Ulasan Pasar Kresna Sekuritas 5-Des-2018
Indeks saham AS pada perdagangan kemarin ditutup turun dengan dalam (DJIA -3,13%; S&P500 -3,24%) penurunan terdalam indeks semenjak Oktober karena kekhawatiran investor atas pasar obligasi yang mungkin memberikan signal bahwa akan terjadi perlambatan ekonomi. Selain itu, komentar dari penasihat ekonomi Trump atas kesepakatan sementara perdagangan US dan China memberikan kebingungan tambahan bagi investor. Indeks saham Eropa pada perdagangan kemarin ditutup melemah mengikuti indeks US, dengan indeks DAX turun 1.14% dan FTSE100 turun 0.56%. Pasar Asia pagi ini dibuka melemah, dengan indeks NIKKEI dan KOSPI yang masing-masing turun 1,16% dan 1,01%

Dari dalam negeri, Pemerintah menargetkan untuk Surat Berharga Negara (SBN) ritel senilai Rp60T, naik 30% dibanding tahun ini. Nilai tersebut setara dengan 7.26% dari total penerbitan bruto 2019 yang senilai Rp825.7T. Selain itu, Moody’s Investor Services memberikan peringkat Baa2 dengan outlook stabil untuk Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi USD atau global bond pemerintah yang ditawarkan melalui Kemenkeu sebesar USD3M.

...
See More
Dari sisi teknikal, IHSG kami perkirakan akan tertekan dan bergerak terbatas di rentang 6,050-6.100. (aks)

Happy trading day!

Berita Pilihan:
• UNTR: Capex USD 800jt tahun depan dari pinjaman bank
• ADRO: Batasi ekspor ke China sebesar 11%
• CTRA: Capex sebesar Rp1,5 Triliun
• INDY: Dividen interim Rp54,43 /saham, cum date 11-Des
• SCMA: Akan bagi dividen interim Rp 20 per saham
• SRTG: Sandiaga Uno kembali jual 41,80 juta saham
• Infrastruktur: Pembangunan Trans-Jawa Selatan
• Technical Update: PTBA ADHI

UNTR: Capex USD 800jt tahun depan dari pinjaman bank
United Tractors (UNTR) terpaksa menggunakan pinjaman bank untuk membiayai capex nya tahun depan yang diperkirakan mencapai USD 800jt (dari USD 750jt yang dianggarkan tahun ini), karena sebagian besar saldo kas telah digunakan untuk mengakuisisi 95% kepemilikan pada tambang emas Martabe (Agincourt Resources). (ryh) Sumber: Investor Daily
Pendapat kami:
Meskipun leverage dan interest expense akan naik tahun depan, namun kami memperkirakan hal ini masih akan dapat dikompensasi oleh kontribusi pendapatan yang signifikan dari Martabe yang diperkirakan dapat memproduksi 300-350 ribu ons emas per tahun.

ADRO: Batasi ekspor ke China sebesar 11%
Adaro Energy (ADRO) menyebutkan dua alasan mengapa perseroan hanya menetapkan batas ekspor batubara 11%. Pertama, pertimbangan redanya perang dagang Amerika Serikat dan China yang hanya terjadi sementara. Apabila tidak ditemukan persetujuan, maka perlambatan ekonomi China akan menyebabkan permintaan berkurang. Kedua, harga batubara yang terus tergerus juga menjadi pertimbangan. Diketahui sebelumnya porsi ekspor ADRO ke China yaitu sebesar 25%. (tdg) Sumber: Kontan

CTRA: Capex sebesar Rp1,5 Triliun
Target capex Ciputra Development Tbk (CTRA) untuk tahun 2019 tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya yaitu Rp1,5 Triliun untuk melanjutkan proyek yang sedang berlangsung seperti pusat belanja di Citra Raya Tangerang, Ciputra World Surabaya, dan Citra Land City Surabaya di mana 70% capex akan dialokasikan untuk pusat perbelanjaan terkait. Pendanaan capex tersebut akan berasal dari campuran pinjaman bank dan kas internal perusahaan. Adapun pada tahun depan, perusahaan berencana untuk meluncurkan Citra Sentul Raya. (tdg) Sumber: Kontan

INDY: Dividen interim Rp54,43 /saham, cum date 11-Des
Indika Energy (INDY) akan membagikan dividen interin Rp54,43 /saham (yield 2,7%). Cum date 11-Des. (ryh) Sumber: Keterbukaan informasi

SCMA: Akan bagi dividen interim Rp 20 per saham
Surya Citra Media (SCMA) akan membagikan dividen interim sebesar Rp 20 per saham kepada pemegang saham. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 10 Desember 2018. Sedangkan cum dividen pasar tunai dan daftar pemegang saham yang berhak atas dividen interim atau recording date pada 12 Desember 2018. Dividen payout ratio atau rasio dividen SCMA ini mencapai 24,59% terhadap laba per saham hingga akhir kuartal ketiga 2018 yang mencapai Rp 81,33 per saham dasar. Sedangkan dividen yield SCMA sebesar 1,05%. Kemarin, harga saham SCMA ditutup pada level Rp 1.910 per saham. (frr) Sumber: Kontan

SRTG: Sandiaga Uno kembali jual 41,80 juta saham
Sandiaga Uno, kembali menjual kepemilikan sahamnya di Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, Selasa (4/12), terdapat empat transaksi penjualan yang dilakukan yakni pada tanggal 27 November, 28 November, 3 Desember dan 4 Desember. Jumlah saham yang di lego total 41,80 juta saham. Harga penjualan saham sendiri pada keempat transaksi sebesar Rp 3.776 per saham. Dari penjualan ini Sandiaga Uno akan menerima dana segar sebesar Rp 157,83 miliar. Dengan transaksi ini, kepemilikan saham SRTG milik Sandiaga menjadi sebesar 630,81 juta saham atau sekitar 23,25% dari sebelumnya sebesar 672,61 juta saham atau sekitar 24,79%. (frr) Sumber: Kontan

Infrastruktur: Pembangunan Trans-Jawa Selatan
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pembangunan jaringan tol di wilayan selatan Jawa akan menjadi prioritas setelah tersambungnya Trans-Jawa jalur Utara yaitu dari Merak – Surabaya sepanjang 870km tahun ini. Hal ini bertujuan untuk memecah risiko kemacetan di jalur utara. Berdasarkan data Kementerian PUPR terdapat tujn rencana pengembangan jalan tol di selatan Jawa dengan total panjang 456km. (aks) Sumber: Kontan
Pendapat kami:
Kami melihat bahwa hal ini adalah positif untuk sektor konstruksi karena selama ini terdapat pesimisme dari pasar bahwa sektor ini tidak memiliki ruang untuk bertumbuh. Kami memperkirakan proyek pembangunan tol Trans-Jawa Selatan akan dibundling dengan proyek pembangunan tol di pulau lain seperti di Kalimantan dan Sulawesi. Maka dari itu, kami mempertahankan rating kami di sektor konstruksi dengan Overweight dan top pick tetap di ADHI (BUY TP Rp 3,000) dan WIKA (BUY TP Rp 2,425)

Technical Update: PTBA ADHI
PTBA 4000. Speculative Buy. Estimasi rentang 3960-4200. Momentum masih lemah di bawah MA20 (4330). Namun indikator stochastic yang oversold berpotensi membuatnya rebound untuk menguji resisten 4170-4200 kembali. Stop loss apabila turun ke bawah support 3960. (ryh)
ADHI 1555. Buy on Weakness. Estimasi rentang 1505-1625. Indikator stochastic yang mulai turun dari area overbought membuatnya berpotensi melanjutkan koreksi. Support 1505. Resisten 1625-1690 apabila dapat berbalik menguat. (ryh)

Technical Review (from 28-Nov-2018)

ASII 8400. Speculative Buy. Estimasi rentang 8175-8550. Pergerakan bisa lebih positif apabila dapat breakout resisten 8450 untuk menguji 8550-8725 kembali. Momentum masih positif diatas support MA20 (8225). Stop loss apabila turun ke bawah support 8175. (ryh)
Review: ASII 8525. Buy on weakness. Estimasi rentang 8345-8775. Penguatan sepekan terakhir telah menguji resisten 8775. Sekarang memasuki fase konsolidasi untuk masih mencoba bertahan diatas support MA20 (8345). (ryh)

BMRI 7450. Trading Buy. Estimasi rentang 7200-7700. Pergerakan bisa lebih positif apabila dapat breakout resisten 7500 untuk menguji 7700-7800 kembali. Momentum masih positif diatas support MA20 (7250). Stop loss apabila turun ke bawah support 7200. (ryh)
Review: BMRI 7650. Buy on Weakness. Estimasi rentang 7500-7725. Indikator stochastic yang overbought berpotensi membuatnya terkoreksi. Support 7500 – 7375 (MA20). Pergerakan bisa lebih positif apabila bisa breakout resisten 7725 untuk menguji 7900-8000 kembali. (ryh)

http://www.kresnasecurities.com/kresna2/en/news-report/disclaimer
Like - Comment - Share 0 0 0

Share On
Sponsored
Twitter instagram try our apps on playstore InvestorSukses_apps