Dow Jones dan Nasdaq yang melemah tipis cenderung flat. Pola pergerakan indeks global tersebut mengindikasikan bahwa pasar global sedang melakukan konsolidasi setelah dalam 5 hari perdagangan sebelumnya mengalami penguatan harga secara berturut-turut. Selain itu, mulai meningkatnya kekhawatiran terhadap diperpanjangnya US government shutdown menjadi pendorong bagi investor yang tidak menyukai risiko untuk melakukan profit taking. Sementara itu indeks kawasan regional yang cenderung mixed dan harga minyak yang juga sedang melakukan konsolidasi diperkirakan akan netral pengaruhnya terhadap indeks BEI. Pergerakan indeks diperkirakan masih akan cenderung fluktuatif dan pergerakan saham masih mixed sehingga investor sebaiknya selektif dalam melakukan transaksi day trading.

    Aspek teknikal, indeks pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dalam trend konsolidasi menyusul indikator volatilitas yang kian menurun. Range pergerakan indeks untuk hari ini diperkirakan akan berada di rentang 6310-6415. Sedangkan untuk minggu ini, indeks diperkirakan masih berpotensi untuk bergerak dengan trend menguat setelah pada perdagangan minggu lalu ditutup positif. Range pergerakan minggu ini diperkirakan akan berada di rentang 6240-6480.

    ...
    See More
    Rekomendasi Harian

    INTP – BUY

    Harga melakukan rebound sehingga aksi beli dapat dilakukan di level Rp18,000 dengan target keuntungan di level Rp19,000.

    ASII – BUY

    Harga ditutup diatas garis MA 20-hari sehingga aksi beli dapat dilakukan di level Rp8,275 dengan target keuntungan di level Rp8,600.

    Berita Korporasi

    INTP membukukan volume penjualan sebesar 18 juta ton pada 2018 atau naik 6% yoy dari tahun sebelumnya.

    INTA menggeser penjualan produknya dari sektor pertambangan batu bara ke sektor lain untuk antisipasi resiko pelemahan harga batu bara.

    MMLP berencana menambah 3 gudang baru dengan luas diatas 100.000 M2.

    WEGE menyiapkan belanja modal sekitar Rp650 miliar untuk pengembangan bisnis konsesi pada 2019.

    PTPP: Konsorsium Perseroan, PT Bumi Karsa, PT China Communications Construction Engineering Indonesia, dan PT Iroda Mitra akan membentuk perusahaan patungan (Joint Venture/JV) untuk mengerjakan proyek perkeretaapian umum Makasar-Parepare yang dimenangkan konsorsium tersebut.

    PDIB akan membangun pabrik baru di wilayah Jawa Tengah diatas lahan seluas 12 Ha yang akan diakuisisi.

    LPKR menjual saham di dua rumah sakit di Myanmar kepada OUE Lippo Healthcare Limited melalui PT Waluya Graha Loka senilai US$19.5 juta pada tanggal 10/1/2019.

    PGAS akan mengalokasikan dana investasi 2019 sebesar US$500 juta untuk pembangunan pipa tambahan sekitar 700 km.

    STTP: Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idA untuk perseroan dan obligasi berkelanjutan I tahun 2016.

    Info lengkap baca UOBKH retail monitor

    Please click here for full disclosures/disclaimers:
    http://research.uobkayhian.com/content_download.jsp?id=29176&h=90664f7d1cde0398e10c9466ef495b89
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -H1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -H1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • PT Valbury Sekuritas Indonesia
    Market Summary
    03 January 2019

    VIEW MARKET
    ...
    See More

    Sentimen pasar dari dalam negeri:
    Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit APBN 2018 di bawah 2%, atau terendah sejak tahun 2012. Hal ini dikarenakan belanja negara di pusat maupun daerah terealisir dengan baik dan pembiayaan mengalami kontraksi dengan defisit APBN sebesar 1,72% dari PDB, jauh lebih rendah dari proyeksi UU APBN 2018 sebesar 2,19%. Selain itu, penerimaan negara sudah melebihi 100%, dan belanja negara mencapai 97%.

    Hal lain yang menunjukan keberhasilan pemerintah, penerimaan negara tahun 2018 telah melebihi target atau mencapai 100,1% dari yang dicanangkan dalam APBN 2018 atau telah mencapai Rp1896.6 triliun. Tahun lalu, penerimaan negara hanya mencapai Rp1.655,8 triliun atau sekitar 95,4% dari target.

    Sementara itu, pada Desember 2018 tercatat inflasi sebesar 0,62% mom dan inflasi tahun kalender 3,13% yoy. Inflasi 2018 lebih kecil dibandingkan 2017 yang sebesar 3,61%. inflasi 2018 ini berada di bawah target pemerintah sebesar 3,5%. Sementara itu, Inflasi Desember terjadi akibat kenaikan harga bahan makanan 1,45% sehingga memberikan andil 0,29%. Sektor Transportasi, komunikasi, jasa keuangan tumbuh 1,28% dengan andil 0,24%.

    Sentimen pasar dari luar negeri :
    Serikat pekerja federal AS mengajukan gugatan terhadap pemerintahan Presiden AS Donald Trump dengan penutupan sebagian pemerintah yang dianggap merupakan tindakan yang secara ilegal memaksa lebih dari 400.000 karyawan federal untuk bekerja tanpa upah. Penutupan pemerintah terjadi karena permintaan Trump dana sebesar US$5 miliar untuk tembok perbatasan AS-Meksiko ditolak oleh Senat. Hingga hari kemarin permintaannya belum juga dipenuhi.

    Kabar lainnya, Trump menyatakan keinginannya untuk membuat kesepakatan dengan pemimpin fraksi Partai Demokrat mengenai pendanaan pembangunan tembok di perbatasan AS-Meksiko.

    Prediksi IHSG :
    Katalis positif data ekonomi Indonesia buat pasar masih terkendala oleh sentimen dari ekternal tentang ketidakpastian penutupan pemerintah AS. IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang menguat terbatas pada perdagngan saham hari ini.

    Perspektif tenikal
    Support Level : 6162/6143/6121
    Resistance Level : 6203/6225/6244
    Major Trend : Down
    Minor Trend : Up
    Pattern : Down to up

    TRADING IDEAS :
    These recommendations based on technical and only intended for one day trading

    PGAS: Trading Buy
    • Close 2210, TP 2250
    • Boleh buy di level 2160-2210
    • Resistance di 2250 & support di 2160
    • Waspadai jika tembus di 2160
    • Batasi resiko di 2140

    ADHI: Trading Buy
    • Close 1635, TP 1660
    • Boleh buy di level 1600-1635
    • Resistance di 1660 & support di 1600
    • Waspadai jika tembus di 1600
    • Batasi resiko di 1585

    PTPP : Trading Buy
    • Close 1910, TP 1945
    • Boleh buy di level 1845-1910
    • Resistance di 1945 & support di 1845
    • Waspadai jika tembus di 1845
    • Batasi resiko di 1835

    WSKT: Trading Buy
    • Close 1760, TP 1790
    • Boleh buy di level 1705-1760
    • Resistance di 1790 & support di 1705
    • Waspadai jika tembus di 1705
    • Batasi resiko di 1690

    WIKA: Trading Buy
    • Close 1715, TP 1755
    • Boleh buy di level 1665-1715
    • Resistance di 1755 & support di 1665
    • Waspadai jika tembus di 1665
    • Batasi resiko di 1650

    PPRO: Trading Buy
    • Close 121, TP 128
    • Boleh buy di level 113-121
    • Resistance di 128 & support di 113
    • Waspadai jika tembus di 113
    • Batasi resiko di 110

    Ket. TP : Target Price

    WATCHING ON SCREEN;
    JPFA, UNVR, BDMN, BBCA, ACES, INTP.

    (Disclaimer ON)

    Commodities Price: 3-Jan-19
    • Crude Oil-(barel) US$45.97 (-0.57)
    • Gold-(troy oz) US$1,288.90 (4.30)
    • Nickel-(ton) US$10,690.00 (-40.00)
    • Tin-(ton) US$19,475.00 (-10.00)
    • Coal (Newc)/ton US$101.10 (38.70)
    • CPO Mal/ton* MYR1,952.50 (-29.50)

    Foreign Exchange
    • USD/IDR* 14,457.50 (67.50)
    *running

    Agenda RUPS
    • BBRI - RUPSLB - 03 Jan 2019
    • BMRI - RUPSLB - 07 Jan 2019
    • MCOR - RUPSLB - 07 Jan 2019
    • SMCB - RUPSLB - 09 Jan 2019
    • GDYR - RUPSLB - 11 Jan 2019
    • PTIS - RUPSLB - 11 Jan 2019

    Agenda Ekonomi
    Kamis, 03/01/2019
    Time-C-Event-M-Survey-Prior
    20:30-US-Initial Jobless Claims-Dec-29-220k-216k
    20:30-US-Continuing Claims-Dec-22-na-1701k
    xx:xx-US-Advance Goods Trade Balance-Nov--$76.0b--$77.2b
    xx:xx-US-Wholesale Inventories MoM-Nov P-0.50%-0.80%
    xx:xx-US-Retail Inventories MoM-Nov-na-0.90%
    xx:xx-US-New Home Sales-Nov-568k-544k
    xx:xx-US-New Home Sales MoM-Nov-4.50%--8.90%
    16:00-EC-M3 Money Supply YoY-Nov-0.038-0.039
    13:00-ES-Industrial Production YoY-Nov-na-0.017

    Jumat, 04/01/2019
    Time-C-Event-M-Survey-Prior
    20:30-US-Change in Nonfarm Payrolls-Dec-180k-155k
    20:30-US-Unemployment Rate-Dec-3.70%-3.70%
    20:30-US-Labor Force Participation Rate-Dec-na-62.90%
    20:30-US-Underemployment Rate-Dec-na-7.60%
    08:45-CH-Caixin China PMI Composite-Dec-na-51.9
    08:45-CH-Caixin China PMI Services-Dec-53-53.8
    07:30-JN-Nikkei Japan PMI Mfg-Dec F-na-52.4
    16:00-EC-Markit Eurozone Services PMI-Dec F-51.4-51.4
    16:00-EC-Markit Eurozone Composite PMI-Dec F-51.3-51.3
    17:00-EC-PPI MoM-Nov--0.002-0.008
    17:00-EC-PPI YoY-Nov-0.042-0.049
    17:00-EC-CPI Core YoY-Dec A-0.01-0.01
    17:00-EC-CPI Estimate YoY-Dec-0.018-0.02
    14:45-FR-CPI EU Harmonized MoM-Dec P-0.001--0.002
    14:45-FR-CPI EU Harmonized YoY-Dec P-0.02-0.022
    14:45-FR-CPI MoM-Dec P-0.001--0.002
    14:45-FR-CPI YoY-Dec P-0.018-0.019
    15:50-FR-Markit France Services PMI-Dec F-49.7-49.6
    15:50-FR-Markit France Composite PMI-Dec F-49.4-49.3
    15:55-GE-Unemployment Change (000's)-Dec--13k--16k
    15:55-GE-Unemployment Claims Rate SA-Dec-0.05-0.05
    15:55-GE-Markit Germany Services PMI-Dec F-52.5-52.5
    15:55-GE-Markit/BME Germany Composite PMI-Dec F-52.2-52.2

    Tender Offer
    GHON, trading priode 21 Dec – 21 Jan 2019
    MPMX, trading priode 14 Jan – 12 Feb 2019

    Upcoming IPO
    Estika Tata Tiara, price 450-600, issued shares 376.86, listing date 10 Jan 2019
    Sentra Food Indonesia, price 115-150, issued shares 250.00, listing date 08 Jan 2019



    HEADLINE NEWS

    SRTG (+/-), telah menambah kepemilikan sahamnya di Merdeka Copper Gold (MDKA) dari sebelumnya 4,42% menjadi 20,756% melalui pembelian saham dari anak usaha perseroan yakni PT Trimitra Karya Jaya sebanyak 680.259.959 lembar dengan harga Rp2.940 per lembar atau total transaksi mencapai Rp1.999.964.279.460. Adapun tujuan dari transaksi ini adalah untuk restrukturisasi internal. Setelah transaksi ini maka SRTG memiliki secara langsung sebanyak 864.375.175 saham MDKA atau mewakili 20,756% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor MDKA dan PT Suwarna Artha Mandiri menguasai 3,16%.

    BEST (+/-), telah melakukan penjualan 10% saham atau sebanyak 70.340 lembar saham PT Daiwa Manunggal Logistik Properti kepada DH Asia Investment Jasmine dengan nilai transaksi mencapai Rp80.636.298.860. Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi dimana DH Asia Investment merupakan anak perusahaan tidak langsung dari Daiwa House Industry Co Ltd dan Daiwa House Industri Co Ltd merupakan pemegang 10% saham perseroan.

    INDS (+/-), anak usahanya yakni PT Indobaja Primamurni telah menghentikan penjualan flat bar kepada INDS. Hal tersebut dikarenakan Indobaja akan fokus di bisnis produksi alat-alat pertanian. Namun penghentian pasokan flat bar ini tidak mengganggu ketersediaan bahan baku bagi perseroan karena dipenuhi dari suplier lainnya yang selama ini juga memasok. Dikatakan bahwa tidak ada dampak secara finansial terhadap perseroan karena tidak memberikan dampak penjualan secara konsolidasi. Penjualan Indobaja Primamurni kepada perseroan terdapat jurnal eliminasi sedangkan laba bersih konsolidasi juga tidak berdampak signifikan.

    KBLM (+/-), memutuskan untuk membubarkan entitas anak perseroan yaitu PT Aruna Solar Indonesia dikarenakan tidak adanya kegiatan operasional. PT Aruna Solar Indonesia merupakan entitas anak KBLM yang bergerak di bidang jasa konstruksi dengan kepemilikan 99%. Dikatakan bahwa tidak ada dampak akibat penutupan anak usaha ini terhadap kegiatan operasional, hukum dan kondisi keuangan atau kelangsungan usaha KBLM.

    BNII (+), menargetkan penyaluran kredit 2019 tumbuh 10% hingga 11% YoY yang akan disokong sektor infrastruktur, makanan minuman serta tekstil. Guna mengimbangi penyaluran kredit, BNII menargetkan himpunan dana pihak ketiga (DPK) pada 2019 dapat tumbuh 7% hingga 9% dibandingkan pencapaian tahun 2018. Sementara untuk tahun 2018 pertumbuhan kredit BNII diestimasikan sekitar 6%-8% YoY. Per November 2018, penyaluran kredit BNII tercatat sebesar Rp 115,54 triliun atau tumbuh 7,09% YoY dari periode sama tahun 2017 Rp 107,89 triliun.

    ACES (+/-), pada tanggal 24 Desember 2018 hingga 28 Desember 2018 kembali melakukan pengalihan saham treasuri sejumlah 5.000 lot melalui BCA Sekuritas ke pasar. Jumlah dana yang telah diperoleh ACES dari transaksi tersebut sebesar Rp 735,84 juta. Dengan demikian, perusahaan telah menyelesaikan pengalihan kembali saham treasuri yang diperoleh dalam program buyback tahun 2013 sebanyak 482.570 lot.

    BBTN (+/-), berencana membentuk anak usaha di bidang manajer investasi (MI) dan asuransi pada tahun 2019 ini. Saat ini proses pembentukan anak usaha tersebut masih dalam tahap negosiasi setelah itu masih akan ada proses valuasi, Rencana pembentukan anak usaha melalui akuisisi sudah direncanakan sejak tahun 2018 lalu. Untuk rencana tersebut perseroan menyiapkan dana sebesar Rp 700 miliar. Selain asuransi dan manajer investasi, BBTN juga berniat membentuk anak usaha di bidang multifinance.

    APOL (+/-), melakukan peningkatan modal di beberapa entitas anak perusahaan yaitu PT Buana Samudra Pratama, PT Buana Jaya Pratama, PT Lotus Kaiousei Marine, PT Apol Sejahtera, PT Apol Cemerlang, PT Apol Bahtera, Arpeni Marine Co. Pte. Ltd dan Arpeni Shipping Co. Pte. Ltd, Grand Bulk Shipping Limited dan Mega Pacific Ocean Line Corporation. PT Buana Samudra Pratama sebelumnya memiliki modal dasar Rp 50 miliar dan modal disetor Rp 12,5 miliar dengan kepemilikan 99,96% dimiliki APOL dan 0,04% dimiliki PT Ayrus Prima. Kemudian ditingkatkan menjadi modal dasar Rp 100 miliar dan modal disetor Rp 89,21 dengan kepemilikan APOL sebesar 74,08%, PT Apol Stevedoring 4,2%, PT Pratama Surya Stevedoring 10,92% dan Ayrus Prima 0,01%. Peningkatan di PT Buana Jaya Pratama, modal dasar Rp 50 miliar dan modal disetor Rp 12,5 miliar dengan penguasaan APOL sebesar 11,12%, PT Surya Bahari Sejahtera 13,88%, PT APOL Lestari 62,33%, PT Lotis Jaya Marine 1,4% dan PT Ayrus Prima sebesar 0,07%. PT Lotus Kaiousei Marine juga ditingkatkan dari modal dasar Rp 10 miliar dan modal disetro Rp 2,5 miliar menjadi modal dasar Rp 100 miliar dan modal disetor Rp 62,92 miliar dengan kepemilikan APOL sebesar 99,96% dan Ayrus Prima sebesar 0,04%. Kemudian ada PT Apol Sejahtera yang modal dasarnya ditingkatkan dari Rp 10 miliar dan modal disetor Rp 2,5 miliar menjadi modal dasar Rp 100 miliar dan modal disetor Rp 95,53 miliar dengan penguasaan APOL sebesar 99,97% dan Ayrus Prima sebesar 0,03%. Sedangkan PT Apol Bahtera ditingkatkan dari modal dasar Rp 10 miliar dan modal disetor Rp 2,5 miliar menjadi modal dasar 100 miliar dan modal disetor Rp 87,97 miliar dengan 99,97% saham dikuasai APOL dan 0,03% dikuasai Ayrus Prima. Selain itu APOL juga meningkatkan modal Arpeni Marine Co.Pte. Ld dari SGD 1 juta menjadi SGD 8.86 juta dengan kepemilikan 100%. Arpeni Shipping Co. Pte. Ltd dari modal disetor SGD 100 ribu menjadi SGD 3,39 juta dengan kepemilikan 100%. Grand Bulk Shipping Limited dari modal disetor HKD 1 juta menjadi HKD 638,99 juta dengan kepemilikan 100% dan Mega Pacific Ocean Line Corporation dari US$ 1 menjadi US$ 52,96 juta dengan kepemilikan 100%.

    Sumber : Dari berbagai sumber diolah kembali
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • RHB Indonesia Morning Cuppa: 28 Dec 2018
    Top Story:
    ♦BTPN Syariah : Positive Momentum To Continue In 2019; Maintain BUY
    Market:
    ♦Indonesia Stock Exchange to assign alert codes to risky companies
    ...
    See More
    Industry:
    ♦Christmas and New Year festivities is expected to boost retail sales by 15-20%
    ♦Data usage for telco companies rose significantly in year end
    ♦Insurance coverage for Banten tsunami is projected to be IDR15.9trn
    Corporate:
    ♦Perusahaan Gas Negara (PGAS IJ) ’s shareholders has approved the company’s acquisition of Pertagas
    ♦Indonesia awarded rights to companies including Medco Energi (MEDC IJ) to explore four oil and gas blocks
    ♦Jasa Marga (JSMR IJ) aims for loan syndication of IDR10trn for 2019
    ♦Wijaya Karya (WIKA IJ) launched first perpetual bond of IDR600bn with interest of 10.5% for 3yrs
    ♦Jakarta MRT to be completed in February 2019
    To see the full report, kindly click the link: https://bit.ly/2VbqXCE

    Disclaimer: This message is for information purposes only. Reproduction or dissemination to third party is prohibited. No representation or warranty (express or implied) is given as to the accuracy or completeness of the information nor shall it be construed as an offer/solicitation or recommendation to buy/sell any stocks . Investors should make their own informed decisions by consulting your own independent adviser(s) before investing. We accept no responsibility or liability for loss or damage that may arise from the reliance of this message. For the full information regarding the stocks mentioned herein please refer to the relevant websites.
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Saham-Saham Juara 2018

    KONTAN.CO.ID - Tahun 2018 sudah hampir berakhir. Sejumlah saham berhasil mendatangkan cuan luar biasa bagi investor.

    Salah satunya saham Indah Kiat Pulp & Paper (INKP). Bila dihitung sejak awal tahun hingga Rabu (26/12), saham ini mencetak cuan 116%. INKP menjadi saham dengan kinerja terbaik di indeks LQ45 dan IDX30, indeks yang beranggotakan saham kapitalisasi besar dengan likuiditas tinggi.
    ...
    See More

    Di urutan berikutnya, ada saham Bukit Asam (PTBA) yang mencetak return 74,39% dan saham Aneka Tambang (ANTM) dengan keuntungan 23,20%.

    Bila menyertakan saham kapitalisasi menengah dengan likuiditas bagus, saham Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) tercatat mencetak return tertinggi, dengan kenaikan 269%. Ini terlihat dari kinerja saham anggota indeks Kompas100 dan Bisnis27.

    Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menilai, saham-saham jawara tersebut terdongkrak oleh kinerja keuangan positif di tahun ini. Hasil kinerja tersebut direspons baik oleh pelaku pasar.

    Khusus industri kertas, menurut Reza, prospeknya masih bagus tahun depan. Sebab, ada potensi penggunaan kertas sebagai pengganti bahan kemasan yang belum ramah lingkungan. "INKP bisa jadi sasaran beli, karena pada harga yang masih cukup murah memiliki potensi yang besar," ujar Reza, Rabu (26/12). Saat ini, harga saham INKP setara price to earning ratio (PER) 6,20 kali. Sedang PER TKIM sebesar 6,81 kali.

    Tren kenaikan saham bisa berlanjut jika prospek industri didukung kondisi makroekonomi yang bagus. Menurut Aditya Perdana Putra, analis Semesta Indovest Sekuritas, jika pertumbuhan ekonomi tahun depan lebih baik dari 2018, maka sektor industri dasar, barang konsumsi, infrastruktur dan perbankan sangat menarik.

    Analis Panin Sekuritas William Hartanto juga melihat saham-saham jawara dari lima indeks itu punya fundamental bagus dan layak dijadikan investasi jangka panjang. Selain CPIN, dia menilai saham jawara lainnya, seperti PTBA dan PGAS, masih menarik.

    PGAS dan PTBA terdorong rencana holding BUMN yang akan membuat potensi dan jangkauan perusahaan semakin besar dan luas. William merekomendasikan CPIN, PTBA dan PGAS dengan target harga jangka menengah masing-masing di level Rp 7.200, Rp 4.500 dan Rp 2.400.

    Tapi William menilai INKP dan TKIM sudah naik terlalu tajam. Harga naik tinggi karena investor maupun fund manager baru menyadari fundamental kedua emiten kertas itu bagus. Alhasil, William menilai, sejumlah fund manager melakukan rebalancing dengan dengan mengoleksi INKP dan TKIM, sehingga harganya naik.

    Managing Director Head of Equity Capital Market Samuel International Harry Su juga menyebut saham INKP dan TKIM saat ini overvalued. "Prospek PTBA juga belum baik di kondisi harga minyak menurun. PGAS rentan turun saat ekonomi sedang turun, sebab volume distribusi gas akan melambat," ujar dia.

    *
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #PGAS -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On

No results to show

No results to show

No results to show

Sponsored