Peter Lynch fundamental
Dari 12 belas pernyataan pelaku pasar yang dimasukan Peter Lynch sebagai "The 12 Silliest (and Most Dangerous) Things People Say About Stock Prices", butir ke-12 merupakan pernyataan yang paling saya ingat.


Apa butir terakhir dari "12 Pernyataan Konyol" itu? Yaitu jika ada yang berkata :"The Stock Price Gone Up, So I Must Be Right", atau "The Stock Price Gone Down, So I Must Be Wrong". Belahan pertama pernyataan itu, dengan mudah dilontarkan ketika terjadi Bull Market (makanya orang bijak sering berkata : Don't confuse your brain with bull market). Belahan kedua pernyataan itu, bisa jadi muncul di dalam pemikiran mereka saat terjadinya koreksi pasar, dimana harga saham turun berjamaah di pasar (Dan para ahli berebutan memberikan analisa tentang mengapa hal itu terjadi. Seringkali diikuti dengan ramalan dan prediksinya tentang apa yang kemudian bakal terjadi di masa depan. Mereka sering lupa apa yang pernah dikatakan JK Galbraith : The only function of economic forecasting is to make astrology look respectable).
...
See More


Peter akan sangat takjub, setiap ada yang berkata "Lihat, hanya dalam 2 bulan harga saham ini naik 20%, so I really picked a winner", atau "Celaka, harganya dalam 2 bulan sudah turun 20%, so I really picked a loser". Jika Anda sering berkata seperti ini, maka meminjam kata-kata Peter Lynch, "You're confusing prices with prospects. Unless you are a short-term traders who're looking for 20-percent gains, the short-term fanfare means ablsolutely nothing".


Harga saham yang naik (atau turun) setelah kita membeli saham itu, hanya memberi kita informasi bahwa ada orang lain yang bersedia membeli saham itu dengan harga yang lebih tinggi dari yang kita bayar (sehingga harganya naik), atau hanya bersedia membelinya dengan harga yang lebih rendah dari yang kita bayar (sehingga harganya turun). Tidak lebih, tidak kurang. Dan harga itu untuk perusahaan yang sama (dan bisa jadi dengan harga yang sangat berlainan, tergantung ketika itu pasar dalam kondisi seperti apa).


Memiliki keyakinan, "a) bahwa di dalam jangka panjang stock-investing merupakan instrumen investasi yang memberikan imbal-hasil yang terbaik, b) bahwa kita hanya akan melihat garis lurus ke atas dari kenaikan index dalam jangka panjang c) bahwa fluktuasi harga saham di bursa dalam jangka pendek harus dipandang sebagai hal yang normal, dan bukan merupakan hal luar biasa", merupakan hal yang lebih mudah untuk kita katakan daripada kita lakukan.


Hal yang gampang untuk kita berkata :"Jika terjadi koreksi pasar, saya akan abaikan semua berita buruk, dan saya akan akumulasi dengan membeli saham-saham yang baik, yang diobral dengan murah di pasar ketika koreksi pasar terjadi". Percaya saya, ketika koreksi pasar terjadi (dan mungkin koreksi yang terjadi lebih buruk dibanding koreksi sebelumnya), dengan mudah niat mulia itu kemudian surut. Niat itu menjadi ciut ketika mata Anda melihat bagaimana derasnya penurunan itu terjadi. Semangat Anda untuk membeli saham justru akan dengan mudah tumbuh, pada saat di pasar Anda menyaksikan harga saham di bursa secara berjamaah naik menghijau, bukan sebaliknya memerah.


Padahal, kembali mengutip Peter Lynch, "The key to making money in stocks is not to get scared out of them". Betapapun lengkapnya informasi yang kita miliki, serta pandai dan cakapnya kita melakukan perhitungan, semua itu tidak ada gunanya apabila kita tidak memiliki willpower. Tidak ubahnya saat kita berniat untuk melakukan diet, dalam stock-investing kita juga perlu memiliki "gut". Sering apa yang membuat kita berhasil dalam berinvestasi, tidak cukup dengan apa yang dapat kita cerna dengan kepala kita saja. Tanpa memiliki keyakinan itu, maka ketika kecemasan terjadi secara berjamaah di pasar, Anda lantas melakukan apa yang seharusnya tidak Anda lakukan : Menjual saham-saham perusahaan yang baik dengan harga yang sangat buruk. Dan bukan sebaliknya.

Like - Comment - Share 0 0 0

Share On
Sponsored
Twitter instagram try our apps on playstore InvestorSukses_apps