Search
  • #ICBP -H1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #ICBP -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #ICBP -H1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #ICBP -H1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #ICBP -H1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #ICBP -H1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #ICBP -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Maybank Kim Eng Research : Indonesia Strategy 2019 Outlook – Bit by Bit

    • Our HoR Isnaputra Iskandar and team set idx 2019 target at 7100 on expectation the macro picture will gradually improve and be less volatile than 2018. BI will continue to implement pro-active market policies and our Maybank strategists are long Indonesia in their 2019 outlook. Politics is not an issue in our view.
    • We think global economy will remain challenging, and as such we expect Indonesia’s monetary policy to lean towards currency stabilization.
    • We forecast a 50bps rate increase in 2019, lower than 2018’s 175bps. Oil price is the wild card in our base case assumptions for the current account deficit (CAD), currency, inflation and interest rate.
    ...
    See More
    • We forecast the economy in 2019 to remain resilient, despite volatilities, at c. 5% YoY GDP growth, similar to 2018. The growth is likely to be supported by consumption (+5%) and investment (+6.4%). We forecast 2019 market earnings growth (with and without commodity companies) of 11.7-12.3%, driven by almost all sectors.
    • With low oil prices and a stable IDR, there could be potential upside to our 11.7% growth forecast and this will benefit the cement and consumer sectors.
    • Elections: what’s next? We expect the elections in April to be smooth and peaceful. There is no direct correlation between elections and GDP, but we note a tendency for rising fund flows and IDR appreciation ahead of past elections.
    • Our FX team forecasts the IDR could strengthen 10% into the elections. We think whoever wins the election, will focus on the same major issues: infrastructure, logistics, income distribution and quality of human capital.
    • Risk factors : global volatility, policy transmission time lag, unfavourable election outcome, disappointing earnings
    • IHSG 7100 is based on 17x FY19E P/E (+1SD above mean) and 11.7% EPS growth.
    • Our top picks are ASII, BBNI, BSDE, GGRM, ICBP, PTBA, PWON, RALS, SMGR and SMRA.
    • Links : https://factsetpdf.maybank-ke.com/PDF/120220_MACRO__2f74e196389f4d79a777984903401b2a.pdf?
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #ICBP -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #ICBP -H1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #ICBP -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • 1st SESSION JCI on 17.12.18
    (By: D'ORIGIN - Veni Fitriani)

    JCI @6108.74 (-61.100pts) (-0.990%)
    (H: 6174.22 ; L: 6099.94)
    ...
    See More
    (Value: 4.384 T (NG 1.494 T)
    Vol.: 74.880 Lot (NG 28.641 Lot)
    (Adv.114 ; Decl.274 ; Unchg.138 shr)
    Foreign Nett Sell 180.04 B
    Foreign Value 19.6%
    Incl.Crossing:
    - APIC @545 ~ 319.92 B (D vs D)
    - TRAM @353 ~ 313.30 B (D vs D)
    - POLA @1950 ~ 300.00 B (D vs D)
    LQ45...975.92(-1.09%)

    *BUY (Regular)
    F Buy 618.8 B
    D Buy 2270.4 B
    *SELL (Reguler)
    F Sell 745.4 B
    D Sell 2143.8 B

    USD/IDR:
    JISDOR: 14,538;14,617
    SPOT: 14,575;14,610

    JCI for today:
    Support: 6085, 6040
    Resist: 6145, 6190

    6 MARKETs DRIVEN BY SECTOR
    FINANCE (-0.53%) (1.46 T)
    INFRA (-0.06%) (670.19 B)
    MANUFACT (-1.52%) (657.26 B)
    PROPERTY (-1.51%) (355.46 B)
    CONSUMER (-1.69%) (319.34 B)
    MINING (-1.49%) (148.55 B)

    7 NET BUY STOCKs BY FOREIGNERS
    BBNI @8516 (34.71 B)
    ICBP @10148 (32.93 B)
    TLKM @3744 (16.87 B)
    BBRI @3652 (14.73 B)
    SMGR @11409 (10.20 B)
    ASII @8348 (8.58 B)
    LSIP @1288 (4.23 B)

    7 NET SELL STOCKs BY FOREIGNERS
    BBCA @25830 (108.12 B)
    BMRI @7487 (36.47 B)
    UNTR @29127 (18.03 B)
    MNCN @774 (17.42 B)
    INKP @11496 (9.90 B)
    INDF @6994 (7.23 B)
    UNVR @43637 (6.42 B)

    8 MOST ACTIVE STOCKs BY VALUE
    BBCA @25800 (-0.10%)
    POOL @4750 (-1.04%)
    BBRI @3650 (-0.82%)
    TLKM @3740 (+0.27%)
    MABA @286 (-0.69%)
    BMRI @7475 (-1.32%)
    BBNI @8525 (-0.87%)
    ASII @8350 (-1.18%)

    8 MOST ACTIVE STOCKs BY VOLUME
    MYRX @110 (9.266.437 lot)
    MABA @286 (4.954.409 lot)
    RIMO @142 (4.355.936 lot)
    IIKP @200 (3.226.476 lot)
    SRIL @360 (1.829.053 lot)
    FREN @85 (951.415 lot)
    TRAM @163 (871.414 lot)
    MAMI @122 (833.117 lot)

    "....Have a Nice Lunch...."
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #ICBP -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • ID - [ Consumer]: 2019 Outlook: Stimulus To Boost Spending
    Andrey Wijaya, Mutiara Nita - RHB Sekuritas

    Link to report: https://research.rhbtradesmart.com/attachments/84/rhb-report-ind_consumer-staples_sector-update_20181212_rhb-945763013974494625c1033a494919.pdf

    ...
    See More
    ♦ Maintain OVERWEIGHT, with ICBP and MYOR as our Top Picks.

    ♦ We expect FY19F earnings growth of Indonesia consumer staples companies under our coverage (ICBP, ROTI, UNVR, and MYOR) to accelerate, driven by higher sales on expected improved consumer spending, thanks to higher government stimulus.

    ♦ The Government increased its social protection subsidies to boost consumer spending.

    ♦ Regional Governments ruled 2019 minimum wage hike of 8% YoY – which is much higher than inflation rate.

    ♦ Consumer Confidence Index is also at a high.

    ♦ Main risks are weaker IDR and higher subsidised fuel price
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #ICBP -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #ICBP -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #ICBP -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • MNCS COMPANY UPDATE
    PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) - BUY; TP: Rp9.600

    Rise Up, Champion!

    ...
    See More
    Solid Top-Line 3Q18 driven by Noodles and Dairy Segment
    ICBP mencatatkan pertumbuhan topline 9M18 sebesar 7,47% YoY menjadi Rp29,47 triliun (3Q18: +4,6%QoQ/+11,70%YoY). Penjualan tersebut in line dengan estimasi kami yang merepresentasikan 76,51%/77,72% dari estimasi konsensus/MNCS. Pertumbuhan ini didukung oleh segmen Noodles dan Dairy yang mencatatkan pertumbuhan masing-masing sebesar 9,09% YoY dan 8,83% YoY pada 9M18 (vs 2,49% YoY dan 2,45% YoY pada 9M17) dengan kontribusi masing-masing sebesar 65,47% dan 19,79% terhadap total penjualan. Sementara Snack Foods dan Food Seasonings membukukan pelemahan penjualan. Kami percaya peluncuran produk baru didukung terselenggaranya event berskala nasional dan internasional turut mendorong peningkatan permintaan produk noodles and dairy.


    Strong Margin Improvement amid Commodity Fluctuation Raw Material Price
    Lebih lanjut, segmen Noodles dan Dairy tetap menjadi penyumbang peningkatan marjin. EBIT tercatat meningkat sebesar 19,61% YoY (+9,62% QoQ) dengan EBIT marjin berada pada level 16,87% ditengah fluktuasinya harga bahan baku terigu, gula, susu skim. Segmen Noodles dan Dairy mencatatkan pertumbuhan EBIT margin yang lebih tinggi pada level 20,65% YoY/12,33% YoY pada 9M18 (vs 19,76%/11,00% pada 9M17). Kami juga melihat adanya forex gain dan pendapatan lain yang menyumbang peningkatan laba bersih sebesar 14,57% YoY pada 9M18 (+10,72% QoQ) menjadi Rp3,48 tn (vs Rp3,04 tn pada 9M17) dengan marjin laba bersih berada pada level 11,82%. Pertumbuhan laba bersih pada umumnya lebih baik dari estimasi konsensus dan MNCS yang merefleksikan 81,08%/82,97% dari Konsensus/MNCS estimate.

    Inovasi Produk Dibutuhkan Meskipun akan Meningkatkan biaya A&P
    Berdasarkan Laporan Nielsen Adex pada 3Q18, divisi instant food dan snack biscuit terpantau mencatatkan kenaikan biaya iklan yang cukup signifikan masing-masing mencapai Rp1.2 tn/Rp1.1 tn (+21%/+17 YoY). Kami percaya, peluncuran beberapa produk baru sejalan dengan terselenggaranya kegiatan piala dunia dan Asian Games membuat biaya iklan ICBP meningkat. Hal ini terlihat dari Produk Indomie yang menempati urutan pertama dengan spot iklan terbanyak, 713 spot selama program Piala Dunia berlangsung. Kami meyakini besarnya biaya iklan yang tidak diimbangi dengan inovasi produk berpotensi menekan margin ICBP pada FY19F. Adapun, Total pengembangan dan inovasi produk berjumlah 36 SKU (Stock Keeping Unit) hingga 1H18. Pengembangan produk dan strategi marketing yang dijalankan ICBP kami prediksikan mampu mendorong peningkatan volume penjualan secara rata-rata sebesar 6,90%/7,30% YoY pada FY18E/FY19F dengan peningkatan ASP berada di level ~3% YoY. Penjualan ICBP kami prediksikan meningkat menjadi Rp37,98 triliun/Rp40,91 triliun atau bertumbuh sebesar 6,52%/7,87% YoY pada FY18E/FY19F.


    Rekomendasi BUY saham ICBP dengan Target Harga Rp9.600
    Kami merekomendasikan BUY untuk ICBP dengan TP: Rp9.600 yang mengimplikasikan PE/PBV sebesar 26,65/5,17x pada FY18E dan 24,48/4,67x pada FY19F. Kami percaya industri konsumsi akan membaik seiring stabilnya harga sejumlah komoditas, program stimulus dan subsidi pemerintah, serta belanja politik menjelang pemilu di tahun depan yang dapat menjadi hal positif. Kenaikan biaya iklan dan fluktuasi nilai tukar menjadi hal yang perlu di perhatikan.
    Disclaimer On
    MNCS Institutional Research Team

    https://www.mncsekuritas.id/category/company-update
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • [08:50, 11/21/2018] +62 815-7319-0777: FR CGS-CIMB (YU) : Strategy | PDF
    Index change: free float adjusted market cap
    Author(s): Erwan TEGUH +62 (21) 30061720, Peter P. SUTEDJA, Namira LAHUDDIN

    --------------------------------------------------------------------------------
    ...
    See More

    ■ The Indonesia Stock Market (IDX) shall adjust its two leading indices (LQ45 and IDX30) from market cap to free float adjusted in its Jan 19 review.
    ■ The change shall increase weighting of banking and infra/utilities/transport sector, while consumer goods’ weighting will decrease the most.
    ■ Key beneficiaries from weighting changes are BBCA, TLKM, BBRI, ASII, BMRI, KLBF, ADRO, INTP. Losers are HMSP, UNVR, GGRM, ICBP, PTBA.
    [08:51, 11/21/2018] +62 815-7319-0777: FR CGS-CIMB (YU) : Property Devt & Invt | PDF
    10M18 presales: weaker-than-expected run-rate from rupiah depreciation
    OVERWEIGHT - Maintained

    Author(s): Jovent GIOVANNY +62 (21) 3006 1727, Timothy HANDERSON, Leonardo TUKIMAN

    --------------------------------------------------------------------------------


    ■ Aggregate 10M18 presales (ex-JRPT) of Rp15.7tr-15.8tr formed 74% of FY18 target. Oct sales were slow amid lack of launches and Rp depreciation.
    ■ So far, we think BSDE has the highest likelihood of achieving its presales target in FY18, followed by PWON and CTRA.
    ■ Maintain OW with PWON and CTRA as our top picks. Upside risk is better-than-expected launches, which will depend on Rp and political stability.
    [08:51, 11/21/2018] +62 815-7319-0777: FR CGS-CIMB (YU) : HM Sampoerna | PDF
    Structural de-rating due to outflows
    HMSP IJ / HMSP.JK | REDUCE - Downgrade | Rp3,420.00 tp:Rp2,800.00▼
    Mkt.Cap:US$27,225.00m | Avg.Daily Vol:US$5.83m | Free Float:7.50%
    Tobacco
    Author(s): Patricia GABRIELA +62 (21) 3006 1734,

    --------------------------------------------------------------------------------

    ■ Since the announcement of the weighting base change for LQ45 and IDX30 to free float adjusted, HMSP’s share price has fallen by 13%.
    ■ HMSP’s weighting cut in the indices is the most significant, from 10.2% (as at end-Oct 18) to just 2.1% by Feb 19 (when rebalancing occurs).
    ■ If HMSP is valued at a 63.2% premium to its DDM, our TP is Rp2,800 or a 35% discount from 5 years’ P/E average. Downgrade from Add to Reduce.
    [08:51, 11/21/2018] +62 815-7319-0777: FR CGS-CIMB (YU) : Unilever Indonesia | PDF
    Weight loss hurts
    UNVR IJ / UNVR.JK | REDUCE - Downgrade | Rp41,475.00 tp:Rp31,700.00▼
    Mkt.Cap:US$21,657.00m | Avg.Daily Vol:US$6.91m | Free Float:15.00%
    Personal Products
    Author(s): Patricia GABRIELA +62 (21) 3006 1734,

    --------------------------------------------------------------------------------

    ■ UNVR’s share price has declined over the past 2 weeks as the talks of a change in LQ45 and IDX30 to free float adjusted weightings materialised.
    ■ Based on IDX’s assessment, UNVR’s weighting in LQ45 could drop from 7.6% at end-Oct 18 to 3.1% in Feb 19 (after rebalancing).
    ■ This may hit its lofty valuation which may revert to pre-1Q16 levels when it traded at 158% premium to its DDM, in our estimate. Cut TP to Rp31,700.
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • Indonesia Strategy: 6th Rate Hike in 7 Months, BI Being More Proactive
    (Henry Wibowo- RHB)

    EIDO +4.1%
    The surprise Rate hike received positive reception!
    ...
    See More
    Top RHB Indo 10 Picks: ASII, BBRI, BMRI, UNTR, ITMG, ADRO, ICBP, GGRM, SCMA, JPFA

    Report Link:
    https://research.rhbtradesmart.com/attachments/14/rhb-report-ind_surprise-rate-hike_strategy_20181106_rhb-1755140532317975bedee2a59790.pdf

    Summary:
    We are Neutral on Indonesia with JCI target of IDR6,200 at end-2018. We attended BI conference call, led by Deputy Governor Mr Dody Budi Wahuyo. The benchmark rate was raised by 25bps to 6% from 5.75% during the November meeting, the sixth hike this year, totaling to 175bps from 4.25% in April. This is a surprise hike, albeit positive, as consensus (28 out of 31 economists) expected no change. We believe this was driven by the recent widening of CAD in 3Q18, or 3.4% of GDP (from 3% in 2Q18) and pre-emptive measures to stay ahead of the curve near the pending Dec- 2018 US Fed rate hike. Defending IDR’s stability is the priority right now, with monetary policy intervention seen as the most ideal approach. Top 10 picks: ASII, BBRI, BMRI, UNTR, ITMG, ADRO, ICBP, GGRM, SCMA, JPFA.
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • PT Waterfront Sekuritas Indonesia, 16 November 2018


    Dow Jones 25.289,27 +208,77 +0,83%
    S&P500 2.730,20 +28,62 +1,06%
    ...
    See More
    Nasdaq 7.259,03 +122,64 +1,72%

    Oil +0.37% +0.21 $56.46
    CPO +0.35% +7 RM1980
    Nikel +1.02% +115 $11340
    Tin +0.67% +130 $19475
    Gold +0.2% +2.4 $1213.42
    NWC Coal Nov18 +0.77% +0.8 $104.15
    EIDO +4.07% +0.95 24.29

    Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat setelah diberitakan tarif impor lanjutan AS terhadap China akan dihentikan sementara karena optimisme akan tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan China. Namun juru bicara perwakilan dagang AS membantah laporan tersebut. Data retail sales AS Oktober naik 0,8%, lebih tinggi dari estimasi 0,5%. Dari Inggris, kabinet menyetujui draft kesepakatan Brexit dimana dalam draft tersebut antara lain disebutkan masa transisi dapat diperpanjang hingga pertengahan 2020.

    Dari domestik, data neraca perdagangan RI bulan Oktober kembali mengalami defisit sebesar USD1,82 miliar akibat kenaikan impor sebesar 23,6% disaat ekspor hanya tumbuh 3,59%. Secara tak terduga BI menaikkan suku bunga menjadi 6% yang membuat aset berbasis rupiah menjadi menarik. Rupiah mengalami kenaikan, yield obligasi turun dan net buy asing di BEI pada perdagangan kemarin mencapai Rp1,37 triliun yang mendorong kenaikan IHSG sebesar 1,66%.

    IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 5850-6020. Cermati: BBNI, BBTN, BMRI, BBRI, TLKM, ASII, AKRA, JSMR, PGAS, ITMG, ADRO, INDF, ICBP, KLBF, SMGR, GIAA, WIKA, WSKT, ADHI, PTPP

    NEWS:
    • Pefindo Tegaskan Peringkat MYOR Pada idAA
    • TOBA Targetkan Produksi Batu Bara Hingga 5,6 Juta Ton
    • Pabrik Feronikel Haltim ANTM Ditargetkan Selesai Tahun Ini
    • TIRA Jual Aset Tanah Senilai Rp7,28 Miliar
    • Pefindo Tegaskan Peringkat SMBR Pada idA Dengan Outlook Stabil
    • Anak Usaha BIPP Terima Pembiayaan Rp3,226 Miliar
    • HOME berencana rights issue dengan target perolehan dana Rp2 triliun
    • RUPSLB MEDC setujui private placement 10% saham dengan target dana Rp1,54 triliun pada harga Rp868/saham
    • DIVA menetapkan harga IPO pada Rp2.950/saham
    • Reminder: hari ini cum dividen SPTO (Rp20) dan MAYA (Rp35)
    • Reminder: hari ini listing PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) harga IPO Rp135/saham dan waran seri I (rasio 1:1) dengan harga pelaksanaan waran Rp168/saham

    (disclaimer on – RL)
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • MNCS Compendium 2018 – Consumer Sector Update: Overweight

    WAITING FOR THE HARVEST

    3Q18 Results: Slow but sure!
    ...
    See More
    Konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sebesar 55,26% terhadap total GDP di 3Q18 bertumbuh sebesar 5,01% YoY. Retail Sales Index masih mengalami peningkatan sebesar 4,77% YoY sepanjang 9M18 (vs 6.04% pada 8M18) didorong oleh festival kemerdekaan dan kegiatan besar bertaraf internasional seperti Asian Games 2018. Pendapatan perusahaan sektor konsumsi yang masuk dalam coverage kami di 9M18 mencatatkan peningkatan rata-rata sebesar 11,95% YoY yang merefleksikan 74.12%/73.50% dari target MNCS/Konsensus. Kami memprediksikan pada FY18E-FY19F, sektor konsumsi berpotensi membaik dengan tingkat pertumbuhan penjualan ritel berada pada level 3,59%/4,66% YoY sejalan dengan ekspektasi pertumbuhan GDP yang meningkat 5,2%/5,3%.

    2019: Berharap pada Kebijakan Pemerintah yang Populis Meskipun….
    Kami melihat Pemerintah terus berfokus pada langkah-langkah populis untuk mendorong daya beli masyarakat pada FY19F. Beberapa kebijakan tersebut antara lain: 1) Peningkatan jumah dana Program Keluarga Harapan (PKH); 2) Menahan peningkatan tarif BBM dan listrik hingga akhir FY19F; 3) Pendistribusian Dana Desa FY19F dianggarkan sebesar Rp85 triliun; 5) Peningkatan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 8,03% pada FY19F; 6) Meningkatkan bantuan makanan non tunai (Bantuan Pangan Non-Tunai) kepada 15,6 juta keluarga; 7) Meningkatnya jumlah penerima manfaat dari BPJS Kesehatan.

    Dibayangi oleh Sentimen Negatif atas Rencana Implementasi Free Float Adjustment pada FY19F
    Implementasi free float adjustment oleh BEI yang akan diberlakukan mulai Februari 2019 kami perkirakan mampu membawa dampak negatif bagi laju pergerakan saham khususnya di sektor barang konsumsi dimana per 12 November 2018 bobot segmen barang konsumsi terhadap keseluruhan market cap Indeks LQ45 sebesar 27,2% dan berpotensi menurun signifikan menjadi 13% setelah diberlakukannya implementasi tersebut. Namun kami percaya investor akan kembali rasional mengingat kebijakan ini tidak berpengaruh terhadap fundamental Perusahaan.

    Overweight Outlook dengan Top Picks: ICBP, GGRM, HOKI dan SIDO
    Kami prediksikan pada FY18E-FY19F sektor konsumsi berpotensi membaik dengan segmen rokok dan FMCG sebagai pilihan. Tren daya beli dan momentum tahun politik merupakan beberapa hal yang wajib dicermati. Selain itu, perkembangan bisnis e-commerce, harga raw material dan fluktuasi nilai tukar juga menjadi perhatian khusus. Dengan melihat beberapa katalis positif dan risiko yang ada, kami menilai OVERWEIGHT untuk Sektor Konsumsi di Indonesia dengan saham pilihan GGRM (BUY; TP: Rp85.500), HOKI (BUY; TP: Rp1.230), ICBP (BUY; TP: Rp9.600), dan SIDO (BUY; TP: Rp1.050).

    Disclaimer On
    MNCS Institutional Research Team

    https://www.mncsekuritas.id/detailpost/consumer-sector-update-151118
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • PT Waterfront Sekuritas Indonesia, 15 November 2018

    DJ-0.81%; S&P500-0.76%; Nasdaq-0.90%

    Oil +1.01% $56.25
    ...
    See More
    CPO -1.69% RM1973
    Nikel -1.28% $11225
    Tin +0.23% $19345
    Gold +0.67% $1211.02
    NWC Coal Nov18 -2.04% $103.35
    EIDO +1.88% 23.34

    Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah ditengah kekhawatiran investor terhadap perang dagang, gejolak politik internal di AS serta potensi perlambatan ekonomi global. Partai Demokrat mempertanyakan mengenai kesepakatan baru Nafta. Tekanan jual pada saham Apple berlanjut seiring dengan kekhawatiran akan prospek kinerja keuangan perusahaan tersebut. Harga obligasi dan emas mengalami penguatan dipicu oleh aksi beli investor terhadap aset yang dianggap lebih aman, menjelang pidato Chairman The Fed Jerome Powell pada pukul 18.00 waktu New York. Pasar mengharapkan Jerome Powell akan berkomentar menenangkan pasar yang khawatir akan kenaikan suku bunga terlalu cepat setelah data ekonomi China menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Pasar juga masih khawatir dengan sentimen dari Brexit dan anggaran Italia.

    Hari ini akan diumumkan hasil RDG BI yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga pada level 5,75%. IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 5810-5910. Cermati: BBNI, BBTN, TLKM, PGAS, PTBA, ADRO, ICBP, KLBF, SMGR, CTRA, PWON, GIAA

    NEWS:
    • BBNI Memberikan Kredit Sindikasi Ke PLN Rp4,5 Triliun
    • BRAM Akan Bagi Dividen Interim Rp200/saham
    • Anak Usaha PBID Dapat Pinjaman RM16,54 Juta
    • PTBA Targetkan Produksi Batu Bara Kalori Tinggi 4 Juta Ton Tahun Depan
    • ZINC Berencana Terbitkan Obligasi Rp600 Miliar
    • Per Oktober Kontrak Baru WSBP Mencapai 54,93%. WSBP revisi target kontrak baru 2018 dari Rp8,3 triliun menjadi Rp6,6 triliun
    • KPAS akan ekspor ke Korsel
    • GIAA melalui Citilink ambil alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air dalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO)
    • IBJ Leasing Co Ltd akan tender offer saham VRNA
    • Reminder: hari ini cum dividen UNVR (Rp410) dan TOTO (Rp10)

    (disclaimer on – RL)
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • PT Valbury Sekuritas Indonesia
    Market Summary
    13 November 2018

    VIEW MARKET 
    ...
    See More

    Sentimen pasar dari dalam negeri:
    Defisit current account deficit (CAD) pada kuartal III 2018 yang melebar tercatat sebesar USD 8,8 miliar atau 3,37% terhadap PDB. Serta keputusan bank sentral AS, Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga acuannya pada Desember 2018 menahan laju apresiasi rupiah terhadap dolar. Sebelumnya rupiah menguat terhadap dolar karena ditopang oleh membaiknya cadangan devisa akhir Oktober mencapai US$115,2 miliar, atau naik US$400 juta dibanding September sebesar US$114,8 miliar.

    Pemerintah akan terus mengupayakan kebijakan yang mendukung peningkatkan investasi supaya aliran modal asing makin deras masuk ke pasar keuangan Indonesia. Bank Indonesia mencatat aliran modal asing masuk sebesar Rp19,9 triliun selama periode berjalan di bulan November 2018. Selain itu, pemerintah komitmen pengelolaan CAD agar tidak menimbulkan persepsi terhadap perekonomian Indonesia yang negative.

    Sentimen pasar dari luar negeri :
    The Fed mengeluarkan narasi yang konsisten bahwa pengambil kebijakan tetap berkomitmen pada kenaikan suku bunga lebih lanjut secara bertahap dalam pernyataan kebijakan moneter terkini telah menjadi pemicu menguatnya Dolar. Komitmen the Fed bukan suatu kejutan besar, karena pasar sudah memperkirakan bahwa suku bunga tidak akan berubah di bulan November.

    Meredanya tensi perang dagang AS dan Cina setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat untuk bertemu di sela-sela KTT G20 di Buenos Aires, Argentina akhir bulan ini. Diharapkan pembicaraan ini bisa melahirkan solusi untuk mengakhiri perang dagang AS-Cina.

    Risiko gaduh politik dan terjegalnya kebijakan-kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump membesar sehingga investor dihadapkan kepada ketidakpastian. Sebelumnya Trump berhentikan Jaksa Agung Jeff Sessions terkait kasus dugaan kolusi Trump sebagai kandidat Presiden dengan orang Rusia pada pemilu 2016

    Prediksi IHSG :
    Masih berat bagi IHSG untuk leluasa bergerak ke zona hijau pada perdagangan saham hari ini, mengingat bauran sentimen negatif baik dari dalam dan luar negari dapat menghambat laju pergerakannya. Selain itu, dari eksternal di pasar global kegaduhan politik AS atas pernyataan Trump membuat pelaku pasar berkurang fokusnya investasi di aset berisiko.

    Perspektif tenikal
    Support Level :    5741/5706/5634
    Resistance Level :   5848/5920/5955
    Major Trend : Down
    Minor Trend : Up
    Pattern : Down to up

    TRADING IDEAS :
    These recommendations based on technical and only intended for one day trading

    UNTR: Trading Buy
    • Close 33075, TP 34400
    • Boleh buy di level 32425-33075
    • Resistance di 34400 & support di 32425
    • Waspadai jika tembus di 32425
    • Batasi resiko di 32200

    ADRO: Trading Buy
    • Close 1510, TP 1565
    • Boleh buy di level  1485-1510
    • Resistance di 1565 & support di 1485
    • Waspadai jika tembus di 1485
    • Batasi resiko di 1460

    PTBA : Trading Buy
    • Close 4420, TP 4510
    • Boleh buy di level  4340-4420
    • Resistance di 4510 & support di 4340
    • Waspadai jika tembus di 4340
    • Batasi resiko di 4300

    BBCA:  Trading Buy
    • Close 23700, TP 24025
    • Boleh buy di level  23550-23700
    • Resistance di 24025 & support di 23550
    • Waspadai jika tembus di 23550
    • Batasi resiko di 23400

    INDF:  Trading Buy
    • Close 5575, TP 5725
    • Boleh buy di level  5500-5575
    • Resistance di 5725 & support di 5500
    • Waspadai jika tembus di 5500
    • Batasi resiko di 5425

    JPFA:  Trading Buy
    • Close 2090, TP 2120
    • Boleh buy di level  2040-2090
    • Resistance di 2120 & support di 2040
    • Waspadai jika tembus di 2040
    • Batasi resiko di 2020

    Ket.  TP : Target Price

    WATCHING ON SCREEN;
    CPIN, MAIN, ITMG, BMRI, ICBP 

    (Disclaimer ON)
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On
  • #ICBP -D1
    Like - Comment - Share 0 0 0

    Share On

No results to show

No results to show

No results to show

Sponsored