Wednesday (30/01/2019) Early BIRD Fundamental Perspective (Dr Cand. Edwin Sebayang,CSA®.,CIB®-MNC Sekuritas)

Perkiraan tidak akan dinaikkannya suku bunga acuan The Fed bulan ini dan aksi menunggu direleasenya laporan keuangan emiten besar seperti Apple, Amazon.com Inc, Facebook Inc, dan Microsoft Corp menjadi faktor DJIA menguat +0.21% ditengah naiknya harga komoditas energi & logam seperti: Oil +1.92%, Gold +0.59%, Nikel +2.92% & Tin +0.3% menjadikan IHSG ES perkirakan berpeluang rebound dalam perdagangan Rabu. Kembali naiknya harga komoditas logam, issue akuisisi dan antisipasi bagusnya laporan keuangan emiten menjadi faktor investor memburu saham-saham ini yakni: MARK, ANTM, TINS, TLKM, NAGA.

PT Sarana Menara Nusantara (TOWR).
...
See More
Sebagai Induk usaha Protelindo dan iForte, perseroan telah memperoleh lebih dari 1.600 order sewa untuk colo dan buit-to-suit (BTS) tower baru yang seluruhnya akan selesai pada tahun ini.
Disamping itu, perserian telah mengamankan kontrak senilai Rp 5,8 triliun. Per akhir tahun 2018, Sarana Menara memiliki 17.437 tower dan 28.319 tenant. Permintaan koneksi fiber optic terus tumbuh dengan cepat dipicu oleh peningkatan kebutuhan layanan data. Per akhir 2018, TOWR telah membangun sekitar 9.400 km jaringan fiber optic, dimana sekitar 5.000 km merupakan jaringan backbone dan sisanya 4.400 km untuk fiberisasi tower. Saat ini Grup TOWR telah memiliki order sewa jangka panjang fiber optic sekitar 13.600 km, yang seluruhnya untuk fiberisasi tower. Tambahan order sewa fiber optic ini akan memberikan pertumbuhan signifikan atas jaringan fiber optic yang sudah dimiliki Grup TOWR.

PT Bank OCBC NISP (NISP). Perseroan sepanjang 2018 membukukan laba bersih senilai Rp 2,6 triliun atau tumbuh 21% dibandingkan capaian pada 2017 dengan laba senilai Rp 2,2 triliun. Kinerja positif Bank OCBC NISP sepanjang tahun 2018 juga terlihat dari pertumbuhan total aset, penyaluran kredit dan dana pihak ketiga di atas 10%.
Menopang pertumbuhan kredit, rasio kredit bermasalah (NPL) perseroan pada 2018 juga tergolong kecil yakni sebesar 1,7% (gross).

PT SMR Utama (SMRU). Sepanjang tahun lalu perseroan melakukan realisasi pengupasan lapisan tanah penutup atau overburden removal sebanyak 33 juta bank cubic meter (bcm) dan produksi batubara sebesar 2,9 juta ton sepanjang 2018. Sementara tahun 2019 perseroan membidik produksi batubara sebanyak 3,5 juta ton atau naik 20,69% ketimbang realisasi pada tahun lalu. Sementara itu, untuk lapisan tanah penutup mereka menargetkan sebesar 38 juta bcm naik 15,15% daripada capaian pada 2018. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 21 juta.

DJIA +51.74 +0.21% 24579
NASDAQ -57.4 -0.81% 7028
GOLD +6.9 +0.59% 1310.05
OIL +1 +1.92% 53.17
COAL (Feb/Newcastle) -0.35 -0.35% 99.1
COAL (Feb/Rotterdam) +0.2 +0.25% 79.2
NICKEL +300 +2.53% 12147.5
TIN +62.5 +0.3% 20702.5
CPO (Apr) -33 -1.42% 2294
EIDO -0.19 -0.71% 26.72
US 10yr -0.032 -1.17% 2.7120
INDO 10yr +0.0224 +0.27% 8.3212
INDO CDS 5yr -0.26 -0.22% 118.825
TLK 54.6 (3848)
IDR (Spot) 14094
IDR (Investing, 30/01/19/Fut, 04.40) 14095

IDX Range.      :  6,401 - 6,455
USD/IDR Range: 14,050 - 14,125

BUY: MARK, DMAS, NAGA, TLKM, TINS, SMCB, TPIA, ANTM, ERAA, PPRE. (Dr ES Cand.,CSA®.,CIB®-MNC Sek/Disc On). For more info www.mncsekuritas.id
Like - Comment - Share 0 0 0

Share On
Sponsored
Twitter instagram try our apps on playstore InvestorSukses_apps