Saham-Saham Juara 2018

KONTAN.CO.ID - Tahun 2018 sudah hampir berakhir. Sejumlah saham berhasil mendatangkan cuan luar biasa bagi investor.

Salah satunya saham Indah Kiat Pulp & Paper (INKP). Bila dihitung sejak awal tahun hingga Rabu (26/12), saham ini mencetak cuan 116%. INKP menjadi saham dengan kinerja terbaik di indeks LQ45 dan IDX30, indeks yang beranggotakan saham kapitalisasi besar dengan likuiditas tinggi.
...
See More

Di urutan berikutnya, ada saham Bukit Asam (PTBA) yang mencetak return 74,39% dan saham Aneka Tambang (ANTM) dengan keuntungan 23,20%.

Bila menyertakan saham kapitalisasi menengah dengan likuiditas bagus, saham Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) tercatat mencetak return tertinggi, dengan kenaikan 269%. Ini terlihat dari kinerja saham anggota indeks Kompas100 dan Bisnis27.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menilai, saham-saham jawara tersebut terdongkrak oleh kinerja keuangan positif di tahun ini. Hasil kinerja tersebut direspons baik oleh pelaku pasar.

Khusus industri kertas, menurut Reza, prospeknya masih bagus tahun depan. Sebab, ada potensi penggunaan kertas sebagai pengganti bahan kemasan yang belum ramah lingkungan. "INKP bisa jadi sasaran beli, karena pada harga yang masih cukup murah memiliki potensi yang besar," ujar Reza, Rabu (26/12). Saat ini, harga saham INKP setara price to earning ratio (PER) 6,20 kali. Sedang PER TKIM sebesar 6,81 kali.

Tren kenaikan saham bisa berlanjut jika prospek industri didukung kondisi makroekonomi yang bagus. Menurut Aditya Perdana Putra, analis Semesta Indovest Sekuritas, jika pertumbuhan ekonomi tahun depan lebih baik dari 2018, maka sektor industri dasar, barang konsumsi, infrastruktur dan perbankan sangat menarik.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto juga melihat saham-saham jawara dari lima indeks itu punya fundamental bagus dan layak dijadikan investasi jangka panjang. Selain CPIN, dia menilai saham jawara lainnya, seperti PTBA dan PGAS, masih menarik.

PGAS dan PTBA terdorong rencana holding BUMN yang akan membuat potensi dan jangkauan perusahaan semakin besar dan luas. William merekomendasikan CPIN, PTBA dan PGAS dengan target harga jangka menengah masing-masing di level Rp 7.200, Rp 4.500 dan Rp 2.400.

Tapi William menilai INKP dan TKIM sudah naik terlalu tajam. Harga naik tinggi karena investor maupun fund manager baru menyadari fundamental kedua emiten kertas itu bagus. Alhasil, William menilai, sejumlah fund manager melakukan rebalancing dengan dengan mengoleksi INKP dan TKIM, sehingga harganya naik.

Managing Director Head of Equity Capital Market Samuel International Harry Su juga menyebut saham INKP dan TKIM saat ini overvalued. "Prospek PTBA juga belum baik di kondisi harga minyak menurun. PGAS rentan turun saat ekonomi sedang turun, sebab volume distribusi gas akan melambat," ujar dia.

*
Like - Comment - Share 0 0 0

Share On
Sponsored
Twitter instagram try our apps on playstore InvestorSukses_apps