Market Summary

Kamis, 08 Juni 2017

VIEW MARKET
...
See More
Sentimen pasar dari luar negeri:
• Kesaksian James Comey dihadapan Komite Intelijen Senat, dalam penyelidikan campur tangan Rusia pada pemilihan presiden 2016, serta hubungan antara Rusia dan lingkaran dalam Trump, akan menjadi perhatian pasar.
• Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga menekan sentimen pasar global. Keputusan sejumlah negara Arab untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar yang kaya gas akan memberlakukan isolasi regional ketat pada Doha dan menimbulkan kekhawatiran soal kesepakatan global untuk mengurangi produksi minyak.
• Cina akan merilis data neraca perdagangan bulan Mei 2017 pada Kamis ini dan pada hari Jumat Cina rilis data CPI dan Producer Price Index (PPI) untuk bulan Mei 2017. Sementara itu, pada hari Kamis AS juga, merilis data Jobless Claims AS per 2 Juni 2017. Data tersebut sekaligus dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi the Fed dalam pertemuannya pada 13-14 Juni mendatang, dalam mengembil kebijakan suku bunganya. Ekspektasi pasar kuat The Fed akan menaikan suku bunganya dalam pertemuan tersebut. Pada hari Kamis ini, Jepang juga merilis data data GDP kuartal I/2017, Sejumlah data ekonomi yang akan rilis hari ini bisa mewarnai bagi pergerakan bursa regional Asia dan global.
Sentimen pasar dari dalam negeri :
• Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2018 dengan rentang yang cukup lebar antara 5,4-6,1%. Menurut Sri Mulyani target itu mencerminkan kombinasi optimisme karena ada potensi dan kehati-hatian. Karena masih mempertimbagkan ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi tersebut jauh lebih tinggi dibanding target tahun ini sebesar 5,1%.
• Selain itu, pemerintah kian optimis atas kenaikan peringkat lndonesia menjadi Investment Grade oleh Standard & Poor’s (S&P) dapat memperbaiki kepercayaan swasta dan meningkatkan aliran modal masuk ke indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan adanya potensi dana investasi dari luar negeri mencapai USD 700 miliar yang akan masuk ke Indonesia pada tahun ini.
Prediksi IHSG :
• Bauran dari faktor ekternal dan internal, meski dari internal masih terbilang positif, namun kendala bagi IHSG hambatan dari faktor eksternal. IHSG bergerak mixed hari ini, dengan potensi melemah.

Perspektif tenikal
Support Level : 5706/5694/5679
Resistance Level : 5732/5748/5759
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

BBRI: Trading Buy
• Close 14925, TP 15150
• Boleh buy di level 14875-14925
• Resistance di 15150 & support di 14800
• Waspadai jika tembus di 14800
• Batasi resiko di 14725

WIKA: Trading Buy
• Close 2230, TP 2290
• Boleh buy di level 2220-2230
• Resistance di 2290 & support di 2210
• Waspadai jika tembus di 2210
• Batasi resiko di 2200

JSMR : Trading Buy
• Close 5050, TP 5200
• Boleh buy di level 5000-5050
• Resistance di 5200 & support di 5000
• Waspadai jika tembus di 5000
• Batasi resiko di 4950

RALS: Trading Buy
• Close 1230, TP 1275
• Boleh buy di level 1220-1230
• Resistance di 1275 & support di 1195
• Waspadai jika tembus di 1195
• Batasi resiko di 1185

AKRA: Trading Buy
• Close 6300, TP 6450
• Boleh buy di level 6255-6300
• Resistance di 6450 & support di 6225
• Waspadai jika tembus di 6225
• Batasi resiko di 6175

BEST: Trading Buy
• Close 324, TP 330
• Boleh buy di level 320-324
• Resistance di 330 & support di 314
• Waspadai jika tembus di 314
• Batasi resiko di 310

Ket. TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;
BMRI, AISA, INTP, ASRI, INDF, BSDE, BDMN, ROTI

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 8-Jun-17
• Crude Oil-(barel) US$45.86 (0.14)
• Gold-(troy oz) US$1,286.67 (-0.43)
• Nickel-(ton) US$8,810.00 (-55.00)
• Tin-(ton) US$19,310.00 (-360.00)
• Coal (Newc)/ton US$78.45 (16.05)
• CPO Mal/ton* MYR2,742.00 (-7.50)


Foreign Exchange
• USD/IDR* 13,303.00 (6.00)
*running

Agenda RUPS
• AISA - RUPSLB - 08 Jun 2017
• APII - RUPSLB - 08 Jun 2017
• BEST - RUPST - 08 Jun 2017
• BRPT - RUPSLB - 08 Jun 2017
• CITA - RUPST - 08 Jun 2017
• JRPT - RUPST - 08 Jun 2017
• KICI - RUPST - 08 Jun 2017
• MDKA - RUPSLB - 08 Jun 2017
• MTDL - RUPSLB - 08 Jun 2017
• MTRA - RUPST - 08 Jun 2017
• PADI - RUPST - 08 Jun 2017
• TFCO - RUPSLB - 08 Jun 2017
• TIRA - RUPST - 08 Jun 2017
• TRIM - RUPST - 08 Jun 2017

Dividend
• PEGE, Cash Dividend 10.00, cum 7 Jun 2017, ex 08 Jun 2017
• BISI, Cash Dividend 188.00, cum 8 Jun 2017, ex 09 Jun 2017
• LSIP, Cash Dividend 135.00, cum 8 Jun 2017, ex 09 Jun 2017
• MIKA, Cash Dividend 134.00, cum 8 Jun 2017, ex 09 Jun 2017
• SIMP, Cash Dividend 110.00, cum 8 Jun 2017, ex 09 Jun 2017

Economic Calendar:
• data GDP Jepang kwartal pertama tahun 2017 (Final)
• data neraca perdagangan China bulan Mei 2017
• data Industrial Production Jerman bulan April 2017
• Pemilihan umum anggota parlemen di Inggris
• hasil meeting ECB: pengumuman suku bunga bulan Juni 2017
• konperensi pers ECB yang dihadiri presiden Mario Draghi
• data Jobless Claims AS per 2 Juni 2017


HEADLINE NEWS

TBLA (+), menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp160,26 miliar atau setara dengan Rp30 per saham. Selain pembagian dividen, para pemegang sahamjuga menyetujui rencana perseroan untuk meeting obligasi global dan sukuk ijarah sebesar US$ 200 juta. Dana ini bakal dimanfaatkan untuk membiayai kembali utang perseroan.

INDF (+), menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) di sepanjang tahun ini mencapai Rp 9,1 triliun. Dana belanja modal tersebut dialokasikan untuk keempat kelompok usaha strategisnya, yakni Produk Konsumen Bermerek (CBP), Bogasari, Agribisnis, dan Distribusi. Dana capex perseroan sebagian besar untuk anak usaha, Indofood CBP Sukses Makmur, sebesar Rp 4,6 triliun. Kemudian untuk Bogasari Rp 2 triliun, Agribisnis Rp 2 triliun, dan Distribusi Rp 500 miliar.

BBRI (+), sepakat mengalokasikan empat slot transponder (transmitter responder) di satelit BRIsat untuk kepentingan lima instansi pemerintah dan lembaga negara. Lima lembaga yang terlibat dalam penandatanganan perjanjian kerja sama pemanfaatan transponder BRIsat yakni Mabes TNI, Polri, BIN, Kementerian Keuangan, dan Badan Keamanan Laut. Transponder yang dialokasiakan BRI kepada instansi dan lembaga merupakan hasil evaluasi dari Kominfo dalam rangka kepentingan pihak-pihak yang memanfaatkan transponder.

BBNI (+), akan menerbitkan surat utang dalam bentuk obligasi sebagai upaya mendiversifikasi sumber pendanaan Perseroan. Langkah ini menjadi bagian dari program Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I BNI Tahun 2017 dengan jumlah pokok sebanyak - banyaknya sebesar Rp 10 triliun, yang dilakukan secara bertahap.

TSPC (+), Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan menyetujui untuk membagikan dividen dengan total Rp225 miliar, setara dengan Rp50 per saham. Cum dan ex dividen ditetapkan pada 12 dan 13 Juni 2017, sementara pembayaran dividen pada tanggal 7 Juli 2017.

CLPI (+), Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan menyetujui untuk membagikan dividen senilai Rp31,45 miliar atau 50% dari laba tahun 2016. Dividen tersebut setara dengan Rp103,52 per saham.

BBTN (+), menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 18% pada tahun 2017. Selain itu, BBTN juga menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 20,05%, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri yaitu 13-14%. Target pertumbuhan DPK akan tercapai karena perseroan telah melakukan transformasi ke arah digital dan kepercayaan nasabah yang meningkat.

UNTR (+), telah mengakuisisi tambang batubara Suprabari Mapindo Mineral pada akhir kuartal I tahun 2017. Saat ini UNTR sedang mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung produksi tambang coking coal yang diharapkan dapat beroperasi di akhir tahun. Selain itu, perseroan menargetkan jumlah produksi batubara dari tambang yang baru mencapai 200.000-300.000 ton hingga akhir tahun ini.

BINA (+), menargetkan pangsa pasar sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bali. Hal tersebut didukung oleh pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut yang mencapai lebih dari 6%. BINA berencana untuk mengembangkan UMKM berbasis teknologi digital yang perizinan produknya masih diproses oleh otoritas berwenang.

POLY (+), berencana untuk membuka pabrik di Amerika Serikat dalam 1-2 tahun ke depan karena pasar di negara tersebut berpotensi cukup besar untuk produk high-end. Sejauh ini, POLY telah membuka kantor pemasaran dan anak usaha, llene Inc, yang berlokasi di Chicago, lllinois, Amerika Serikat dengan tujuan untuk memperoleh banyak pelanggan baru dari Amerika Utara dan Selatan.

POLY (+), menyiapkan belanja modal senilai USD8 juta dimana sebesar USD5 juta akan dialokasikan untuk pengembangan pabrik di Tiongkok dan USD3 juta untuk pengembangan pabrik di Indonesia. Saat ini, perseroan memiliki tiga pabrik, yaitu di Purwakarta, Indonesia dengan kapasitas produksi 65,000 ton per tahun, Suzhou, Tiongkok yang memiliki kapasitas produksi 43,000 ton per tahun, dan Kunming, Tiongkok dengan 10,000 per tahun.

SMDR (+), pada 3 November 2015, lini bisnisnya yang bergerak di bidang galangan kapal, Samudera Shipyard memperoleh kontrak untuk membangun 2 unit kapal perintis tipe 1,200 GT yang akan digunakan untuk mendukung program tol laut pemerintah Indonesia. Jangka waktu pembangunan kapal yang ditetapkan oleh pemerintah adalah selama 24 bulan.

WSKT (+), melalui anak perusahaannya, Waskita Toll Road, meningkatkan modal disetor dan ditempatkan secara tunai senilai Rp60 miliar kepada perusahaan jalan tol yang mengelola ruas Trans Sumatera. Penambahan modal ini telah dicatat dalam akta pernyataan keputusan pemegang saham di luar RUPS Jasamarga Kualanamu Tol No. 01 tanggal 05 Juni 2017.

Sumber : Dari berbagai sumber diolah kembali
Like - Comment - Share 0 0 0

Share On
Sponsored
Twitter instagram try our apps on playstore InvestorSukses_apps