Search
  • Investor nonresiden memegang 38,5% dari total 2.613,6 triliun rupiah (USD184,06 miliar) nilai obligasi yang diperdagangkan... http://bit.ly/2Z0zrCm
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • ADRO gelontorkan investasi sebanyak US$ 4,2 miliar tahun ini guna membangun dua mega proyek pembangkit listrik... https://goo.gl/JcheGU
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • PT Valbury Sekuritas Indonesia
    Market Summary
    03 January 2019

    VIEW MARKET
    ...
    See More

    Sentimen pasar dari dalam negeri:
    Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit APBN 2018 di bawah 2%, atau terendah sejak tahun 2012. Hal ini dikarenakan belanja negara di pusat maupun daerah terealisir dengan baik dan pembiayaan mengalami kontraksi dengan defisit APBN sebesar 1,72% dari PDB, jauh lebih rendah dari proyeksi UU APBN 2018 sebesar 2,19%. Selain itu, penerimaan negara sudah melebihi 100%, dan belanja negara mencapai 97%.

    Hal lain yang menunjukan keberhasilan pemerintah, penerimaan negara tahun 2018 telah melebihi target atau mencapai 100,1% dari yang dicanangkan dalam APBN 2018 atau telah mencapai Rp1896.6 triliun. Tahun lalu, penerimaan negara hanya mencapai Rp1.655,8 triliun atau sekitar 95,4% dari target.

    Sementara itu, pada Desember 2018 tercatat inflasi sebesar 0,62% mom dan inflasi tahun kalender 3,13% yoy. Inflasi 2018 lebih kecil dibandingkan 2017 yang sebesar 3,61%. inflasi 2018 ini berada di bawah target pemerintah sebesar 3,5%. Sementara itu, Inflasi Desember terjadi akibat kenaikan harga bahan makanan 1,45% sehingga memberikan andil 0,29%. Sektor Transportasi, komunikasi, jasa keuangan tumbuh 1,28% dengan andil 0,24%.

    Sentimen pasar dari luar negeri :
    Serikat pekerja federal AS mengajukan gugatan terhadap pemerintahan Presiden AS Donald Trump dengan penutupan sebagian pemerintah yang dianggap merupakan tindakan yang secara ilegal memaksa lebih dari 400.000 karyawan federal untuk bekerja tanpa upah. Penutupan pemerintah terjadi karena permintaan Trump dana sebesar US$5 miliar untuk tembok perbatasan AS-Meksiko ditolak oleh Senat. Hingga hari kemarin permintaannya belum juga dipenuhi.

    Kabar lainnya, Trump menyatakan keinginannya untuk membuat kesepakatan dengan pemimpin fraksi Partai Demokrat mengenai pendanaan pembangunan tembok di perbatasan AS-Meksiko.

    Prediksi IHSG :
    Katalis positif data ekonomi Indonesia buat pasar masih terkendala oleh sentimen dari ekternal tentang ketidakpastian penutupan pemerintah AS. IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang menguat terbatas pada perdagngan saham hari ini.

    Perspektif tenikal
    Support Level : 6162/6143/6121
    Resistance Level : 6203/6225/6244
    Major Trend : Down
    Minor Trend : Up
    Pattern : Down to up

    TRADING IDEAS :
    These recommendations based on technical and only intended for one day trading

    PGAS: Trading Buy
    • Close 2210, TP 2250
    • Boleh buy di level 2160-2210
    • Resistance di 2250 & support di 2160
    • Waspadai jika tembus di 2160
    • Batasi resiko di 2140

    ADHI: Trading Buy
    • Close 1635, TP 1660
    • Boleh buy di level 1600-1635
    • Resistance di 1660 & support di 1600
    • Waspadai jika tembus di 1600
    • Batasi resiko di 1585

    PTPP : Trading Buy
    • Close 1910, TP 1945
    • Boleh buy di level 1845-1910
    • Resistance di 1945 & support di 1845
    • Waspadai jika tembus di 1845
    • Batasi resiko di 1835

    WSKT: Trading Buy
    • Close 1760, TP 1790
    • Boleh buy di level 1705-1760
    • Resistance di 1790 & support di 1705
    • Waspadai jika tembus di 1705
    • Batasi resiko di 1690

    WIKA: Trading Buy
    • Close 1715, TP 1755
    • Boleh buy di level 1665-1715
    • Resistance di 1755 & support di 1665
    • Waspadai jika tembus di 1665
    • Batasi resiko di 1650

    PPRO: Trading Buy
    • Close 121, TP 128
    • Boleh buy di level 113-121
    • Resistance di 128 & support di 113
    • Waspadai jika tembus di 113
    • Batasi resiko di 110

    Ket. TP : Target Price

    WATCHING ON SCREEN;
    JPFA, UNVR, BDMN, BBCA, ACES, INTP.

    (Disclaimer ON)

    Commodities Price: 3-Jan-19
    • Crude Oil-(barel) US$45.97 (-0.57)
    • Gold-(troy oz) US$1,288.90 (4.30)
    • Nickel-(ton) US$10,690.00 (-40.00)
    • Tin-(ton) US$19,475.00 (-10.00)
    • Coal (Newc)/ton US$101.10 (38.70)
    • CPO Mal/ton* MYR1,952.50 (-29.50)

    Foreign Exchange
    • USD/IDR* 14,457.50 (67.50)
    *running

    Agenda RUPS
    • BBRI - RUPSLB - 03 Jan 2019
    • BMRI - RUPSLB - 07 Jan 2019
    • MCOR - RUPSLB - 07 Jan 2019
    • SMCB - RUPSLB - 09 Jan 2019
    • GDYR - RUPSLB - 11 Jan 2019
    • PTIS - RUPSLB - 11 Jan 2019

    Agenda Ekonomi
    Kamis, 03/01/2019
    Time-C-Event-M-Survey-Prior
    20:30-US-Initial Jobless Claims-Dec-29-220k-216k
    20:30-US-Continuing Claims-Dec-22-na-1701k
    xx:xx-US-Advance Goods Trade Balance-Nov--$76.0b--$77.2b
    xx:xx-US-Wholesale Inventories MoM-Nov P-0.50%-0.80%
    xx:xx-US-Retail Inventories MoM-Nov-na-0.90%
    xx:xx-US-New Home Sales-Nov-568k-544k
    xx:xx-US-New Home Sales MoM-Nov-4.50%--8.90%
    16:00-EC-M3 Money Supply YoY-Nov-0.038-0.039
    13:00-ES-Industrial Production YoY-Nov-na-0.017

    Jumat, 04/01/2019
    Time-C-Event-M-Survey-Prior
    20:30-US-Change in Nonfarm Payrolls-Dec-180k-155k
    20:30-US-Unemployment Rate-Dec-3.70%-3.70%
    20:30-US-Labor Force Participation Rate-Dec-na-62.90%
    20:30-US-Underemployment Rate-Dec-na-7.60%
    08:45-CH-Caixin China PMI Composite-Dec-na-51.9
    08:45-CH-Caixin China PMI Services-Dec-53-53.8
    07:30-JN-Nikkei Japan PMI Mfg-Dec F-na-52.4
    16:00-EC-Markit Eurozone Services PMI-Dec F-51.4-51.4
    16:00-EC-Markit Eurozone Composite PMI-Dec F-51.3-51.3
    17:00-EC-PPI MoM-Nov--0.002-0.008
    17:00-EC-PPI YoY-Nov-0.042-0.049
    17:00-EC-CPI Core YoY-Dec A-0.01-0.01
    17:00-EC-CPI Estimate YoY-Dec-0.018-0.02
    14:45-FR-CPI EU Harmonized MoM-Dec P-0.001--0.002
    14:45-FR-CPI EU Harmonized YoY-Dec P-0.02-0.022
    14:45-FR-CPI MoM-Dec P-0.001--0.002
    14:45-FR-CPI YoY-Dec P-0.018-0.019
    15:50-FR-Markit France Services PMI-Dec F-49.7-49.6
    15:50-FR-Markit France Composite PMI-Dec F-49.4-49.3
    15:55-GE-Unemployment Change (000's)-Dec--13k--16k
    15:55-GE-Unemployment Claims Rate SA-Dec-0.05-0.05
    15:55-GE-Markit Germany Services PMI-Dec F-52.5-52.5
    15:55-GE-Markit/BME Germany Composite PMI-Dec F-52.2-52.2

    Tender Offer
    GHON, trading priode 21 Dec – 21 Jan 2019
    MPMX, trading priode 14 Jan – 12 Feb 2019

    Upcoming IPO
    Estika Tata Tiara, price 450-600, issued shares 376.86, listing date 10 Jan 2019
    Sentra Food Indonesia, price 115-150, issued shares 250.00, listing date 08 Jan 2019



    HEADLINE NEWS

    SRTG (+/-), telah menambah kepemilikan sahamnya di Merdeka Copper Gold (MDKA) dari sebelumnya 4,42% menjadi 20,756% melalui pembelian saham dari anak usaha perseroan yakni PT Trimitra Karya Jaya sebanyak 680.259.959 lembar dengan harga Rp2.940 per lembar atau total transaksi mencapai Rp1.999.964.279.460. Adapun tujuan dari transaksi ini adalah untuk restrukturisasi internal. Setelah transaksi ini maka SRTG memiliki secara langsung sebanyak 864.375.175 saham MDKA atau mewakili 20,756% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor MDKA dan PT Suwarna Artha Mandiri menguasai 3,16%.

    BEST (+/-), telah melakukan penjualan 10% saham atau sebanyak 70.340 lembar saham PT Daiwa Manunggal Logistik Properti kepada DH Asia Investment Jasmine dengan nilai transaksi mencapai Rp80.636.298.860. Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi dimana DH Asia Investment merupakan anak perusahaan tidak langsung dari Daiwa House Industry Co Ltd dan Daiwa House Industri Co Ltd merupakan pemegang 10% saham perseroan.

    INDS (+/-), anak usahanya yakni PT Indobaja Primamurni telah menghentikan penjualan flat bar kepada INDS. Hal tersebut dikarenakan Indobaja akan fokus di bisnis produksi alat-alat pertanian. Namun penghentian pasokan flat bar ini tidak mengganggu ketersediaan bahan baku bagi perseroan karena dipenuhi dari suplier lainnya yang selama ini juga memasok. Dikatakan bahwa tidak ada dampak secara finansial terhadap perseroan karena tidak memberikan dampak penjualan secara konsolidasi. Penjualan Indobaja Primamurni kepada perseroan terdapat jurnal eliminasi sedangkan laba bersih konsolidasi juga tidak berdampak signifikan.

    KBLM (+/-), memutuskan untuk membubarkan entitas anak perseroan yaitu PT Aruna Solar Indonesia dikarenakan tidak adanya kegiatan operasional. PT Aruna Solar Indonesia merupakan entitas anak KBLM yang bergerak di bidang jasa konstruksi dengan kepemilikan 99%. Dikatakan bahwa tidak ada dampak akibat penutupan anak usaha ini terhadap kegiatan operasional, hukum dan kondisi keuangan atau kelangsungan usaha KBLM.

    BNII (+), menargetkan penyaluran kredit 2019 tumbuh 10% hingga 11% YoY yang akan disokong sektor infrastruktur, makanan minuman serta tekstil. Guna mengimbangi penyaluran kredit, BNII menargetkan himpunan dana pihak ketiga (DPK) pada 2019 dapat tumbuh 7% hingga 9% dibandingkan pencapaian tahun 2018. Sementara untuk tahun 2018 pertumbuhan kredit BNII diestimasikan sekitar 6%-8% YoY. Per November 2018, penyaluran kredit BNII tercatat sebesar Rp 115,54 triliun atau tumbuh 7,09% YoY dari periode sama tahun 2017 Rp 107,89 triliun.

    ACES (+/-), pada tanggal 24 Desember 2018 hingga 28 Desember 2018 kembali melakukan pengalihan saham treasuri sejumlah 5.000 lot melalui BCA Sekuritas ke pasar. Jumlah dana yang telah diperoleh ACES dari transaksi tersebut sebesar Rp 735,84 juta. Dengan demikian, perusahaan telah menyelesaikan pengalihan kembali saham treasuri yang diperoleh dalam program buyback tahun 2013 sebanyak 482.570 lot.

    BBTN (+/-), berencana membentuk anak usaha di bidang manajer investasi (MI) dan asuransi pada tahun 2019 ini. Saat ini proses pembentukan anak usaha tersebut masih dalam tahap negosiasi setelah itu masih akan ada proses valuasi, Rencana pembentukan anak usaha melalui akuisisi sudah direncanakan sejak tahun 2018 lalu. Untuk rencana tersebut perseroan menyiapkan dana sebesar Rp 700 miliar. Selain asuransi dan manajer investasi, BBTN juga berniat membentuk anak usaha di bidang multifinance.

    APOL (+/-), melakukan peningkatan modal di beberapa entitas anak perusahaan yaitu PT Buana Samudra Pratama, PT Buana Jaya Pratama, PT Lotus Kaiousei Marine, PT Apol Sejahtera, PT Apol Cemerlang, PT Apol Bahtera, Arpeni Marine Co. Pte. Ltd dan Arpeni Shipping Co. Pte. Ltd, Grand Bulk Shipping Limited dan Mega Pacific Ocean Line Corporation. PT Buana Samudra Pratama sebelumnya memiliki modal dasar Rp 50 miliar dan modal disetor Rp 12,5 miliar dengan kepemilikan 99,96% dimiliki APOL dan 0,04% dimiliki PT Ayrus Prima. Kemudian ditingkatkan menjadi modal dasar Rp 100 miliar dan modal disetor Rp 89,21 dengan kepemilikan APOL sebesar 74,08%, PT Apol Stevedoring 4,2%, PT Pratama Surya Stevedoring 10,92% dan Ayrus Prima 0,01%. Peningkatan di PT Buana Jaya Pratama, modal dasar Rp 50 miliar dan modal disetor Rp 12,5 miliar dengan penguasaan APOL sebesar 11,12%, PT Surya Bahari Sejahtera 13,88%, PT APOL Lestari 62,33%, PT Lotis Jaya Marine 1,4% dan PT Ayrus Prima sebesar 0,07%. PT Lotus Kaiousei Marine juga ditingkatkan dari modal dasar Rp 10 miliar dan modal disetro Rp 2,5 miliar menjadi modal dasar Rp 100 miliar dan modal disetor Rp 62,92 miliar dengan kepemilikan APOL sebesar 99,96% dan Ayrus Prima sebesar 0,04%. Kemudian ada PT Apol Sejahtera yang modal dasarnya ditingkatkan dari Rp 10 miliar dan modal disetor Rp 2,5 miliar menjadi modal dasar Rp 100 miliar dan modal disetor Rp 95,53 miliar dengan penguasaan APOL sebesar 99,97% dan Ayrus Prima sebesar 0,03%. Sedangkan PT Apol Bahtera ditingkatkan dari modal dasar Rp 10 miliar dan modal disetor Rp 2,5 miliar menjadi modal dasar 100 miliar dan modal disetor Rp 87,97 miliar dengan 99,97% saham dikuasai APOL dan 0,03% dikuasai Ayrus Prima. Selain itu APOL juga meningkatkan modal Arpeni Marine Co.Pte. Ld dari SGD 1 juta menjadi SGD 8.86 juta dengan kepemilikan 100%. Arpeni Shipping Co. Pte. Ltd dari modal disetor SGD 100 ribu menjadi SGD 3,39 juta dengan kepemilikan 100%. Grand Bulk Shipping Limited dari modal disetor HKD 1 juta menjadi HKD 638,99 juta dengan kepemilikan 100% dan Mega Pacific Ocean Line Corporation dari US$ 1 menjadi US$ 52,96 juta dengan kepemilikan 100%.

    Sumber : Dari berbagai sumber diolah kembali
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • ADARO ENERGY BAGI DIVIDEN INTERIM PADA 15 JANUARI 2019

    IQPlus, (19/12) - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan membagikan dividen interim tunai tahun buku 2018 kepada para pemegang sahamnya sebesar US$75.167.010,7 kepada 31.985.962.000 lembar saham atau US$0,00235 per lembar saham.

    Menurut keterangan perseroan Rabu disebutkan, cum dan ex di pasar reguler/negosiasi pada 26 Desember 2018 dan 27 Desember 2018 sedangkan di pasar tunai pada 2 dan 3 Januari 2019 dengan DPS hingga 2 Januari 2019 dimana pembagian dividen interim dilakukan pada 15 Januari 2019.
    ...
    See More

    Pembagian dividen interim tunai ini berdasarkan hasil keputusan rapat direksi dan dewan Komisaris perseroan pada 17 Desember 2018.
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • IHSG: 6081.87
    Indeks global pada perdagangan semalam melakukan konsolidasi setelah dalam 2 hari perdagangan sebelumnya mengalami penurunan yang cukup signifikan. Indeks Dow Jones dan Nasdaq ditutup menguat tipis setelah bergerak fluktuatif dalam teritorial positif – negatif. Selain itu, secara umum sentimen pasar global yang masih dinaungi kekhawatiran terhadap tutupnya pemerintahan AS, melemahnya harga minyak mentah dan The Fed yang masih berpeluang meningkatkan suku bunga lebih lanjut, mendorong sebagian investor global mengambil sikap wait and see. Faktor indeks global yang menguat tipis dan indeks kawasan regional yang cenderung mixed pagi ini, diperkirakan cenderung netral pengaruhnya terhadap indeks BEI hari ini.

    Aspek teknikal, indeks pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak netral sampai dengan menguat dan berpotensi melakukan rebound setelah pada dua sesi perdagangan sebelumnya sempat melemah. Range pergerakan indeks untuk hari ini diperkirakan akan berada di rentang 6000-6125.

    ...
    See More
    Rekomendasi Harian

    BBTN – BUY

    Harga melakukan rebound dengan membentuk candlestick bullish sehingga aksi beli dapat dilakukan dilevel Rp2,600 dengan target keuntungan dilevel Rp2,800.

    BMRI – BUY

    Harga melakukan rebound yang signfikan sehingga aksi beli dapat dilakukan dilevel Rp7,325 dengan target keuntungan dilevel Rp7,700.

    Berita Korporasi

    ARMY akan melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non HMETD) sebanyak 10% dari modal disetor Perseroan atau sebanyak 818,750,000 saham dengan harga pelaksanaan Rp293 per saham.

    ADRO akan membagikan dividen interim tahun 2018 sebesar US$0.00235 per saham dengan cum dividen di pasar reguler tanggal 26 Desember 2018.

    PPRE menargetkan pendapatan 2019 sebesar Rp4 - 4.5 triliun dan kontrak baru sebesar Rp5.5 – 5.9 triliun. Perseroan menganggarkan belanja modal 2019 sebesar Rp1 – 1.5 triliun untuk mencapai target kinerja 2019 tersebut.

    MEDC: Dua anak usaha Perseroan, PT Medco E&P Malaka dan PT Medco E&P Tomori Sulawesi mendapatkan pinjaman sebesar US$500 juta dari sindikasi 15 Bank.

    TBIG telah menyelesaikan akuisisi 51% saham PT Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) senilai Rp34.45 miliar. Perseroan akan melakukan tender offer saham publik , kecuali untuk saham yang dimiliki oleh PT Armanda Persada, PT Mulia Sukses Mandiri, Scavindo Ventures Ltd, Lancar Distrindo dan Sukses Prima Sakti.

    ALDO telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk rencana akuisisi 99% saham PT Eco Paper Indonesia (EPI). Dana untuk akuisisi akan diperoleh dari hasil rights issue (HMETD)

    PTPP memproyeksikan laba bersih 2018 tumbuh 8.96% menjadi Rp1.58 triliun vs 2017 sebesar Rp1.45 triliun. Laba bersih 2018 diperoleh dari proyeksi kontrak baru 2018 sebesar Rp43 triliun dan penjualan yang diprediksi Rp20 triliun.

    Info lengkap baca UOBKH retail monitor
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Trimegah (LG)

    DMAS UPGRADE TO BUY TP 200 (fr Neutral Tp 150)

    Upgrading to Buy due to higher upside risks and limited downside risks
    ...
    See More
    We upgrade DMAS to BUY at TP200 from Neutral at TP150 previously due to solid 2018 land sales and plentiful of inquiry coming into 2019, creating a better outlook for the company. Our SOTP valuation TP of 200 implies 19% upside, 18% discount to its RNAV, and 15% discount to its replacement value. DMAS is currently trading at 32% discount to its RNAV, and 29% discount to its replacement value.

    At this point, investors would find limited downside risks in DMAS since, if the potential land sale gets canceled, the stock still offers attractive dividend yield of 8%, assuming 90% dividends payout, at current price.
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • IHSG: 6076.59
    Sentimen pasar global hari ini cenderung netral seiring indeks global ditutup mixed dimana indeks Dow Jones akhirnya ditutup melemah tipis -0.22% setelah berfluktuasi dalam teritorial positif – negatif pada kisaran 500 poin dan indeks Nasdaq ditutup menguat 0.16%. Pergerakan indeks global yang volatile dipengaruhi oleh berita mengenai trade-war AS dan China yang mixed (optimis dan pesimis). Investor merespon positif langkah China menurunkan tarif untuk produk otomotif AS dan merespon negatif berita bahwa AS akan mengutuk China atas aktifitas spionase ekonominya. Sementara itu, indeks kawasan regional pagi ini cenderung mixed dan Rupiah relatif stabil di sekitar Rp14,650/US$ sehingga diperkirakan pengaruhnya juga akan netral terhadap pergerakan indeks BEI pada hari ini.

    Aspek teknikal indeks, Indeks hari ini diperkirakan masih rawan tekanan jual namun posisi indeks di sekitar support 6050-6030 diperkirakan dapat menahan indeks untuk tetap berada dalam fase konsolidasi. Sementara itu, resistance indeks pada hari ini diperkirakan berada pada level 6120. Investor sebaiknya tetap mencermati dinamika yang terjadi di sekitar support konsolidasi indeks sebagai acuan untuk melakukan day trading.

    ...
    See More
    Rekomendasi Harian

    BBTN – BUY

    BBTN pada perdagangan kemarin mengalami rebound dari level terendah intraday dan akhirnya ditutup positif. Aksi beli dapat dilakukan pada level Rp2,680-2,660 dengan target penguatan ke level Rp2,980.

    LSIP – BUY

    LSIP pada 3 hari perdagangan terakhir menguat dan kemarin ditutup disekitar resistance Rp1,245. Aksi beli dapat dilakukan pada saat harga breakout ke atas level Rp1,245 dengan target penguatan ke level Rp1,335.

    Berita Korporasi

    IPO: PT Estika Tata Tiara Tbk akan melakukan penawaran umum perdana (IPO) saham sebanyak-banyaknya 376,86 juta saham atau 20% dari modal disetor dan ditempatkan penuh Perseroan setelah IPO. Harga penawaran saham IPO berada pada kisaran Rp450 – Rp600 per saham.

    TAXI mendapat persetujuan dari pemegang obligasi terkait rencana restrukturisasi obligasi I tahun 2014 sebesar Rp1 triliun.

    ESSA menargetkan volume produksi amonia akan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 700.000 ton pada tahun depan dari produksi saat ini yang hanya 305.000 ton.

    MAPI akan mengalokasikan belanja modal senilai Rp800 miliar untuk kebutuhan ekspansi pada tahun 2019.

    MAPB berencana membuka 58 gerai baru Starbucks pada tahun depan.

    Info lengkap baca UOBKH retail monitor

    Please click here for full disclosures/disclaimers:
    http://research.uobkayhian.com/content_download.jsp?id=29176&h=90664f7d1cde0398e10c9466ef495b89
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Bank Permata Mau Diakuisisi Investor Jepang, Nilai Transaksi?

    CNBC Indonesia - Saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) dikabarkan mau dijual para pemegang saham terbesarnya kepada investor Jepang. Menarik untuk disimak kira-kira berapa nilai transaksi yang akan terjadi jika transaksi tersebut terjadi.

    Pemegang saham Bank Permata yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu, PT Astra International Tbk (ASII) sebanyak 44,56% atau sebanyak 12,50 miliar saham, kemudian Standard Chartered Bank 44,56% atau 12,50 miliar saham dan Masyarakat 10,88% atau 3,05 miliar.
    ...
    See More

    Jika hari ini salah satu saham antara dua pemegang saham terbesar, Astra atau Standard Chartered Bank melepas kepemilikan sahamnya, maka nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp 5,87 triliun. Nilai tersebut diasumsikan jika harga saham dilepasa pada Rp 470/saham.

    Namun apabila kedua pemegang saham, baik Astra dan Standard Chartered sama-sama melepas kepemilikan sahamnya maka nilai transaksi bisa mencapai Rp 11,75 triliun.

    Rumor di kalangan pelaku pasar tersebut menyebutkan, pihak Standard Chartered Bank sebagai pihak yang paling ngotot akan melepas saham Bank Permata. Kinerja Bank Permata yang cenderung stagnan sangat sulit tanpa suntikan modal lagi.

    Sementara itu, pihak Astra disebut-sebut tidak bersedia menambah modal lagi untuk menyehatkan kondisi keuangan. Ini menyulitkan bagi kedua pemegang saham tersebut untuk memperbaiki kinerja Bank Permata dan Astra tidak punya kompetensi dalam menangani bank.

    Namun belum disebutkan juga siapa lembaga keuangan asal Jepang yang akan mencaplok Bank Permata tersebut. Standar Chartered Bank akan mengumumkan rencana penjualan ini pada Februari 2019.

    *
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • MERCK INDONESIA BAGI DIVIDEN INTERIM TUNAI Rp3.260 PER LEMBAR.
    IQPlus, (10/12) - PT Merck Indonesia Tbk (MERK) akan membagikan dividen interim tunai kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp3.260 per sahamnya atau sebesar Rp1.460.480.000.000 kepada 448.000.000 saham perseroan.

    Menurut keterangan yang diperoleh Senin, cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 13 dan 14 Desember 2018 sedangkan di pasar tunai pada 18 dan 19 Desember 2018 dengan DPS hingga 18 Desember 2018.

    ...
    See More
    Pembagian dividen ini dilakukan berdasarka hasil keputusan rapat direksi perseroan pada 6 Desember 2018 dan disetujui dewan Komisaris di hari yang sama.

    Perusahaan ini hingga 30 September 2018 meraih penjualan sebesar Rp920 miliar dengan laba bersih Rp138,37 miliar. (end)
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Mega Update (07 Desember 2018)

    IHSG Turun 0.29%. IHSG berakhir turun 0.29% di level 6,115 pada perdagangan kemarin. Enam dari sembilan sektor berakhir melemah, dipimpin sektor aneka industri (-2.39%) dan pertanian (-1.33%). IHSG tetap bertahan di atas 6,100 di tengah pelemahan yang cukup dalam di bursa Asia lainnya dengan Indeks Nikkei 225 Jepang (-1.91%), indeks Kospi Korea Selatan (-1.55%), indeks Shanghai Composite (-1.68%) indeks Hang Seng Hong Kong (-2.47%) yang membukukan pelemahan yang cukup dalam. Bursa Asia melemah menyusul berita penangkapan CFO Huawei Meng Huangzhou di Kanada yang menyulut protes otoritas China dan mendorong kembali munculnya kekhawatiran terkait perang dagang.

    Di Amerika Serikat, Indeks Dow Jones Industrial Average (-0.32%) dan indeks S&P 500 (-0.15%) ditutup melemah tipis, sedangkan indeks Nasdaq Composite (+0.42%) ditutup dengan kenaikan. Pergerakan indeks S&P 500 dan Dow Jones berakhir turun tipis setelah kekhawatiran berlanjutnya perang dagang diimbangi dengan penguatan saham internet dan teknologi setelah S&P 500 sempat dibuka turun sebesar 2.9% di awal perdagangan setelah hari sebelumnya libur memperingati berkabung nasional wafatnya mantan presiden AS George H.W. Bush.
    ...
    See More

    Today’s Info
    • Target Kontrak Baru ACST Naik 50%
    • PTPP Bidik Dana Rp 1.5 Triliun dari Obligasi
    • Laba LAND Naik 169%
    • MARK Peroleh Pinjaman USD 14.6 Juta
    • WIKA Emisi Perpetual Bond
    • BMTO Targetkan Penjualan Naik 10%

    7:37:34 AM
    IHSG 6115.493 (-0.29%)
    Nikkei 21501.62 (-1.91%)
    Hangseng 26156.38 (-2.47%)
    FTSE 100 6704.05 (-3.15%)
    Xetra Dax 10810.98 (-3.48%)
    Dow Jones 24947.67 (-0.32%)
    Nasdaq 7188.258 (0.42%)
    S&P 500 2695.95 (-0.15%)

    Pagi ini bursa regional menguat, IHSG fluktuatif menguat terbatas (6,090-6,150)

    Oil Price (Brent) USD/barel 60.06 (-2.44%)
    Oil Price (WTI) USD/barel 51.49 (-2.65%)
    Gold Price USD/Ounce 1238.56 (0.2%)
    Nickel-LME (US$/ton) 10780.5 (-3.37%)
    Tin-LME (US$/ton) 18960 (-1.27%)
    CPO Malaysia (RM/ton) 1792 (0.67%)
    Coal EUR (US$/ton) 86.7 (4.21%)
    Coal NWC (US$/ton) 103.5 (0.19%)
    Exchange Rate (Rp/US$) 14520 (0%)
    Telkom (TLK) 3739

    Trading Ideas (disclaimer):
    Spec.Buy: PTBA, TP 4,250-4,310, SL 3,990
    Trd. Buy: PGAS, TP 2,200-2,220, SL 2,080
    Spec.Buy: TLKM, TP 3,840-3,870, SL 3,650
    S o S: BBRI, BF 3,550-3,490, BB 3,740
    Spec.Buy: AKRA, TP 3,940-3,990, SL 3,770

    ©PT. Mega Capital Sekuritas
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Ulasan Pasar Kresna Sekuritas 5-Des-2018
    Indeks saham AS pada perdagangan kemarin ditutup turun dengan dalam (DJIA -3,13%; S&P500 -3,24%) penurunan terdalam indeks semenjak Oktober karena kekhawatiran investor atas pasar obligasi yang mungkin memberikan signal bahwa akan terjadi perlambatan ekonomi. Selain itu, komentar dari penasihat ekonomi Trump atas kesepakatan sementara perdagangan US dan China memberikan kebingungan tambahan bagi investor. Indeks saham Eropa pada perdagangan kemarin ditutup melemah mengikuti indeks US, dengan indeks DAX turun 1.14% dan FTSE100 turun 0.56%. Pasar Asia pagi ini dibuka melemah, dengan indeks NIKKEI dan KOSPI yang masing-masing turun 1,16% dan 1,01%

    Dari dalam negeri, Pemerintah menargetkan untuk Surat Berharga Negara (SBN) ritel senilai Rp60T, naik 30% dibanding tahun ini. Nilai tersebut setara dengan 7.26% dari total penerbitan bruto 2019 yang senilai Rp825.7T. Selain itu, Moody’s Investor Services memberikan peringkat Baa2 dengan outlook stabil untuk Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi USD atau global bond pemerintah yang ditawarkan melalui Kemenkeu sebesar USD3M.

    ...
    See More
    Dari sisi teknikal, IHSG kami perkirakan akan tertekan dan bergerak terbatas di rentang 6,050-6.100. (aks)

    Happy trading day!

    Berita Pilihan:
    • UNTR: Capex USD 800jt tahun depan dari pinjaman bank
    • ADRO: Batasi ekspor ke China sebesar 11%
    • CTRA: Capex sebesar Rp1,5 Triliun
    • INDY: Dividen interim Rp54,43 /saham, cum date 11-Des
    • SCMA: Akan bagi dividen interim Rp 20 per saham
    • SRTG: Sandiaga Uno kembali jual 41,80 juta saham
    • Infrastruktur: Pembangunan Trans-Jawa Selatan
    • Technical Update: PTBA ADHI

    UNTR: Capex USD 800jt tahun depan dari pinjaman bank
    United Tractors (UNTR) terpaksa menggunakan pinjaman bank untuk membiayai capex nya tahun depan yang diperkirakan mencapai USD 800jt (dari USD 750jt yang dianggarkan tahun ini), karena sebagian besar saldo kas telah digunakan untuk mengakuisisi 95% kepemilikan pada tambang emas Martabe (Agincourt Resources). (ryh) Sumber: Investor Daily
    Pendapat kami:
    Meskipun leverage dan interest expense akan naik tahun depan, namun kami memperkirakan hal ini masih akan dapat dikompensasi oleh kontribusi pendapatan yang signifikan dari Martabe yang diperkirakan dapat memproduksi 300-350 ribu ons emas per tahun.

    ADRO: Batasi ekspor ke China sebesar 11%
    Adaro Energy (ADRO) menyebutkan dua alasan mengapa perseroan hanya menetapkan batas ekspor batubara 11%. Pertama, pertimbangan redanya perang dagang Amerika Serikat dan China yang hanya terjadi sementara. Apabila tidak ditemukan persetujuan, maka perlambatan ekonomi China akan menyebabkan permintaan berkurang. Kedua, harga batubara yang terus tergerus juga menjadi pertimbangan. Diketahui sebelumnya porsi ekspor ADRO ke China yaitu sebesar 25%. (tdg) Sumber: Kontan

    CTRA: Capex sebesar Rp1,5 Triliun
    Target capex Ciputra Development Tbk (CTRA) untuk tahun 2019 tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya yaitu Rp1,5 Triliun untuk melanjutkan proyek yang sedang berlangsung seperti pusat belanja di Citra Raya Tangerang, Ciputra World Surabaya, dan Citra Land City Surabaya di mana 70% capex akan dialokasikan untuk pusat perbelanjaan terkait. Pendanaan capex tersebut akan berasal dari campuran pinjaman bank dan kas internal perusahaan. Adapun pada tahun depan, perusahaan berencana untuk meluncurkan Citra Sentul Raya. (tdg) Sumber: Kontan

    INDY: Dividen interim Rp54,43 /saham, cum date 11-Des
    Indika Energy (INDY) akan membagikan dividen interin Rp54,43 /saham (yield 2,7%). Cum date 11-Des. (ryh) Sumber: Keterbukaan informasi

    SCMA: Akan bagi dividen interim Rp 20 per saham
    Surya Citra Media (SCMA) akan membagikan dividen interim sebesar Rp 20 per saham kepada pemegang saham. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 10 Desember 2018. Sedangkan cum dividen pasar tunai dan daftar pemegang saham yang berhak atas dividen interim atau recording date pada 12 Desember 2018. Dividen payout ratio atau rasio dividen SCMA ini mencapai 24,59% terhadap laba per saham hingga akhir kuartal ketiga 2018 yang mencapai Rp 81,33 per saham dasar. Sedangkan dividen yield SCMA sebesar 1,05%. Kemarin, harga saham SCMA ditutup pada level Rp 1.910 per saham. (frr) Sumber: Kontan

    SRTG: Sandiaga Uno kembali jual 41,80 juta saham
    Sandiaga Uno, kembali menjual kepemilikan sahamnya di Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, Selasa (4/12), terdapat empat transaksi penjualan yang dilakukan yakni pada tanggal 27 November, 28 November, 3 Desember dan 4 Desember. Jumlah saham yang di lego total 41,80 juta saham. Harga penjualan saham sendiri pada keempat transaksi sebesar Rp 3.776 per saham. Dari penjualan ini Sandiaga Uno akan menerima dana segar sebesar Rp 157,83 miliar. Dengan transaksi ini, kepemilikan saham SRTG milik Sandiaga menjadi sebesar 630,81 juta saham atau sekitar 23,25% dari sebelumnya sebesar 672,61 juta saham atau sekitar 24,79%. (frr) Sumber: Kontan

    Infrastruktur: Pembangunan Trans-Jawa Selatan
    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pembangunan jaringan tol di wilayan selatan Jawa akan menjadi prioritas setelah tersambungnya Trans-Jawa jalur Utara yaitu dari Merak – Surabaya sepanjang 870km tahun ini. Hal ini bertujuan untuk memecah risiko kemacetan di jalur utara. Berdasarkan data Kementerian PUPR terdapat tujn rencana pengembangan jalan tol di selatan Jawa dengan total panjang 456km. (aks) Sumber: Kontan
    Pendapat kami:
    Kami melihat bahwa hal ini adalah positif untuk sektor konstruksi karena selama ini terdapat pesimisme dari pasar bahwa sektor ini tidak memiliki ruang untuk bertumbuh. Kami memperkirakan proyek pembangunan tol Trans-Jawa Selatan akan dibundling dengan proyek pembangunan tol di pulau lain seperti di Kalimantan dan Sulawesi. Maka dari itu, kami mempertahankan rating kami di sektor konstruksi dengan Overweight dan top pick tetap di ADHI (BUY TP Rp 3,000) dan WIKA (BUY TP Rp 2,425)

    Technical Update: PTBA ADHI
    PTBA 4000. Speculative Buy. Estimasi rentang 3960-4200. Momentum masih lemah di bawah MA20 (4330). Namun indikator stochastic yang oversold berpotensi membuatnya rebound untuk menguji resisten 4170-4200 kembali. Stop loss apabila turun ke bawah support 3960. (ryh)
    ADHI 1555. Buy on Weakness. Estimasi rentang 1505-1625. Indikator stochastic yang mulai turun dari area overbought membuatnya berpotensi melanjutkan koreksi. Support 1505. Resisten 1625-1690 apabila dapat berbalik menguat. (ryh)

    Technical Review (from 28-Nov-2018)

    ASII 8400. Speculative Buy. Estimasi rentang 8175-8550. Pergerakan bisa lebih positif apabila dapat breakout resisten 8450 untuk menguji 8550-8725 kembali. Momentum masih positif diatas support MA20 (8225). Stop loss apabila turun ke bawah support 8175. (ryh)
    Review: ASII 8525. Buy on weakness. Estimasi rentang 8345-8775. Penguatan sepekan terakhir telah menguji resisten 8775. Sekarang memasuki fase konsolidasi untuk masih mencoba bertahan diatas support MA20 (8345). (ryh)

    BMRI 7450. Trading Buy. Estimasi rentang 7200-7700. Pergerakan bisa lebih positif apabila dapat breakout resisten 7500 untuk menguji 7700-7800 kembali. Momentum masih positif diatas support MA20 (7250). Stop loss apabila turun ke bawah support 7200. (ryh)
    Review: BMRI 7650. Buy on Weakness. Estimasi rentang 7500-7725. Indikator stochastic yang overbought berpotensi membuatnya terkoreksi. Support 7500 – 7375 (MA20). Pergerakan bisa lebih positif apabila bisa breakout resisten 7725 untuk menguji 7900-8000 kembali. (ryh)

    http://www.kresnasecurities.com/kresna2/en/news-report/disclaimer
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Right issue IKAI

    Dalam rights issue ini, Intikeramik akan melepas 3,86 miliar saham Seri B dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Setiap pemegang saham yang memiliki 66 saham akan memiliki 31 HMETD. Setiap pemegang satu HMETD berhak membeli satu saham baru.

    Penawaran saham baru akan dilaksanakan di harga Rp 120 per saham. Dengan demikian, Intikeramik berpotensi meraup dana segar sebesar Rp 463,89 miliar.
    ...
    See More

    Sebesar Rp 40,1 miliar dana hasil rights issue akan digunakan untuk pembayaran atas akuisisi PT Saka Mitra Sejati.

    Sebesar Rp 58 miliar akan digunakan untuk pembayaran akuisisi PT Hotel Properti Internasional.

    Sebesar Rp 28 miliar akan digunakan untuk setoran modal pemegang saham kepada Saka Mitra Sejati setelah akuisisi dilakukan.

    Sementara sisanya akan digunakan untuk modal kerja Intikeramik dan entitas anak, yakni PT Internusa Keramik Alamsri, PT Realindo Sapta Optima, PT Mahkota Artha Mas, dan PT Mahkota Properti Indo Medan.

    Modal kerja tersebut ditujukan untuk pembiayaan operasional dan pengembangan kegiatan usaha. Untk entitas anak, Intikeramik akan memberikan modal kerja dalam bentuk pinjaman pemegang saham.

    Akuisisi Saka Mitra Sejati dan Hotel Properti Internasional merupakan bagian dari rencana Intikeramik untuk berekspansi ke bidang properti.

    Saka Mitra Sejati merupakan perusahaan yang berdomisili di Medan, Sumatra Utara. Saka Mitra mengoperasikan dua hotel di Medan, yakni Hotel Saka Medan dan Hotel Saka Premiere.

    Tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD alias cum date dijadwalkan pada 6 Desember 2018 untuk pasar reguler dan negosiasi dan tanggal 11 Desember 2018 untuk pasar tunai.

    Pencatatan daftar pemegang saham yang berhak atas HMETD alias recording date dijadwalkan pada 11 Desember 2018.

    Distribusi HMETD dijadwalkan pada 12 Desember 2018 sementara pencatatan HMED di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Desember 2018.

    Perdagangan dan pelaksanaan HMTD akan digelar apda 13 Desember-19 Desember 2018. Distribusi saham hasil pelaksanaan HMETD akan dilaksanakan pada 17 Desember-21 Desember 2018. Sementara penjatahan akan digelar pada 26 Desember 2018.
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • IHSG: 6005.3
    Faktor global, indeks Dow Jones dan Nasdaq pada perdagangan 2 hari terakhir melemah cukup signifikan karena berlanjutnya tekanan jual pada saham-saham yang secara valuasi relatif mahal. Indeks Dow Jones pada perdagangan semalam melemah 551.80 poin karena melemahnya saham-saham sektor retailer menyusul laporan keuangan emiten Targets yang lebih buruk dari ekspektasi analis. Sementara itu, indeks Nasdaq melemah karena masih berlanjutnya aksi jual pada saham sektor teknologi “Faang stock” seperti Facebook, Amazon, Apple, Netflix dan Googleparent Aplhabet. Melemahnya indeks global secara signifikan diperkirakan dapat memberikan sentimen negatif terhadap indeks BEI. Selain itu, pada perdagangan sebelumnya juga telah terlihat mulai terjadinya aksi profit taking sehingga indeks diperkirakan berpeluang untuk melakukan konsolidasi. Faktor harga minyak mentah yang masih cenderung melemah diperkirakan dapat turut menekan pergerakan harga saham-saham sektor komoditas dan energi.

    Aspek teknikal, indeks pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak melemah dimana indeks diperkirakan akan mengalami tekanan jual yang dipicu oleh aksi ambil untung setelah indeks sempat menguat selama beberapa sesi perdagangan akhir-akhir ini. Range pergerakan indeks untuk hari ini diperkirakan akan berada di rentang 5900-6085.

    ...
    See More
    Rekomendasi Harian

    BEST – BUY

    Harga diperkirakan dapat melakukan rebound, sehingga aksi beli dapat dilakukan dilevel Rp143 dengan target keuntungan dilevel Rp154.

    SIMP– BUY

    Harga membentuk candlestick bullish sehingga aksi beli dapat dilakukan dilevel Rp460 dengan target keuntungan dilevel Rp482.

    Berita Korporasi

    BRPT mendapatkan pinjaman senilai US$175 juta dari Barclays Bank Plc dan DBS Bank Ltd. Perseroan juga dapat menambah pinjaman lagi dari kedua bank tersebut sebesar US$25 juta. Dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk melunasi utang senilai US$250 juta kepada Bangkok Bank.

    SOCI menganggarkan belanja modal 2019 sebesar US$30-35 juta . dana tersebut belum memperhitungkan pembelian atau akuisisi kapal.

    BNBR berencana melakukan konversi utang menjadi saham dengan mekanisme penambahan modal tanpa HMETD senilai Rp9.38 triliun. Perseroan akan menerbitkan 146,63 miliar saham atau sebesar 92.37% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan konversi pada level Rp64 per saham.Utang yang akan dikonversi menjadi saham adalah Fountain City Investment Ltd senilai Rp2.91 triliun, Levoca Enterprises Ltd senilai Rp6.37 triliun dan Daley Capital Ltd senilai Rp100.39 miliar. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham atas aksi korporasi tersebut pada RUPSLB tanggal 21 November 2018. (Investor Daily)

    ELTY sedang mengkaji opsi menukar utang dengan aset yang berupa cadangan lahan jika gagal mendapatkan izin dari OJK untuk melakukan reverse stock 10:1 sebelum akhir tahun ini.

    ADRO: Anak usaha Perseroan, PT Saptaindra Sejati mendapatkan pinjaman sindikasi senilai US$350 juta dari 14 bank dengan jangka waktu 2 tahun. Dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja dan belanja modal.

    Info lengkap baca UOBKH retail monitor

    Please click here for full disclosures/disclaimers:
    http://research.uobkayhian.com/content_download.jsp?id=29176&h=90664f7d1cde0398e10c9466ef495b89
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Trimegah (LG)

    UNTR - Upgrade TP on Martabe gold mine acquisition (BUY TP 47000)

    Martabe gold mine acquisition would be value accretive
    ...
    See More
    UNTR already signed CSPA to acquire 95% of Martabe gold mine with transaction value of USD917.9mn (implied 5.1x PE & 3.5x EV/EBITDA 2018F). The management recently guided that the acquisition to be done in Jan’19 and to be fully funded by UNTR’s internal cash. We assume Martabe gold mine to be fully consolidated in 2019F. Martabe has 4.3mnoz Gold reserves and to produce 400koz of Gold this year with relatively cheap cash cost of USD400/oz (vs PSAB of USD600/oz and MDKA of USD500/oz) thanks to its low stripping ratio (0.9x in 2017). However, note that UNTR will book additional amortization cost in martabe of USD200/oz due to the effect of acquisition. We expect Martabe to have flat gold production of 400koz until the reserves to be depleted (2029F) with flat gold price of USD1,200/oz. We assume Martabe gold mine to have net profit (net UNTR’s portion 95%) of USD141/157mn or IDR2.1/2.4trn in 2019F/20F.

    Earnings upgrade on Martabe gold acquisition and higher USDIDR
    After consolidating martabe gold mine in 2019F, the revenue mix for UNTR will become: Mining contracting 39%, construction machinery 36%, coal mining 14%, Martabe 7%, and construction 4% (from previously 42/39/15/0/5%). We revised UNTR’s coal mining business with lower sales volume. We did not change any operational assumption for other business segment. We increase our earnings estimate by +3/+30/19% in 2018F/19F/20F. The earnings growth in 2019F is driven by Martabe gold mine (contributes 56% of the earnings growth) and also 6% USDIDR adjustment from 13,667 to 14,500 (contributes 44% of the earnings growth). Note that UNTR is a beneficiary of USDIDR appreciation, as most of the revenue is based on USD while the cost is based on IDR. Note we assume Martabe gold mine to have net profit (net UNTR’s portion 95%) of IDR2.1/2.4trn in 2019F/20F or c13 % of UNTR’s net profit 18/19F. We increase our target price by 15% from IDR41,000 to IDR47,000 on higher earnings estimate, higher USDIDR assumption, and also taking into account lower cash level in 2019F post Martabe gold mine acquisition.

    Upgrade Buy with higher TP IDR47,000
    We upgrade our DCF-based TP of IDR47,000 that implies PE 14.1/10.7x PE 2018/19F. UNTR is trading at 10.5x/8.0x 2018-19 P/E. The current 12M forward PE is 36% discount to its 5-years historical fwd P/E. Key risks to our call: 1) Sustained drop in coal price, 2) Weaker than expected operational volume
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • [09:19, 11/15/2018] +62 812-2276-8768: Trimegah (LG)

    PTBA BUY TP 5700

    PTBA - Dividends and possible better earnings in 4Q18 (TP5700)
    ...
    See More

    75% dividend payout is likely (7.7% yield)
    We think there is a high probability for a 75% payout ratio (for 2018 earnings, paid in mid-2019), as PTBA’s majority shareholder, Inalum, just issued USD4bn bonds to acquire Freeport. The annual coupon payment is USD240mn (weighted avg coupon 6%). Assuming 75% payout from PTBA’s 2018F net profit of USD350mn, Inalum would receive dividend of USD170mn from PTBA and the remaining annual interest payment can be funded from Inalum’s EBITDA (remaining ~USD70mn for interest payment is 50% of Inalum-only EBITDA in 2017). Note that the potential dividend from other Inalum’s subsidiaries, TINS and ANTM, is only USD10mn.

    DMO transfer quota may bump up 4Q18 earnings
    There is also potential earnings upside from DMO (Domestic Market Obligation) transfer quota (excess quota is 6mn tonnes) that could increase PTBA’s earnings by as much as 10% in 2018F, and the sale of PTBA’s treasury shares (the 1st phase is in May’19) which we think should be 497mn shares or c60% of the total treasury share. It would give potential additional cash of IDR2.4trn (assuming IDR4,900/sh) that would trigger special dividend payout, as Inalum needs cash, with potential yield 4%. The remaining treasury shares sales phase 2 and 3 would be in Dec’19 and Dec’21.

    Solid 9M18 results, to benefit from high CV coal in 4Q18
    PTBA booked solid 9M18 results with net profit of IDR3.93trn which is 75% of our estimate and consensus’. 3Q18 PTBA’s earnings up by 20% QoQ on higher ASP (mostly due to USD appreciation), higher sales volume, and lower cash cost (thanks to lower stripping ratio in Banko Barat site). We have not included the potential income from DMO quota transfer, could be c10% upside to FY18 earnings. PTBA also aims to produce 1mn tonnes of high CV coal this year, already 400k tonnes in 9M18 and the remaining 600k should be in 4Q18, meaning that ASP in 4Q18 could be even better.

    Valuation: maintain Buy call and TP 5700
    We maintain our BUY recommendation without any changes in earnings. Our SOTP-based TP is IDR5,700. Our TP implies 11.4x 2018F P/E. PTBA is trading at 9.3x/9.2x 2018-19 P/E. Also note that PTBA share price has done well this week due to its inclusion into MSCI Indonesia (announced yesterday). Downside risk is a significant drop in coal price.
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Pemerintah merilis regulasi baru yang mengizinkan pemegang Kontrak Karya (KK) Batubara memperpanjang pengajuan tambang 5 tahun sebelum kontrak sebelumnya berakhir, dari sebelumnya 2 tahun.... https://goo.gl/v7WzXU

    #IPOTNews#KompasParaInvestor @ipotnews
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • FREN

    britama.com, Jadwal Rights Issue III (Penawaran Umum Terbatas III / PUT III) FREN / Smartfren Telecom Tbk dan “PT Sinarmas Sekuritas (DH) dan PT BCA Sekuritas (SQ) sebagai pembeli siaga”.

    Sebanyak-banyaknya 67.408.815.566 Saham Baru akan diterbitkan dalam PUT ini. Dengan rasio pembagian Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) adalah setiap 20 saham lama Smartfren Telecom Tbk yang dimiliki akan mendapatkan 13 HMETD, dimana setiap pemegang 1 HMETD berhak untuk membeli 1 Saham Baru FREN dengan nilai nominal Rp100,- setiap saham, dengan harga pelaksanaan Rp100,- per saham dan setiap 13 saham baru melekat 7 Waran Seri II yang diberikan secara cuma-cuma, dimana 1 Waran Seri II dapat membeli 1 saham yang bernilai nominal Rp100,- per saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp100,- per saham.
    ...
    See More

    http://britama.com/index.php/2018/11/jadwal-rights-issue-iii-put-iii-fren-smartfren-telecom-tbk-2018/
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Sudah terlalu banyak bukti bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup membuat seorang investor saham menjadi lebih pakar. Di tahun 1998, Long Term Capital Management L.P., sebuah perusahaan hedge fund yang dikelola oleh sepasukan ahli matematika, ilmuwan komputer, dan dua ekonom pemegang hadiah nobel, dengan tertunduk kehilangan lebih dari 2 miliar dollar dalam hitungan minggu pada sebuah pertarungan besar bahwa pasar obligasi akan segera kembali normal.

    Namun, pasar obligasi terus-menerus menjadi semakin dan semakin abnormal dan LTCM telah berhutang begitu besar sehingga kejatuhannya hampir menjungkirbalikkan sistem keuangan global.

    Contoh nyata berikutnya, ketika musim semi tahun 1720, Sir Isaac Newton memiliki saham South Sea Company, saham yang paling hot di Inggris pada masa itu. Begitu melihat gejala pasar mulai tidak terkendali, sang ilmuan besar itu berkata bahwa ia "bisa menghitung gerakan benda-benda langit, tetapi ia tidak bisa mengalkulasi kegilaan orang". Newton memilih melepas saham South Sea-nya dan mendulang cuan 100%, yaitu sebesar 7.000 pound sterling.
    ...
    See More

    Namun hanya dalam beberapa bulan kemudian, sang mastro tersebut tergoda dan terhanyut oleh arus deras euforia pasar, Isaac Newton terjun kembali ke dalam pasar ketika harga sudah jauh lebih tinggi. Dan rugi 20.000 pound sterling. Sampai akhir hidupnya, ia melarang siapapun untuk menyebut kata "South Sea" di dekatnya (kedangkalan kecerdasan emosional tampak nyata di sini, sahammya yang disalahkan).

    Sir Isaac Newton adalah salah satu orang jenius yang pernah hidup di muka bumi, sebagaimana definisi kejeniusan menurut sebagian besar dari kita. Namun dalam pengertian Benjamin Graham, Newton sama sekali tidak mendekati cerdas, apalagi jenius sebagai investor. Dengan membiarkan hirukpikuk pasar menunggangi penilaiannya sendiri, ilmuan besar tersebut bertindak layaknya seorang spekulan saham dan sangat oportunitik.

    Singkatnya, jika sampai saat ini masih belum berhasil menjadi pemenang di pasar saham, itu bukan karena anda kurang cerdas. Seperti Sir Isaac Newton & LTCM, mereka gagal karena kenekatan berjudi dengan pasar dengan resiko yang lebih besar dari yang sanggup ditanggung, dan terlalu textbook dalam memahami dunia saham.

    Jika jatuh, bangkitlah. Jujur akui kekalahan, jangan menyerah dan jangan cari kambing hitam.

    Filsuf besar Confucius berkata : "Our greatest glory is not in never falling, but in rising every time we fall."

    #pembelajaran
    Sahampemenang
    Like - Comment - Share 1 2 1

    Share On
  • Trimegah (LG)

    PGAS: midstream business is not affected by PLN's plant to set gas prices, CEO says
    Gigih Prakoso, President Director, said that the recent plan from PLN to set gas prices will not affect PGAS' business as PLN dealt with the upstream players (KKKS) with the gas price of USD6/mmbtu. He added that the pricing in the midstream is already regulated by the 7% margin in Peraturan ESDM No 58 2017.
    Source: Katadata
    ...
    See More

    Comment:
    This is a positive sentiment for PGAS and I expect the share price could rebound. Note that PGAS share price down by 9% in last Friday after the news mentioned that PLN, represented by Andy Sommeng Director General of Electricity Ministry of ESDM, plans to set gas prices of USD6/mmbtu which triggered panic selling by investors as PGAS purchases gas at USD6/mmbtu implying a downside risk to the earnings. However, President Director of PGAS already gave a firm statement that the proposed gas price cap by PLN will only affect the upstream players and not PGAS' business. We have a BUY for PGAS with TP 3,000.
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • UNITED TRACTORS (UNTR)
    Excellent display of 9M18 operational and financial performance

    Investment Summary
    Komatsu sales reaching 460 units in September alone. It is the 3rd-highest monthly achievement this year after April (485 units) and July (476 units). Thus, UNTR managed to defend its 35% market share from Dec-2017.
    ...
    See More

    The Company managed to achieve its highest-yet monthly overburden removal volume in September, reaching 92.4mn bcm. This then brings 9M18 mining services volume to 716.6mn bcm, 22% higher than the 586.6mn bcm recorded in 9M17.

    Heavy Equipment and Mining Services business segments contributed 43% and 42% each to 9M18 total revenue, which managed to reach Rp61.12tn, 32% higher than the Rp46.26tn recorded in 9M17. Improved profitability resulted in 61% YoY growth of net profit to Rp9.07tn in 9M18 compared to the Rp5.64tn recorded over the same period last year.

    Anticipating better share price performance after its excellent display of 9M18 operationals and financials
    Operational and financial performance maintained their positive growth from the beginning of this year. However, its share price (Rp33,500) is still traded at 5% lower than its position at the beginning of this year (Rp35,400). With expected net profit of Rp 12.3/13.8 tn in 2018E/2019E, and current market cap of Rp125tn, UNTR currently trades at 10x/9x of its 18E/19E P/E ratio, fairly under its 9-year average forward P/E ratio of 12.5x.

    Maintaining a BUY rating, at a target price of Rp40,000 (19% potential upside)
    We are maintaining a BUY rating on UNTR, at a target price of Rp40,000 , implying 12x/11x of its 18E/19E P/E ratio. The addition of newly-acquired Martabe gold mine business unit is expected to contribute significantly to profits next year.

    Investment Risks
    1) Coal price decline, until well below our projected average price of $95 /ton for Newcastle and HBA this year, or 2) Lower-than-expected Komatsu sales of 4550-4600 units, and overburden removal of 980 - 990mn bcm this year.
    Trimegah (LG)

    INKP 9M18 results: core profit above ours, inline with consensus

    INKP booked booked 9M18 net profit of USD516mn (+80% YoY) which accounts 90% and 80% to our estimate and consensus which is above ours and consensus. The 9M18 core profit is USD478mn (+59% YoY) that is 83% and 74% to ours and consensus which is above ours while in line with consensus. Note that INKP booked USD49mn of forex gain in 9M18 (vs forex loss of USD20mn in 9M17) as most of INKP’s cash is in USD while the debt is mostly in IDR. While our expectation on INKP’s revenue is a bit too bullish, our expectation on INKP’s margin is too low and thus brings to higher than expected net profit.

    Quarterly wise, INKP booked 3Q18 net profit of USD176mn (-5% QoQ, +51% YoY). INKP’s 3Q18 core net profit is USD150mn (-10% QoQ; +28% YoY). Note that INKP booked USD19mn of forex gain (vs USD41mn in 2Q18 and –USD5mn in 3Q17). The quarterly core net profit decline (-10% QoQ) despite the revenue increase (+4% QoQ) is mainly due to higher interest expense (+18% QoQ). INKP’s total debt increased from USD3,957mn in 2Q18 to USD4,168mn in 3Q18, making its net gearing to slightly increase from 92% to 93%.

    Valuation. INKP trades at 8.3/7.1x PE 2018F/19F
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Trimegah (LG)

    TKIM 9M18 results: net profit in line (revised)

    TKIM booked booked 9M18 net profit of USD248mn (+1004% YoY) which accounts 74% and 76% to our estimate and consensus which is inline. Note that most of TKIM’s net profit is mainly from OKI’s net profit (48.5% shares) that is accounted as “Share of NP of asssociates”, booked below operating level. The 9M18 core profit is USD200mn (+979% YoY) that is 60% and 62% to ours and consensus. Note that TKIM booked USD38mn of forex gain in 9M18 (vs forex loss of USD1mn in 9M17) as most of TKIM’s cash is in USD while the debt is mostly in IDR. The lower than expected core profit is due to lower than expected earnings from OKI (only 63% of our FY18 estimate) and higher than expected interest expense of USD38mn (almost reaching our FY18 interest expense estimate of USD40mn).
    ...
    See More

    Quarterly wise, TKIM booked 3Q18 net profit of USD100mn (-0% QoQ, +450% YoY). TKIM’s 3Q18 core net profit is USD83mn (+16% QoQ; +469% YoY). The 16% quarterly core profit increase is aligned with the increase of income from associates of USD88mn (+16% QoQ). Also note that TKIM booked USD19mn of forex gain in 3Q18 (vs USD41mn in 2Q18 and –USD5mn in 3Q17).

    Valuation. TKIM trades at 6.6x/4.7x PE 2018F/19F.
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Trimegah (LG)

    INDY 9M18 results: below; 3Q18 net profit grew by 100% QoQ

    INDY booked 9M18 net profit of USD112mn (+38% YoY) which accounts 51% and 41% of our estimate and consensus which is below. INDY’s 9M18 core net profit is USD164mn (+93% YoY) that accounts 57% and 68% of our estimate and consensus. For the non-core item, INDY booked sizable amortization of intangible assets of USD102mn in 9M18 which we already expected. The lower than expected net income is due to lower than expected coal ASP (realized 9M18 ASP is -8% to our FY18 ASP estimate), higher than expected cash cost (+6% higher than ours) driven by higher than expected stripping ratio (+5% higher than ours).
    ...
    See More

    Quarterly wise, INDY booked 3Q18 net profit of USD36mn (+100% QoQ, +19% YoY) while the core profit is USD51mn (+39% QoQ, +43% YoY) as INDY booked amortization of USD34mn in 3Q18. The quarterly net profit increase is mainly due to the increase of coal ASP (+2% QoQ) and coal production (+6% QoQ) helped by INDY’s relatively high operating leverage.

    Valuation. Using annualized INDY’s 9M18 net profit/core profit, INDY trades at 5.2x/3.6x PE 2018F. Using our estimate INDY trades at 3.8x PE 2018F.
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Trimegah (LG)

    ADRO 9M18 results: EBITDA in line, net profit below due to one off from Kestrel

    ADRO booked 9M18 net profit of USD313mn (-16% YoY) which accounts 70% and 65% to our estimate and consensus which is below. Lower than expected net profit is mainly due to the one-off expense from the recently acquired coking coal mine, Kestrel coal, that booked stamp duty cost (5.75% of the total transaction ). However, ADRO's 9M18 revenue and EBITDA are in line with our estimate and consensus. Should we exclude the share in JV (-USD66mn in 9M18), ADRO's profit would be USD379mn (+2% YoY) that accounts 79% to consensus' estimate.
    ...
    See More

    Quarterly wise, ADRO booked 3Q18 reported net profit of USD117mn (-3% QoQ, +22% YoY), note that there is USD78mn of expense in share in JV account, coming from Kestrel one-off expense. Note that ADRO finalized the Kestrel acquisition in August'18. ADRO's 3Q18 strong revenue (+25% QoQ; +19% YoY) and EBITDA (+35% QoQ; +13% 8 YoY) are supported by the increase in ASP (+4% QoQ; +8% YoY) and coal production (+14% QoQ; +5% YoY) coupled by decrease in implied cash cost (-12% QoQ; -2% YoY). Also note that post the acquisition, ADRO's net gearing increased to 10%, from 5% in 2Q18 and 3% in 3Q17.

    Valuation. ADRO trades at 8.7x PE 2018F.
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Trimegah (LG) 9 Oct 2018

    HKMU BUY TP 475

    HK Metals Utama
    ...
    See More
    Aluminium for the Nation

    A rising manufacturing champion in downstream aluminium products
    After more than two decades of trading aluminium as its primary business, HKMU (HK Metals Utama) ventured into aluminium extrusion manufacturing in 2017 and the company is set to go on an exponential factory expansion path from 6k tons capacity at end of 2017 to 22k tons per annum by end of 2019. We expect revenue to grow at 50% CAGR, gross profit to grow at 59% CAGR and net profit to grow at 92% CAGR in 2017-2020.

    Expansion to aluminium extrusion is a fundamental sweet spot
    We expect a bright outlook on HKMU’s aluminium extrusion business given:
    1) Strong aluminium extrusion demand for building materials as it substitutes expensive wood materials,
    2) Strong demand from low-housing segment and new and renovated houses,
    3) HKMU obtains incentives from being a strategic industry such as zero import tax for capex and raw material (ingot) supply priority from Inalum,
    4) Strong competitive edge vs domestic competitors and imported products. HKMU’s aluminium extrusion products are on high demand given that its products are 18%-25% cheaper vs domestic competitors and imported products from China. Unlike other Indonesia commodities that are struggling to compete against imported products, HKMU’s aluminium extrusion products are able to charge competitive prices due to its cheaper shipping costs thanks to its adjacent location to customers, relatively competitive raw material prices thanks to Indonesia’s large bauxite reserves (China lacks bauxite reserves, hence they import from Indonesia), plant location that has significantly lower minimum wage vs most of its competitors (eg; Its Cirebon plant has minimum wage of Rp1.7m/month vs Bekasi’s Rp3.8m/month).
    Seasonality and quarterly earnings progression

    According to company, 2H earnings are usually larger than 1H as housing construction is more active in 2H. This makes sense as the bulk of wet season is almost always in 1Q. In addition, this year’s Eid Holiday season occurred in 2Q, which should skew the earnings even more to 2H.

    Valuation: BUY with target price IDR 475/sh
    Our target NAV is derived using 1-year forward net profit (using 2 months of 2018 net profit and 10 months of 2019 profit) mutiplied with target P/E of 10.4x, resulting target NAV of IDR1,531bn or target price of IDR475/sh. We use 1-year forward P/E target of 10.4x, which is 10% discount to global peers’ valuation to take into account smaller scale and liquidity. The global peers that we obtain as a benchmark have 70% aluminium portion to their revenue on average, similar with HKMU’s revenue breakdown. Our target price implies 9.4x PE 2019F.
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Trimegah (LG)

    HKMU BUY TP 475 (ups. 39.7%)

    • Laporan keuangan HKMU 3Q18 diperkirakan akan release pada minggu pertama November 2018.
    ...
    See More

    • Setelah lebih dari dua dekade perdagangan aluminium sebagai bisnis utamanya, HKMU (HK Metals Utama) menjelajah ke manufaktur ekstrusi aluminium pada tahun 2017 dan perusahaan ini akan menggunakan jalur ekspansi pabrik eksponensial dari kapasitas 6k ton pada akhir tahun 2017 hingga 22 ribu ton per tahun pada akhir 2019.

    • Willinoy, Commodities Analyst: Pendapatan tumbuh CAGR tumbuh 50%, laba kotor tumbuh 59% CAGR dan laba bersih tumbuh 92% CAGR di 2017-2020.

    • Prospek yang cerah pada bisnis ekstrusi aluminium HKMU, produk HKMU lebih murah 18-25% dibandingkan pesaing domestik dan produk impor dari china:

    i. Permintaan ekstrusi aluminium yang kuat untuk bahan bangunan karena menggantikan bahan kayu yang mahal
    ii. Permintaan yang kuat dari segmen perumahan murah dan rumah yang baru direnovasi
    iii. HKMU memperoleh insentif dari industri strategis seperti pajak impor nol untuk prioritas pasokan barang dan bahan baku (ingot) dari Inalum
    iv. Persaingan yang kuat vs pesaing domestik dan produk impor.

    • Valuasi HKMU 7.3x PE19F vs average global Peers 9.9x PE19F.
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On

No results to show

No results to show

Sponsored